11 February 2012
One kritik

The Ides of March

Seberapa familiar anda dengan dunia politik? Bagaimana dengan anda para kaum muda, seberapa pedulikah kalian dengan dunia politik? Apa yang anda tahu tentang apa yang terjadi di balik proses pemilihan presiden? Mungkin kita semua pernah mendengar ungkapan bahwa di dunia politik, kawan bisa jadi lawan dan lawan pun bisa jadi kawan. Bahwa dalam dunia politik, trik-trik kotor pun juga berlaku demi menjatuhkan lawa. Selain itu, ternyata tidak hanya orang-orang dewasa yang terlibat, tetapi juga generasi muda yang sudah melek dan mengabdikan diri di dunia politik. Setidaknya hal-hal tersebut yang tergambar dalam film yang dibintangi dan disutradarai oleh George Clooney ini, The Ides of March.

Stephen Meyers (Ryan Gosling) yang sangat lihai dalam berkomunikasi dengan publik adalah orang kedua dalam program kampanye presiden partai Demokrat dari Gubernur Mike Morris (George Clooney). Di tengah proses voting pertama di Ohio, Meyers melakukan satu tindakan tabu dalam dunia kampanye; bertemu muka dengan manajer kampanye dari saingan politik, Tom Duffy (Paul Giamatti). Selain itu, Meyers juga terlibat asmara dengan Molly Stearns (Evan Rachel Wood), anak magang dalam tim kampanye. Serangkaian kejadian ini pun membuat Meyers harus membuat skala prioritas antara karir, kemenangan tim, atau idealisme pribadi.

Tidak terlalu banyak film yang menggambarkan suasana dan dinamika kampanye pemilihan presiden. Namun sutradara/penulis naskah/aktor George Clooney berani mengangkat tema ini, dan mengadaptasinya dari bentuk teater yang berjudul "Farragut North" ke dalam bentuk layar lebar. Hasilnya adalah sebuah film politik yang penuh drama, menegangkan, dan disertai dengan twist di akhir cerita. Ya, siapa bilang film bertema politik harus selalu membosankan?

gambar diambil dari sini
Mungkin akan banyak penonton yang mengharapkan Clooney membuka tabir politik yang selama ini ditutupi atau dimanipulasi. Tapi ternyata, trik-trik politik yang digambarkan dalam film ini terbilang cukup mainstream. Walaupun twist di akhir film cukup mengejutkan penonton awam, tapi rasanya Clooney tidak terlalu vulgar dalam membuka berbagai kedok politik di AS yang mungkin diharapkan sebagian penonton.

Selain gaya narasi yang selalu membuat penonton penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, akting tanpa cela dari setiap pemerannya juga sangat membantu kenikmatan menonton film ini. Ryan Gosling seperti biasa tampil nyaris sempurna dalam membawakan karakter Meyers yang idealis dan setia, namun harus menelan pil pahit ketika kesetiaannya disalah-gunakan. George Clooney dengan karakter Gubernur Morris pun tampil baik, namun penampilannya kalah menonjol dibandingkan pemeran senior lain seperti Paul Giamatti dan Philip Seymour Hoffman. Di deretan kaum hawa, Evan Rachel Wood sukses membuat film ini menjadi lebih berwarna dengan kecantikannya.



USA | 2011 | Drama | 101 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 11 Februari 2012 -

1 kritik:

  1. nonton dimana,Mo??
    gue ketinggalan nih.. :(

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top