A Man Called Otto - Review


Gue udah pernah nonton versi Swedianya, A Man Called Ove (2015), yang diadaptasi dari buku berjudul yang sama. Ngeliat Hollywood ikutan adaptasi filmnya bikin gue agak ragu sih, tapi Tom Hanks juga yang main. Jadi rasanya kualitasnya akan terjaga ya, mengingat beliau cukup pilih-pilih naskah dan proyek yang potensial.

Pertama-tama, akan banyak adegan yang bisa memicu trauma, terutama depresi dan keinginan bunuh diri. Sebenarnya kisah kakek Otto ini cukup kelam, meski ada selipan komedi di banyak adegan yang sukses membuat film ini jadi lebih ringan dan menghibur. Tapi jangan sampai ketawa di salah momen ya. Premiere screening semalam ada banyak penonton yang ketawa di momen yang salah sih, perlu di cek lagi tuh kalibrasi komedinya.


A Man Called Otto ini masih banget ngebawa jalan cerita dan emosi yang sama dengan versi Swedianya. Sebuah kisah dengan hati yang besar dan hangat, yang ngasih liat kalau kebaikan bisa muncul di momen yang paling pahit sekalipun. Gue akui, versi Hollywood ini masih mengandung bawang yang kental sih. Endingnya lumayan bikin dada gue sesek. Bener-bener masih jadi tipikal film yang ngasih liat pentingnya kesehatan mental dan juga tetap terus berbuat baik terhadap orang lain.






- sobekan tiket bioskop tanggal 12 Januari 2023 -
----------------------------------------------------------
review film a man called otto tom hanks
review a man called otto tom hanks
a man called otto tom hanks movie review
a man called otto tom hanks film review
resensi film a man called otto tom hanks
resensi a man called otto tom hanks
ulasan a man called otto tom hanks
ulasan film a man called otto tom hanks
sinopsis film a man called otto tom hanks
sinopsis a man called otto tom hanks
cerita a man called otto tom hanks
jalan cerita a man called otto tom hanks

Komentar