14 February 2015
0 kritik

Whiplash

"Drama dengan cerita yang akan memicu perdebatan, dibungkus dengan editing yang luar biasa dan musik jazz yang catchy"

Andrew, seorang drummer mahasiswa fakultas musik tahun pertama ingin bergabung dengan Big Band yang dipimpin oleh guru idolanya, Fletcher. Memiliki potensi dan bakat dibandingkan teman-temannya yang lain, ternyata Andrew masih jauh dari standar yang dimiliki oleh Fletcher. Permasalahannya, metode latihan Fletcher sangat keras untuk anak-anak usia kuliah, mulai dari kekerasan verbal hingga fisik. Ketika pacarnya dan ayahnya melihat cara latihan yang tidak sehat tersebut, fokus Fletcher tetap pada ingin menjadikan dirinya sebagai drummer terhebat.

Ulasan ini mungkin akan menjadi sangat subjektif, mengingat bagaimana kecintaan gue pada musik jazz. But anyway, diluar itu film ini tetap menjadi sebuah film terbaik di tahun ini dengan berbagai keunggulan di berbagai segi. Film ini memang tentang musik, secara khusus tentang musik jazz dan bagaimana setiap instrumen didalamnya berperan dalam satu lagu. Namun Whiplash fokus pada instrumen drum, yang menjadi salah satu instrumen yang berperan penting untuk menjaga tempo dalam satu lagu. Selain itu mungkin saja ini adalah salah satu instrumen yang akan dengan mudah membuat pemainnya berkeringat banyak.



Yang membuat film ini menarik jelas adalah lagu-lagu jazz yang dimainkan oleh Chaffer Conservatory Big Band ini. Lagu-lagu yang sangat catchy, dibungkus dalam tampilan editing yang sangat luar biasa. Bagaimana tidak, banyak jump-cut yang cepat antar satu instrumen ke instrumen lain mengikut alunan lagu dan tempo musik. Menjadikan film drama ini tampak seakan sebuah jalinan video klip musik jazz yang elegan dan berkelas. Kombinasi editing yang memukau dan musik jazz ini yang menjadikan film ini akan sangat maksimal untuk ditonton di bioskop dengan tata suara yang mumpuni. Apalagi teknik editing ini akan membuat film drama ini seakan menjadi film action dengan memberikan ketegangan yang berarti dalam setiap adegannya.

Diselingi alunan scoring yang konsisten dengan irama jazz-nya, lebih dalam lagi film ini hendak memancing debat diantara penontonnya ketika film ini habis. Metode latihan Fletcher yang sangat keras mungkin cocok diterapkan di pasukan khusus militer, tetapi pada anak-anak usia sekolah atau kuliah? Tetapi tidak dapat disangkal, dengan metode pembelajaran seperti itu, akan sangat efektif dan terlihat hasilnya untuk para siswa dengan mental yang kuat. Well, meski akan berakibat buruk pada siswa dengan mental yang lemah. Meski metode pembelajaran keras maupun lembut memiliki satu tujuan yang sama; membuat si pembelajar mencapai potensinya semaksimal mungkin. Lalu metode manakah yang paling efektif dan efisien?


Sutradara dan penulis naskah Damien Chazelle jelas berhasil memancing perdebatan tersebut lewat kata-kata kasar Fletcher yang diperankan dengan sempurna oleh J. K. Simmons. Belum lagi bagaimana patuh dan terobsesinya Andrew, yang juga diperankan dengan sangat baik oleh Miles Teller yang ternyata adalah seorang pemain drum dari umur 15 tahun. Penampilan akting mereka berdua jelas merupakan roda penggerak film ini, yang akan mempengaruhi penonton untuk mudah tidak menyukai Fletcher dan simpatik pada Andrew. Yang kemudian dengan cerdas, perasaan simpatik itu akan digoyahkan oleh pilihan ending yang ada.

Secara keseluruhan, Whiplash cukup sempurna di berbagai segi. Segi teknis dengan editing dan tata suara yang luar biasa, ditambah dengan penampilan akting terbaik. Sementara dari segi konten cerita juga sangat memberikan gambaran jelas tentang bagaimana metode pembelajaran berpengaruh besar pada daya tangkap dan efektifitas pembelajaran. Ditambah dengan alunan musik jazz yang catchy, membuat film ini sangat menarik untuk dinikmati di dalam bioskop.


USA | 2014 | Drama | 107 mins | Aspect Ratio Scope 2.35 : 1
Rating?
10 dari 10

Won for Best Supporting Actor (J.K. Simmons), Best Editing (Tom Cross), Best Sound Mixing (Craig Mann, Ben Wilkins, Thomas Curley), Nominated for Best Motion Picture of the Year, Best Adapted Screenplay (Damien Chazelle), Academy Awards, 2015 

Won for Best Supporting Actor (J.K. Simmons), Golden Globes, 2015

Won for Best Supporting Actor (J.K. Simmons), Best Editing (Tom Cross), Best Sound (Craig Mann, Ben Wilkins, Thomas Curley), Nominated for Best Original Screenplay (Damien Chazelle), BAFTA Awards, 2015.

sobekan tiket bioskop tanggal 14 Februari 2015 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top