10 October 2013
0 kritik

Cloudy with a Chance of Meatballs 2

"Walaupun dipenuhi berbagai humor yang menyasar pada anak-anak saja, film ini tetap menghibur dengan visual dan warna-warni yang mengagumkan"

Beberapa menit setelah Flint Lockwood berhasil mematikan mesin FLDSMDFR pada film yang pertama, Chester V seorang ilmuwan terkenal datang untuk memberi bantuan membersihkan pulau Swallow Falls dari sisa-sisa makanan raksasa. Bertemu dengan idola masa kecilnya, Flint pun menerima tawaran Chester untuk bergabung di Live Corp Company yang bekerja untuk menemukan teknologi-teknologi canggih demi kehidupan manusia yang lebih baik. Chester V yang memiliki rencana jahat dibalik niatnya untuk membersihkan tempat tinggal Flint dan kawan-kawan, menemukan bahwa mesin FLDSMDFR masih hidup. Mesin tersebut kini malah memproduksi makanan-makanan raksasa yang memiliki mata, mulut, tangan, dan kaki - alias hidup! Tacodiles, shrimpanzees, hingga strawberry hidup yang lucu kini mengisi pulau Swallow Falls. Flint dan kawan-kawannya pun harus kembali ke pulau tersebut untuk menyelamatkan dunia.

Gue ingat bagaimana gue menonton film pertamanya dulu tahun 2009. Setelah menonton sekuelnya, yang nyaris memiliki atmosfer yang sama, rasanya memang benar bahwa franchise ini ditujukan hanya untuk anak-anak. Setiap humor yang ada, cukup kekanakan. Apalagi humor one-liner yang ada tampaknya hanya dimengerti oleh orang-orang Amerika sana. Tapi tetap film ini memberikan visual yang sangat mengagumkan; warna-warni yang cerah, serta detil dari setiap foodanimal yang menakjubkan. Penonton kaum hawa usia berapapun pasti akan senang melihat berbagai makanan hidup yang lucu dan menggemaskan.


Jika di film pertamanya pembuat film seakan membawa makna kekeluargaan, maka di film kedua ini tema yang ingin diangkat adalah persahabatan. Tema ini konsisten muncul dari awal hingga akhir film. Terutama ketika bagaimana Flint yang akhirnya mencapai mimpi masa kecilnya untuk bekerja bersama dengan Chester V, dan harus memilih antara mimpi masa kecilnya atau persahabatan yang telah ia punya selama ini. Dilema itu pun semakin memuncak ketika mesin FLDSMDFR semakin ganas dalam melahirkan foodanimal dan memenuhi pulau Swallow Falls.


Gue memang kurang dapat menikmati film ini dengan berbagai humor yang hit-and-miss, apalagi dengan jalan cerita yang sangat tipikal. Namun jelas berbagai foodanimal yang ada dalam film ini menjadi sumber perhatian utama. Kita lihat saja kemunculan boneka-bonekanya sebagai official/unofficial merchandise dari film ini.



USA | 2013 | Animation | 95 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
7 dari 10

Wajib 3D? RELATIF 
(dari versi 2D-nya, tidak banyak peluang adegan yang memiliki efek depth dan pop-out, meski warna-warni yang cerah sangat mendominasi dalam film)

Scene During Credits? YA
(Setelah animation credits yang mengagumkan, akan ada extra scene tentang Barb the Ape dan Steve the Monkey)

Scene After Credits? TIDAK 

- sobekan tiket bioskop tanggal 10 Oktober 2013 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top