10 August 2015
0 kritik

The Canal

"Horor yang sangat kuat dengan mengandalkan ketidakpastian sebagai elemen utamanya"

Seorang juru arsip film, David, sedang mengalami masa sulit dalam hidupnya. Ia mencurigai Alice, istrinya, berselingkuh dengan rekan kerjanya. Di sisi lain, ia sedang menyelidiki arsip film yang baru masuk, yang ternyata adalah rekaman kepolisian tentang pembunuhan yang terjadi di rumahnya pada tahun 1902. Kemudian David mulai mendengar suara-suara aneh, dan melihat bayangan seeorang di rumahnya. Suatu hari David melihat Alice memang benar berselingkuh, namun kemudian Alice hilang. Polisi mencurigai David, tetapi ia berusaha untuk mencari bukti bahwa ada hubungan antara kejadian supranatural di rumahnya dengan hilangnya Alice.

The Canal hadir menjadi sebuah film horor yang unik dan berbeda. Gue suka horror treatment yang digunakan dalam film ini yang artistik dan cenderung mengarah ke arthouse. Film ini sunyi, minim dialog, dan banyak bahasa-bahasa gambar. Horor asal Irlandia ini juga tidak bergantung pada adegan-adegan jump-scares untuk menakuti penontonnya. Melainkan lebih memilih pada pendekatan psikologis, yang menaruh penonton di sudut pandang karakter yang ada di layar. Penglihatan samar-samar di pojok mata, belakang kepala, hingga di depan mata. Penampakan yang hanya diiringi oleh scoring menakutkan, namun sangat efektif membuat bulu kuduk berdiri.



Sudah lumayan lama gue tidak menonton film horor yang membuat gue beberapa kali memaksa untuk menutup mata, bahkan sampai merinding beberapa kali. The Canal tidak membuat gue terkejut atau lompat dari tempat duduk, melainkan membuat gue mengerang ketakutan melihat long-shot dalam kegelapan kemudian secara perlahan muncul sesuatu. Yes, penglihatan yang awalnya dimulai dari bloke hitam tiba-tiba berubah menjadi wujud orang adalah hal yang sangat efektif untuk memancing ketakutan penonton.

Secara keseluruhan, rasanya The Canal menggunakan teknik ketidakpastian untuk memancing imajinasi terliar yang berbarengan dengan rasa takut penonton. Banyak shot yang mengarah pada ruangan gelap, namun ada sosok orang secara samar, untuk kemudian shot tersebut ditahan cukup lama selama beberapa detik - sebuah shot yang akan membuat anda menjerit dalam hati "stooop!!".


Selain dari segi horor, plot cerita juga dibangun berdasarkan pondasi ketidakpastian tersebut. Kejadian yang dialami oleh David memang dapat diinterpretasikan dengan berbagai hal, apakah hanya kondisi psikologis atau memang David mengalami hal supranatural. Penonton hanya dihadapkan pada fakta tentang apa yang dilihat dan dialami oleh David, untuk kemudian ditinggalkan dalam kebingungan dan absurditas - sama seperti apa yang dialami oleh David.

Untuk menikmati The Canal, memang penonton harus bersabar dalam setengah film pertama, untuk menelan semua cerita yang dikupas satu demi satu. Tetapi kemudian kesabaran tersebut akan terbayar tuntas dengan adegan klimaks yang powerful. Tidak hanya semua misteri terjawab, tetapi juga dihujani oleh semua horror-treatment dalam beberapa menit tanpa henti. Dan setidaknya akan ada beberapa adegan yang akan menempel dalam kepala selama beberapa hari.



Ireland | 2014 | Horror | 92 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 10 Agustus 2015 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top