Puss in Boots: The Last Wish - Review


Kalau Puss in Boots: The Last Wish nggak pakai gaya animasi Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018), rasanya gue nonton di televisi aja. Animasinya beneran bagus dan sangat memanjakan mata. Visualnya memang bukan bergaya semirip mungkin dengan kehidupan nyata, tapi pakai gaya komik dan jadinya penuh dengan imajinasi.

Kisahnya juga ternyata sangat bisa dinikmati oleh semua umur, bahkan orang dewasa. Secara keseluruhan memang sangat menghibur anak-anak apalagi dengan berbagai lelucon dan deretan slapstick. Tapi nggak gue sangka, kisah Puss yang takut mati untuk kemudian bisa menikmati hidup sangat filosofis dan bisa jadi bahan permenungan kita semua.


Puss yang tadinya punya 9 nyawa memang jadinya hidup seenaknya tanpa takut mati. Tapi ketika nyawanya tinggal satu, dia jadi sangat berhati-hati ketika menemui halangan dan rintangan. Saking takutnya, dia malah nggak bisa menikmati hidup seperti orang biasa. Siapa sangka Perrito, si anjing gembel yang happy-go-lucky, bisa jadi inspirasi untuk menikmati dan memaknai hidup dengan totalitas.






- sobekan tiket bioskop tanggal 15 Januari 2023 -
----------------------------------------------------------
review film puss in boots the last wish
review puss in boots the last wish
puss in boots the last wish movie review
puss in boots the last wish film review
resensi film puss in boots the last wish
resensi puss in boots the last wish
ulasan puss in boots the last wish
ulasan film puss in boots the last wish
sinopsis film puss in boots the last wish
sinopsis puss in boots the last wish
cerita puss in boots the last wish
jalan cerita puss in boots the last wish

Komentar