07 February 2014
0 kritik

The Lego Movie

"Film animasi yang semuanya terbuat dari mainan LEGO ini tidak hanya menghibur mata dan telinga, tetapi juga menyimpan makna yang sangat sesuai dengan filosofi LEGO"

The LEGO Movie adalah film panjang animasi pertama tentang petualangan para karakter LEGO. Film ini berkisah tentang Emmet, figur mini LEGO yang sangat biasa dan tipikal dengan figur mini lainnya. Emmet hidup sangan patuh pada instruksi yang dimilikinya, mulai dari bangun pagi, beli "overpriced coffee", hingga bekerja sebagai pekerja bangunan. Suatu waktu di tempat kerjanya, Emmet terjatuh pada lubang bawah tanah yang misterius dan menemukan sebuah potongan aneh yang kabarnya dapat menyelamatkan dunia. Menemukan potongan itupun, Emmet disangka sebagai seorang yang terpilih untuk menyelamatkan semesta LEGO. Emmet yang dikejar-kejar oleh Bad Cop, dibantu oleh Wyldstyle - seorang MasterBuilder yang mampu membuat apa saja dari barang-barang di sekitar. Emmet dan teman-teman barunya pun harus mengejar waktu demi menghentikan rencana jahat yang akan mengubah semesta LEGO untuk selama-lamanya.

The LEGO Movie bisa dibilang bukan film animasi biasa. Jelas ini adalah sebuah film LEGO! Dimana semuanya, mulai dari latar belakang tempat, peralatan, hingga efek api dan asap, terbuat dari keping-keping mainan LEGO. Mungkin ini terkesan strategi marketing yang sangat ampuh dalam mempromosikan "apa saja yang bisa anda buat dengan keping LEGO yang mungil itu", tapi jelas hadirnya film ini adalah sebuah sejarah tersendiri dalam dunia film animasi. Berbeda dengan video series yang pernah dibuat LEGO sebelumnya yang lebih terlihat realistis, The LEGO Movie malah dibuat semirip mungkin dengan mainan LEGO yang ada. Dengan kombinasi antara efek CGI dengan teknik stop-motion, film ini tidak hanya membuat penonton berdecak kagum dengan gedung, gunung, dan laut yang terbuat dari LEGO, tapi juga terhenyak dengan jalan cerita serta makna yang terkandung di dalamnya.


Walaupun ini adalah tipikal film animasi anak-anak, tetapi humor yang ada dalam film ini juga dapat diakses dengan mudah oleh penonton dewasa lewat dialog-dialog komikal atau bahkan parodi dari referensi film-film lain. Selain humor-humor cerdas yang sangat efektif mengocok perut, The LEGO Movie juga sarat dengan cameo tokoh-tokoh dunia maupun fiktif, yang memang merupakan produk asli dari LEGO dalam membuat minifigure dari tokoh tersebut. Absen saja, mulai dari Batman yang mendapat banyak porsi, Gandalf, Dumbledore, Abraham Lincoln, hingga Shaquille o'Neal yang komikal. Namun satu cameo yang membuat gue berteriak kegirangan jelas adalah *mungkin SPOILER* Millenium Falcon dengan para pengemudinya.

Petualangan Emmet membuat penonton berjalan-jalan dari kota LEGO, ke daerah Wild West, hingga negeri di atas awan yang imajinatif. Perpindahan tempat ini tidak henti-hentinya membuat gue sangat terpesona dengan semua - catat, semua! - hal yang ada di sekeliling Emmet yang terbuat dari mainan LEGO. Ketika jalan cerita mulai terasa biasa tipikal dengan film-film animasi lain yang memiliki nilai heroik, gue kembali dikejutkan dengan 1/4 terakhir dari film ini. Sebuah twist yang sangat jenius, yang dengan jelas membawa esensi dasar dari mainan asal Denmark ini.


Menurut gue, twist tersebut sangat tepat dalam membawakan filosofi dasar dari mainan LEGO. Kata LEGO sendiri berasal dari permainan kata bahasa Denmark "Leg Godt" yang berarti "play well". Sementara dalam bahasa Latin berarti "I gather together" atau berarti "I connect" dalam bahasa Italia. Intinya, dengan berbekal keping LEGO kecil, kita - literally - dapat membangun apa saja. Mulai dari mobil, motor, pesawat ulang-alik, bahkan gedung bertingkat. Batasannya hanya imajinasi anda. Melalui premis ini, film The LEGO Movie secara jelas menyampaikan bahwa semestinya mainan LEGO dimainkan menurut imajinasi si pengguna, dan jelas bukan untuk membuat museum atau "maket" pertunjukan yang mewah dan elit.

Jika ingin mengupas makna tersebut lebih dalam lagi - dalam tataran filosofis - maka anda akan mendapatkannya. Tanpa mencoba untuk spoiler, cerita dalam film ini juga ingin menyiratkan bahwa kehidupan Emmet dan teman-teman lainnya yang menjalani kehidupan "sesuai instruksi" seakan cerminan dari hidup kita sehari-hari. Bangun pagi, bermacet-macet di jalan, bekerja, pulang dan bermacet-macet lagi, dan seterusnya. Kehidupan layaknya telah diatur sedemikian rupa, tanpa kita sanggup untuk mengubahnya. Well, Emmet dan teman-temannya telah membuktikan bahwa mereka - figur mini LEGO - memiliki "free will". Sebuah keinginan bebas untuk berimajinasi dan melakukan hal diluar rutinitas sehari-hari. Ya meski rutinitas itu telah diatur sedemikian rupa agar menyenangkan, tetapi malah mematikan imajinasi dan kreativitas yang ada di dalam otak bukan?


The LEGO Movie jelas sebuah film yang tidak hanya menghibur mata dan telinga semata lewat keajaiban keping LEGO dalam menstimulasi imajinasi manusia, tetapi juga menjadi memberikan makna yang berharga bagi pikiran dan hati para penontonnya. Meski dirilis di awal tahun, semoga juri Oscar tidak lupa memasukkan The LEGO Movie dalam daftar nominasi Best Animated Feature dalam Oscar tahun depan.



USA | 2014 | Animation | 100 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
9 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 7 Februari 2013 -


BONUS:
Film pendek berdurasi 17 menit tentang sejarah LEGO


0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top