27 February 2015
0 kritik

Focus

"Drama romansa berlatar belakang kriminal dengan jalan cerita yang menarik, tetapi tidak menawarkan sesuatu yang baru"

Nicky Spurgeon adalah seorang penipu berbakat dan sukses. Suatu hari Nicky pun merekrut Jess, wanita cantik dan pencopet serta penipu berbakat ke dalam timnya. Mereka berdua pun jatuh cinta. Namun menjalani hidup dimana penipuan adalah cara untuk mendapatkan keuntungan dan juga untuk menyelamatkan hidup, Nicky sadar bahwa tidak ada tempat untuk cinta dan romansa. Mereka pun berpisah. Tiga tahun kemudian, Nicky bertemu kembali dengan Jess, dan rencana penipuan terakhir Nicky pun menjadi berantakan.

Ternyata Focus lebih ke arah film drama romansa yang berlatar belakang kriminal, dibandingkan dengan film kriminal semacam Ocean's Trilogy. Setengah film pertama memang penonton disuguhkan berbagai modus operandi dari Nicky dan timnya, yang pasti akan membuat penonton lebih berhati-hati dengan dompet, jam, dan berbagai barang berharga lainnya jika berada di keramaian. Namun motivasi utama si karakter kita ini ternyata adalah mencari cinta sejati, dan kearah situ lah film ini akan berjalan. 


Sebenarnya dari posternya saja sudah menyatakan bahwa film ini lebih tentang percintaan diantara dua karakter utama kita. Namun tidak bisa disangkal bahwa latar belakang dunia penipuan dan pencopetan yang ternyata berjalan dengan sangat sistematis dan rapi sungguh menggiurkan. Subplot ini sempat menduduki lampu sorot dan seakan menggeser kisah roman Nicky-Jess. Namun ketika penonton sudah dibuat terbiasa dengan mafia copet dan berbagai modusnya, barulah kisah roman ini mengalir mulus dalam durasi 105 menit film ini.


Romansa antara Nicky-Jess memang tidak menawarkan sesuatu yang baru, selain bahwa karena faktor pekerjaan yang membuat mereka tidak dapat bersatu. Menarik, tetapi kisah ini berjalan biasa saja tanpa sesuatu yang spesial. Malah gue merasa bahwa mungkin saja film ini akan menjadi lebih menarik jika fokus utama adalah pada dunia kriminalnya ketimbang kisah romansanya. Atau misalnya ternyata Jess adalah penipu legendaris yang ingin memberi pelajaran pada Nicky atas sifat playboy-nya. Haha.

Secara keseluruhan, Focus memang masih menjadi sebuah film yang menarik untuk ditonton. Tetapi tidak ada sesuatu yang baru, atau pengalaman sinematik yang tampak wajib untuk dinikmati di ruang bioskop. Apalagi film ini sempat tampak krisis identitas untuk ingin membawa penontonnya ke ranah kriminal atau romansa.



USA | 2015 | Drama / Crime / Romance | 105 min | Flat Aspect Ratio 1.85 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 27 Februari 2015 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top