24 January 2014
0 kritik

Jack Ryan: Shadow Recruit

"Film yang berkisah tentang seorang analis CIA ini memang menghibur dengan setiap adegan aksinya, namun tidak menawarkan sesuatu yang baru di genre-nya"

Diadaptasi dari novel spionase karya Tom Clancy, berkisah tentang seorang mantan Marinir yang direkrut oleh CIA sebagai analis ekonomi berkat kecerdasannya, Jack Ryan. Menyamar dan bekerja di Wall Street, Jack menemukan rekening aneh milik pengusaha asal Rusia. Penyelidikannya pun membawanya hingga Rusia dan menemukan dirinya terjebak diantara rencana Rusia untuk menghantam ekonomi AS. Sebagai agen yang biasa bekerja di belakang meja, kini Jack Ryan harus berusaha untuk menggagalkan rencana jahat Victor Cheverin yang hendak menghancurkan AS pasca 9-11.

Bukan pertama kali karakter pahlawan Jack Ryan ini di adaptasi menjadi film oleh Hollywood. Tercatat ada empat film dimana karakter Jack Ryan diperankan oleh tiga aktor yang berbeda; The Hunt for Red October (1990) - Alex Baldwin, Patriot Games (1992) - Harrison Ford, Clear and Present Danger (1994) - Harrison Ford, dan yang teranyar adalah The Sum of All Fears (2002) - Ben Affleck. Kini pihak pembuat film tampaknya ingin mengangkat kembali kisah saga dari perjalanan Jack Ryan dengan membuat versi reboot. Mungkin pihak produser berharap hal yang sama terjadi pada serial Jack Ryan dengan hadirnya Chris Pine, seperti bagaimana dirinya mengangkat dengan sukses reboot dari Star Trek.


Hal yang paling janggal adalah betapa kadaluarsanya novel Tom Clancy jika diadaptasi dalam dunia modern dengan setting tahun sekitar 2013 - 2014. Novel-novel Jack Ryan karya Tom Clancy yang terbit di era perang dingin AS - Uni Soviet tidak jauh berkisah tentang sengitnya persaingan diantara dua negara digdaya tersebut, lengkap dengan politik dan spionasenya. Ketika penulis naskah Adam Cozadd dan David Koepp menulis ulang karakter dan kisah Jack Ryan, aura "perang dingin" tersebut memang diinterpretasikan dengan perseteruan antara AS dengan Rusia. Namun rasanya plot ini sudah sangat usang, apalagi jika disejajarkan dengan sederet film aksi dan spionase lainnya di Hollywood. Perseteruan AS-Rusia dalam film ini juga sangat klise dan tipikal. Praktis Shadow Recruit sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru dalam awal karir reboot-nya ini.


Reboot dari saga Jack Ryan kali ini memang belajar banyak dari film-filmnya terdahulu. Jika The Sum of All Fears dan film-film sebelumnya terlalu bernuansa politis - sejajar dengan atmosfer dari novelnya Tom Clancy, maka dalam Shadow Recruit ini unsur politis tersebut dilunturkan, dan diganti dengan unsur action yang berlipat ganda. Keputusan ini memang demi komersialisme dan agar filmnya dapat diakses oleh lebih banyak penonton. Tetapi dengan cerita asli yang memiliki titik gravitasi utama pada unsur politis, tentunya ini adalah sebuah bumerang tersendiri. Dengan hilangnya unsur politis, jelas hal ini menjadikan Shadow Recruit sebagai film aksi tipikal.

Setiap adegan aksinya memang menghibur. Plot cerita yang ditawarkan pun cukup asyik untuk dinikmati, meski arah jalan ceritanya sangat mudah untuk ditebak. Tapi ini adalah tipikal film yang akan lebih nyaman dinikmati di rumah.



USA | 2014 | Action | 105 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
6 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 24 Januari 2014 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top