05 August 2015
0 kritik

Mission: Impossible - Rogue Nation

"Kisah spionase yang back to basic dengan penyamaran dan tipu daya yang cerdas"

Ethan Hunt dan timnya kali ini berhadapan dengan organisasi anti-IMF dengan kemampuan dan keahlian yang setingi IMF; Syndicate. Mereka harus menghancurkan Syndicate yang sedang dalam usaha untuk meneror dunia. Namun kali ini IMF telah ditutup, dan Ethan Hunt juga harus menghindari kejaran CIA yang mengincar dirinya. Ia dibantu oleh Ilsa Faust, seorang agen MI6 yang mungkin adalah anggota Syndicate, mungkin juga tidak.

Di serial ke-5 dari petualangan Ethan Hunt, formula yang sama sejak versi orisinilnya rilis tahun 1996 masih konsisten digunakan. Ethan Hunt diancam dan dijebak, lalu terpaksa untuk mencuri sebuah barang di sebuah fasilitas dengan keamanan maksimum dan sulit untuk ditembus. Yes, pada dasarnya Mission: Impossible adalah film infiltration dengan gadget canggih, dijalankan dalam kerja tim, namun berhasil dengan mengandalkan faktor keberuntungan yang tinggi. Tetapi serial ini tetap menarik untuk ditonton dan diikuti dengan berkah deretan adegan aksi, komedi yang efektif, serta plot yang cerdas.


Dengan formula yang sama, lalu apa yang membuat Rogue Nation berbeda dan menjadi lebih menarik? More action indeed. Salah satunya adalah si aktor utama kita Tom Cruise yang hobi adrenaline-rush mencoba mengungguli aksi stunt yang dia lakukan sendiri di Burj Khalifa dalam Ghost Protocol (2011). Jadi apa yang lebih tinggi dari gedung tertinggi di dunia? Yoi, bergelantungan di luar pesawat yang sedang take off sampai ketinggian 5000 kaki (1524 meter, Burj Khalifa "hanya" setinggi 830 meter). Harus gue akui, ini adalah stunt terkeren yang pernah gue lihat dalam sebuah film - dan diperankan oleh sang aktor sendiri.


Rogue Nation juga tidak lupa memasukkan side plot sesuai dengan kondisi modern saat ini; era transparansi di dunia spionase. Sebuah side plot yang diangkat juga oleh film spionase asal Inggris, Skyfall (2012). Hal ini menjadi fenomena yang menarik karena film spionase dari era klasik hingga modern tetap ingin terasa nyata dengan memasukkan sedikit latar belakang situasi terkini ke dalam plot cerita mereka.

Jika ada kekurangan dalam Rogue Nation, maka bagi gue pribadi jelas adalah porsi adegan action-nya yang terasa jauh lebih sedikit ketimbang Ghost Protocol. Memang tampaknya sutradara dan penulis naskah Christopher McQuarrie ingin fokus dan memberi penekanan khusus pada spionase dan prinsip seorang Ethan Hunt yang "zero body counts" dalam setiap aksi infiltrasi-nya. Segala tipu daya dan penyamaran yang ditunjukkan dalam film ini memang sangat menarik, cerdas, dan twisting. Namun sulit untuk tidak membandingkan dengan Ghost Protocol yang lebih banyak baku tembak dan car chase.


Secara keseluruhan, Rogue Nation memang menjadi serial M:I yang nyaris sempurna. Dengan cerdas, Rogue Nation banyak memberikan homage pada keempat serial MI sebelumnya. Mulai dari kisah pembobolan CIA yang terjadi dalam MI (1996), gantungan kunci Rabbit's Foot yang menjadi MacGuffin dalam M:I3 (2006), hingga kejar-kejaran sepeda motor yang menjadi ciri khas M:I2 (2000). Rogue Nation jelas tidak hanya menghibur fans MI secara keseluruhan, tetapi juga dapat memberikan pop-corn matters yang tinggi kepada penonton kebanyakan. Menonton di layar selebar mungkin dan sound system yang oke jelas sangat disarankan demi sensasi menonton yang maksimal.


2015 | USA | Action | 131 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Scene During Credits? Tidak


Scene After Credits? Tidak

Wajib 3D? N/A (film ini hanya rilis dalam format 2D)

Wajib 4DX? Ya

Wajib IMAX? YA!

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 5 Agustus 2015 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top