07 March 2014
0 kritik

Dallas Buyers Club

"Film studi karakter tentang pasien AIDS yang menolong dirinya sendiri dan pasien lain untuk mengobati diri sendiri ini tidak hanya edukatif, namun juga memberikan sebuah pertunjukkan akting yang sempurna"

Di kota Dallas tahun 1985, seorang tukang listrik dan penunggang rodeo Ron Woodroof suatu hari di rawat di rumah sakit karena kecelakaan kerja. Ternyata dokter menemukan bahwa Ron mengidap virus HIV dan divonis hanya akan hidup dalam waktu 30 hari. Di sebuah masa dimana penyakit AIDS masih disalahartikan sebagai penyakit khusus orang-orang gay, membuat Ron dijauhi oleh teman-teman di sekitarnya. Ron pun mulai melakukan penelitian kecil-kecilan mengenai penyakit AIDS, hingga mendalami perihal obat-obatan yang dapat memperpanjang usia pasien AIDS. Ketika obat AZT muncul dalam tahap uji coba secara acak, Ron menemukan fakta bahwa obat tersebut tidak bekerja dengan baik. Penelitiannya membuat Ron berkeliling dunia untuk mencari obat alternatif, untuk kemudian menjualnya kembali di Dallas secara bawah tanah karena tidak disetujui oleh otoritas pemerintah. Pergerakan Ron pun memancing pemerintah untuk menindak tegas. Namun Ron melawan balik dengan dalih membantu para penderita AIDS untuk mendapatkan obat-obatan yang tepat dan bukan obat hasil tipu daya bisnis.

Sungguh tidak sia-sia kerja keras dari penulis naskah Craig Borten yang mewawancarai Ron Woodroof di tahun 1994, beberapa bulan sebelum Ron meninggal. Naskah yang ditulisnya berdasarkan wawancara tersebut sempat tersendat-sendat dan berpindah tangan dari satu produser ke produser lainnya. Namun, naskah garapannya pun akhirnya diproduksi. Dengan budget yang sangat minim - bahkan sampai aktor utama Matthew McConaughey turun tangan membantu mendanai - film ini ternyata mampu menarik perhatian para juri Oscar. Budget make up yang hanya 250 USD pun menghasilkan piala Oscar bagi departemen Make Up dan Hairstyling film ini.



Dallas Buyers Club memang berniat untuk menyajikan sebuah studi karakter terhadap seorang Ron Woodroof. Dalam film ini jelas tokoh Ron ditampilkan sebagai sebuah tokoh perjuangan melawan sesuatu yang jauh lebih besar daripada dirinya. Mulai dari penyakit AIDS yang menggegoroti tubuhnya, hingga lembaga obat AS yang selalu membayang-bayangi kelompok terapi obat Dallas Buyers Club yang menggunakan obat-obat tanpa persetujuan pemerintah. Ron pun ditampilkan sebagai sebuah tokoh anti-hero; perokok berat, pemabuk, kokain, hingga seks bebas. Paduan ini yang menjadi menarik untuk diamati, bagaimana seseorang dengan karakteristik yang jauh dari baik dan sempurna tersebut mampu memberikan harapan hidup bagi ratusan pengidap AIDS di AS.

Film ini juga dengan tepat menggambarkan perkembangan karakter seorang Ron di berbagai sisi. Dimulai dari sisi perlawanannya terhadap penyakit AIDS dan pemerintah, hingga sisi homophobic-nya dengan berteman dengan seorang waria, Rayon. Jelas pertemanannya dengan Rayon cukup mengubah jalur hidup Ron, dan secara langsung juga sedikit banyak memberikan perspektif baru baru Rayon.

Dengan budget rendah, Dallas Buyers Club jelas unggul di segi akting. Kini gue menjadi mengerti mengapa Matthew McConaughey dan Jared Leto membawa pulang piala Oscar untuk kategori Best Actor dan Best Supporting Actor. McConaughey yang harus menurunkan berat badannya sebanyak 20 kg tidak hanya tampil sangat kurus, tetapi juga tampil sangat meyakinkan sebagai Ron Woodroof. Seseorang yang berusaha tampil tegar dan kuat, bahkan ketika virus HIV menyerang kekebalan tubuhnya. 


Namun jelas acungan jempol harus diarahkan kepada Jared Leto yang sangat sempurna memerankan Rayon. Tata rias, tata rambut, dan pakaian yang kewanitaan jelas akan menjadi sia-sia jika Leto tidak mengubah suaranya menjadi lebih tinggi. Damn, gue bahkan tidak melihat ada sosok Jared Leto - mantan vokalis band 30 Seconds to Mars itu - di film ini. Leto benar-benar mengubah dirinya menjadi seorang waria - lengkap dengan suara altonya - serta penampilan aktingnya yang menakjubkan. Singkat kata, ternyata kalau Jared Leto berdandan jadi wanita itu cantik! Kabarnya, Jared Leto tetap mempertahankan karakternya selama syuting, tanpa sedetik pun lepas dari karakter Rayon. Luar biasa.

Untuk yang mencari penghiburan dengan menonton film, jelas ini bukan film yang tepat. Dallas Buyers Club lebih kepada sebuah tontonan edukatif dari sisi pemahaman penyakit AIDS di era 80-an, studi karakter seorang Ron Woodroof, serta parade akting yang menakjubkan dari para aktor dan aktrisnya. Tetap, Dallas Buyers Club wajib ditonton untuk menambah perbendaharaan film-film kualitas Oscar.

)

USA | 2013 | Drama / Biografi | 117 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

Won for Best Actor (Matthew McConaughey), Best Supporting Actor (Jared Leto), Best Makeup & Hairstyling, Nominated for Best Picture, Best Editing, Best Original Screenplay, Academy Awards, 2014.

Won for Best Actor, Best Supporting Actor, Golden Globes, 2014.

- sobekan tiket bioskop tanggal 7 Maret 2014 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top