25 September 2012
0 kritik

Ted

"Humor cerdas dari kreator Family Guy, Seth MacFarlane, menjadi kekuatan utama film yang kocak dan menyenangkan ini, walaupun kurang kena dengan penonton Indonesia"

Film-film komedi AS yang menggunakan karakter animasi sebagai peran utama memang bukan film-film pilihan saya. Paul (2011) hanyalah satu dari beberapa film sejenis yang saya sukai. Kini daftar tersebut tampaknya akan bertambah dengan kehadiran film hasil karya sutradara dan penulis Seth MacFarlane, sang kreator film seri Family Guy ini dalam film Ted.

Di suatu malam Natal, John Bennet kecil membuat terkabulnya suatu permohonan yang diimpikan oleh ribuan anak kecil di dunia; membuat boneka Teddy Bear-nya menjadi hidup. John pun tumbuh besar bersama sahabat masa kecilnya Ted, yang juga tumbuh layaknya laki-laki slengean. Waktunya pun tiba dimana John harus memilih satu yang akan menemani hidupnya hingga akhir; Ted atau Lori pacarnya yang mengharapkan sesuatu yang lebih dari hubungannya yang sekarang ini.

Ternyata film ini menjadi sangat lucu, kocak, dan menghibur, walaupun harus saya akui film ini hanya akan kena pada beberapa segmen penonton saja; penonton AS, fans Family Guy, dan/atau penonton film tahun 1980-an. Gaya humor cerdas MacFarlane memang menjadi kekuatan utama dalam film ini, yang tercerminkan lewat dialog-dialognya. Humor-humor ini yang menjadi sajian utama disamping plot "romance vs bromance" yang sangat formulatif.

gambar diambil dari sini
Karakter Ted yang juga disuarakan oleh MacFarlane benar-benar memegang kemudi kemana jalan cerita film ini akan bergulir. Termasuk karakter hidup kita, John Bennet yang diperankan dengan baik oleh Mark Wahlberg dan Lori yang dimainkan oleh Mila Kunis yang cantik, pun mengikuti ritme cerita yang ada. Karakter Ted rancangan MacFarlane ini tampaknya akan menjadi karakter sahabat idola para lelaki dewasa dimana pun. Siapa yang sangka dibalik kelucuan boneka Teddy Bear ini, ternyata Ted adalah seorang boneka beruang yang gaya bicaranya cenderung kasar, peminum, gamers, pecinta film-film 80-an, dan playboy yang hobi ML - walaupun tidak memiliki penis. Sifat-sifat yang begitu membumi ini yang seakan membuat Ted tidak dapat disebut sebagai "it" melainkan seorang "he". Oya, karakter Ted ini yang membuat para pengelola bioskop di Indonesia khusus memasang tambahan stiker "Khusus Dewasa" di setiap poster film ini, menandakan bahwa tidak jarang ada keluarga yang "tertipu" dengan boneka Teddy Bear yang ada dengan membawa anak-anak mereka yang masih dibawah umur.

Humor-humor yang dibawa oleh MacFarlane memang tidak dapat dinikmati secara universal oleh semua kalangan penonton. Praktis saya hanya tertawa di beberapa bagian, khususnya humor di segmen film tahun 80-an dan sedikit tentang humor stereotipe AS. Tidak heran film ini cukup meraih kesuksesan di tanah Paman Sam yang sebagian besar juga familiar dengan serial Family Guy. Di bioskop di Indonesia, saya menyaksikan sendiri bagaimana kalemnya penonton Indonesia dalam menyerap berbagai humor yang dilemparkan oleh MacFarlane di setiap adegannya, kecuali di bagian humor seks.
gambar diambil dari sini
Hal lain yang membuat film ini menarik adalah menyaksikan berbagai cameo yang ada dalam film ini. Setiap penampilan cameo-nya akan membuat penonton (dari kalangan tertentu) akan terkejut dan memekik senang. Selain bermaksud memberikan penghormatan tersendiri terhadap latar belakang dari cameo tersebut, kejutan parade cameos ini juga membuat film ini menjadi sangat mengasyikkan untuk dinikmati sampai ending credits bergulir.

Walaupun kurang sinkron-nya humor yang ada dalam film ini dengan latar belakang penonton Indonesia, namun film ini masih tetap dapat dinikmati untuk tertawa bersama dengan teman-teman.



USA | 2012 | Comedy | 106 mins | Aspect Ratio 1.85 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 25 September 2012 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top