12 October 2013
0 kritik

Captain Phillips

"Berdasarkan kisah nyata perompakan kapal Maersk Alabama tahun 2009, film yang intens dan cerdas ini menyuguhkan kualitas akting terbaik dari Tom Hanks"

Richard Phillips adalah pria biasa kebanyakan asal AS ; berasal dari keluarga biasa-biasa saja dan menjalani pekerjaan dengan sangat baik. Pada sebuah pekerjaan rutin, Kapten Phillips harus menahkodai kapal kontainer Maersk Alabama melewati perairan Somalia; sebuah perairan yang terkenal dengan para perompak Somalia. Ketika terlihat dua perahu motor dengan masing-masing empat orang Somalia bersenjatakan AK-47, Kapten Phillips dengan segudang pengalamannya pun harus memimpin para awaknya agar siap menghadapi para perompak. Ketika para perompak naik ke kapal Maersk Alabama, kini Kapten Phillips harus berhadap-hadapan dengan pimpinan perompak, Muse, yang memiliki berbagai tekanan sosial untuk membawa pulang "hasil" ke tanah Somalia.

Film yang diangkat dari kisah nyata perompakan kapal Maersk Alabama pada tahun 2009 ini rasanya ingin menceritakan lebih dari sekedar pengalaman personal Kapten Phillips. Sebagai kapal asal AS yang pertama kali dibajak sejak 200 tahun yang lalu, Maersk Alabama seakan menjadi saksi bisu dari pertemuan dua karakter dengan latar belakang yang berbeda 180' namun memiliki tujuan yang sama; bertahan hidup. Paul Greengrass (The Bourne Supremacy, The Bourne Ultimatum, Green Zone) pun mengemas film drama thriller ini dengan gaya bercerita yang cepat dan intens, dibungkus dengan gaya shaky kamera yang menjadi ciri khasnya, dan dinahkodai oleh penampilan sempurna dari Tom Hanks.



Layaknya film-film based-on-a-true-story lainnya, selalu ada sanggahan bahwa versi film terlalu di dramatisir. Setiap detil kejadiannya memang tepat. Namun ada pembicaraan bahwa menurut pengakuan para kru asli dari Maersk Alabama - yang pernah menuntut perusahaan mereka sebesar setengah milyar dollar AS - bahwa kapten mereka "tidak seheroik" yang ada di buku ataupun di film. Perbandingan antara versi fiksi dan fakta memang selalu ada dan tidak dapat dihindari. Namun dalam ranah sebuah film, film Captain Phillips yang skenarionya didasarkan pada buku biografi karangan Richard Phillips (A Captain's Duty: Somali Pirates, Navy SEALS, and Dangerous Days at Seam, 2010) tetap menjadi sebuah film yang sangat menarik untuk ditonton dan dinikmati.

Jika ada sutradara yang dapat menarik emosi penonton hingga seakan merasakan apa yang sedang terjadi di layar lewat gaya shaky kamera dengan kamera handheld, rasanya Paul Greengrass adalah salah satunya. Gue masih ingat dengan jelas di Green Zone (2010), dimana Matt Damon kejar-kejaran dengan para musuhnya di pasar malam, gaya shaky kamera itu yang - meski sedikit puyeng - justru menaikkan tensi adegan berkali-kali lipat. Di Captain Phillips, shaky kamera tersebut memang intensitasnya tidak sebanyak seperti yang ada dalam Green Zone - atau Bourne - tapi jelas metode ini sangat efektif untuk membuat emosi adegan menjadi jauh lebih menegangkan.


Bintang utama dalam film ini jelas adalah Tom Hanks. Sekali lagi, Tom Hanks memberikan penampilan maksimal yang sempurna untuk membawakan karakter yang harus kuat di depan para kru kapal, hingga breakdown scene di akhir film - yang kabarnya diimprovisasi on set - yang sangat mengagumkan tersebut. Gue akan sangat heran jika tidak melihat nama Tom Hanks dalam deretan nominasi Best Actor di Oscar 2014 nanti.

Jika ada yang dapat mengimbangi penampilan Tom Hanks, rasanya orang tersebut adalah Barkhad Abdi asal Somalia asli. Baru pertama kali akting di layar lebar, dan dipasangkan dengan aktor sekaliber Tom Hanks, Barkhad Abdi benar-benar memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sangat baik. Berperan sebagai pimpinan kawanan perompak, Muse, dia benar-benar menampilkan sosok perompak yang tidak kenal belas kasihan dan konsisten untuk fokus pada satu tujuan. Latar belakang karakter Muse yang keluar secara implisit sepanjang film pun semakin memperkuat karakternya sebagai seorang nelayan Somalia biasa yang terjebak untuk harus melakukan hal apapun agar dapat bertahan hidup.


Pertemuan dua karakter yang sama kuatnya ini yang tampaknya menjadi panggung utama dalam durasi 134 menit dalam film ini. Ketika ada dua "kapten" yang memiliki ketekunan hati dan determinasi yang tinggi dipertemukan, maka dinamika interaksi antara dua karakter ini akan menjadi sangat menarik untuk disimak dan dipelajari. Dari setiap aksi-reaksi yang ditunjukkan oleh masing-masing dari kapten Phillips dan Muse ini, maka sedikit demi sedikit penonton mendapatkan gambaran holistik mengenai kehidupan dua karakter ini.

Di masa-masa dimana para pembuat film berlomba-lomba merilis film-film kualitas Oscar mereka - agar para juri Oscar dapat mengingatnya lebih baik - Captain Phillips muncul dengan ciri khas yang berbeda dari film-film Oscar contenders lainnya. Dengan Tom Hanks dan Barkhad Abdi, Captain Phillips pun menjadi sebuah film yang bercerita lebih dalam dari sekedar cerita pembajakan kapal biasa. Pada lapisan terdalam, Captain Phillips berusaha untuk tidak memberikan label baik vs buruk pada setiap karakter yang ada di dalamnya. Namun kisah yang ada dalam film ini hendak mengupas insting paling dasar yang ada dalam diri manusia; bertahan hidup.



USA | 2013 | Action / Biography / Drama / Thriller | 134 min | Aspect Ratio 2.35 : 1


Scene After Credits? TIDAK

Scene During Credits? TIDAK

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 12 Oktober 2013 -

Nominated for Best Motion Picture, Best Supporting Actor (Barkhad Abdi), Best Film Editing, Best Sound Editing, Best Sound Mixing, Best Adapted Screenplay, Academy Awards, 2014

Nominated for Best Motion Picture - Drama, Best Actor (Tom Hanks), Best Supporting Actor (Barkhad Abdi), Best Director (Paul Greengrass), Golden Globes, 2014

Nominated for Best Adapted Screenplay, Best Film, Best Actor, Best Supporting Actor, Best Cinematography, Best Editing, Best Sound, Best Director, BAFTA, 2014

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top