24 October 2014
0 kritik

The Disappearance of Eleanor Rigby: Them

"Kisah romansa tentang jatuh cinta dan patah hati yang sangat kuat dalam karakterisasi yang ditampilkan"

Conor berusaha sekuat tenaga untuk menemukan kepingan cinta yang telah hilang, sedangkan Eleanor berkali-kali pergi menghindarinya. Pertemuan mereka kembali ternyata tidak hanya mengklaim kembali cinta yang indah di masa lalu, tetapi juga bersama saling menyembuhkan luka pahit pada masing-masing individu.

Film debutan dari sutradara/penulis naskah Ned Benson ini sedianya hanya ditulis dari sudut pandang Connor saja dengan judul The Disappearance of Eleanor Rigby: Him. Namun Jessica Chastain mengusulkan agar perspektif wanita juga turut digambarkan, maka Ned Benson pun menulis kisah pasangan ini dari sudut pandang Eleanor. Shooting berbarengan, dan proyek ini menghasilkan dua film panjang: Him dan Her dimana pemutarannya dijadikan satu dengan total durasi tiga jam. Film ini mendapat mixed reviews pada pemutarannya di Toronto Film Festival, maka Ned Benson mengedit ulang film ini menjadi satu dengan sudut pandang keduanya; Them - yang kemudian dirilis ke seluruh dunia.



Ternyata, film ini membawa atmosfer depresif, yang mengingatkan gue akan dua film romance beraura mirip; Blue Valentine dan Rabbit Hole. Tanpa bermaksud spoiler, The Disappearance of Eleanor Rigby tidak hanya berkutat pada kisah cinta mereka yang indah di masa lalu, tetapi juga mendeskripsikan dengan detil bagaimana mereka berdua berjuang mengumpulkan kepingan-kepingan cinta yang telah hancur. Dibawakan dengan tempo lambat dan santai, penonton diajak untuk melihat bagaimana indahnya pertemuan dan masa "bulan madu" Connor dan Eleanor. Untuk kemudian bergantian dengan plot "masa kini", yang ditandai dengan rambut pendeknya Eleanor.

Kuatnya karakter yang dibawakan dengan nyaris sempurna oleh James McAvoy dan Jessica Chastain membuat penonton tidak sulit untuk masuk ke dalam kedua karakter ini. Merasakan emosi yang ditampilkan, memahami sebab dan akibat dari tingkah laku yang ada, adalah hal yang otomatis muncul pada penonton dalam 123 menit durasi film ini. Seakan-akan film ini tampil sebagai sebuah film studi karakter yang sangat deskriptif dan sangat dekat dengan kenyataan yang ada. Belum lagi bagaimana Ned Benson sangat sabar dalam membuka tabir apa yang membuat mereka berpisah dengan sangat perlahan.


Dua karakter yang ditampilkan bisa dibilang cukup pararel dengan karakter dalam Blue Valentine-nya Derek Cianfrance. Sang pria yang jatuh bangun untuk mengklaim cinta yang pernah ada, sementara sang wanita yang pasif dan cenderung ingin menghindar dan pergi sejauh mungkin dari isu yang ada. Benar-benar sebuah keadaan yang bisa dibilang mustahil untuk menciptakan rekonsiliasi diantara pasangan tersebut. Entah seberapa representatif kecenderungan perilaku yang digambarkan oleh The Disappearance of Eleanor Rigby, namun dari setiap gambaran perilakunya memang cukup logis dan tepat secara psikologis. Well, sebuah gambaran yang mungkin akan membuat beberapa penonton mengenali karakter yang ada di layar.

Pada akhirnya, The Disappearance of Eleanor Rigby menjadi sebuah film romansa yang sangat menarik untuk ditonton - dan dipelajari. Dibungkus dengan barisan score dan soundtrack yang sederhana namun kena, apalagi dengan nuansa film yang cukup sunyi, menambah sensasi tersendiri. Sebuah film yang menghangatkan hati, apalagi dengan ending-nya yang fair dan luar biasa.

Apalagi versi Them ini ternyata membuat gue pribadi tambah penasaran dengan versi Him/Her - yang katanya akan dirilis pula di bioskop komersial. Bagi yang penasaran dengan kisah lengkapnya Connor dan Eleanor, pastinya versi Him/Her akan dapat banyak melengkapi kepingan-kepingan puzzle yang hilang.


USA | 2014 | Drama / Romance | 123 mins | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 24 Oktober 2014 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top