14 April 2012
0 kritik

21 Jump Street

Ketika Hollywood sedang kehabisan ide, serial-serial TV yang sukses di akhir tahun 80-an dan awal tahun 90-an pun dibuatkan film panjangnya. Untuk kategori film polisi yang sedang menyamar, Heat (1995) dan Miami Vice (2006) telah "dibangkitkan" ke dalam bentuk layar lebar dengan generasi penonton yang baru. Satu lagi serial TV polisi remaja yang mengusung genre aksi-komedi yang tayang di tahun 1987 - 1991 pun tidak ketinggalan diangkat ke layar lebar; 21 Jump Street.

Schmidt (Jonah Hill) dan Jenko (Channing Tatum) adalah teman satu SMA dan kini mereka menjadi partner dalam kepolisian dengan mengendarai sepeda di taman kota. Karena memiliki wajah muda dan karakter yang kekanak-kanakan, mereka pun ditugaskan dalam satu unit khusus penyamaran ke berbagai institusi pendidikan.
Tugas pertama mereka adalah mengungkap penyebaran satu jenis obat terlarang jenis baru dan mematikan di sebuah sekolah SMA. Ternyata, tidak hanya harus menuntaskan misi, mereka juga harus mengatasi memori masa-masa mereka ketika SMA selama bertugas.

Bagi yang belum pernah menonton serial TVnya, sejak menit-menit awal dalam film penonton sudah dibiasakan dengan aura komedi yang (ternyata) cukup kental dalam film ini. Bioskop pun penuh dengan ledakan tawa penonton yang menertawakan tingkah kocak serta berbagai celetukan dari petugas polisi Schmidt dan Jenko. Kuatnya karakter Schmidt dan Jenko yang dibangun sepanjang film juga turut membuat penonton merasa kenal baik dengan mereka berdua, sehingga tawa yang keluar pun bukan asal tawa tanpa alasan.

gambar diambil dari sini
Dari segi cerita, sebenarnya sangat sederhana dan sangat tipikal dengan film-film sejenis, seperti penyamaran yang terlalu "dalam", romansa, bromance yang dibumbui konflik, serta kepahlawanan. Alur jalan cerita memang cukup mudah tertebak, namun adegan-adegan tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga penonton tetap tidak dapat mengantisipasi terjadinya perkembangan jalan cerita tersebut. Saking bercandanya film ini, ketika plot cerita semakin ngawur, penonton pun jadi semakin tidak peduli terhadap cerita lagi.

Berhubung memang film ini adalah film yang dibuat untuk ditertawai, maka jangan berharap banyak pada visual efeknya. Fokus saja pada dialog dan gestur dari setiap karakter yang ngawur dalam film ini. Bagi fans berat serial TVnya, siap-siap menerima kejutan berupa cameo beberapa pemeran dari serial TVnya. Ternyata film ini memang bukan remake atau reboot, tetapi merupakan sekuel tidak langsung dari episode terakhir dari serial TVnya.

Trailer film ini memang kurang meyakinkan, tetapi film ini sangat menyenangkan untuk ditonton beramai-ramai bersama teman-teman tercinta.



USA | 2012 | Action/Comedy | 109 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 14 April 2012 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top