09 February 2012
0 kritik

Chronicle

Kemunculan trailernya beberapa bulan yang lalu mungkin membuat banyak pencinta film menjadi penasaran, khususnya pencinta film superheroes. Bagaimana tidak, konsep cerita yang ditawarkan benar-benar memberikan warna baru. Remaja bermasalah yang tiba-tiba mendapatkan kekuatan telekinesis, dan apa yang mereka perbuat dengan kekuatan super mereka? Semua itu ada dalam film dengan bujet rendah, Chronicle.

Andrew adalah remaja SMA pemalu dan minder yang sering menjadi korban bullying di sekolah dan memiliki masalah dengan orang tuanya. Sementara Matt adalah sepupunya yang cukup tenar di sekolah, beserta dengan Steve si calon ketua angkatan. Dengan niatan ingin membuat video blog, Andrew merekam kesehariannya dalam kamera. Pada suatu malam, mereka bertiga menemukan benda aneh yang tertanam jauh di bawah tanah dan mengalami kejadian aneh yang membuat mereka hilang ingatan akan apa yang terjadi pada malam tersebut. Keesokan harinya, mereka terbangun dengan kekuatan telekinesis. Seiring berjalannya waktu, kekuatan mereka semakin bertambah dan intensitas kekuatan masing-masing orang pun berbeda. Tindakan impulsif dan keisengan mereka dengan kekuatan super pun membawa dampak negatif bagi mereka bertiga dan orang-orang di sekitarnya. Semakin besar kekuatan mereka, semakin besar pula kesempatan dari sisi jahat mereka untuk mengambil alih.

Orang biasa yang tiba-tiba mendapat kekuatan super mungkin sudah menjadi cerita lama di setiap kisah superhero. Beruntung Peter Parker, Kapten Amerika, dan Ironman adalah seseorang dengan kepribadian yang baik saat masing-masing dari mereka memiliki kekuatan super. Namun bagaimana dengan remaja yang memiliki segudang masalah, baik di sekolah maupun dalam keluarga? Sesaat, kekuatan super yang baru saja dia dapatkan mungkin terasa menyenangkan dan mendongkrak kepercayaan diri. Namun kekecewaannya yang dalam terhadap masyarakat dan orang lain menjadi pemicu atas tindakan destruktifnya di kemudian hari. Ya, ini adalah cerita dengan karakter yang berada di daerah abu-abu, dan dinamika transformasinya dari sisi terang ke sisi gelap. Lebih dalam lagi, ini adalah kisah Anakin Skywalker di Kanada tahun 2012.


Yang menarik adalah bagaimana pembuat film menerapkan konsep found footage, atau menggunakan video kamera yang digunakan oleh karakter dalam film untuk mengambil gambar. Penggunaan gaya video kamera ini tidak terbatas pada satu kamera yang dibawa oleh si pemeran utama, tapi juga mengambil angle dari berbagai video kamera yang menyorot para "superheroes" kita. Gaya dokumenter memang selalu berhasil untuk merekatkan jarak antara penonton dengan karakter yang ada dalam layar, apalagi angle cerita seakan-akan dibawakan oleh sang karakter sendiri. Namun yang menarik adalah bagaimana pembuat film memanfaatkan "kekuatan telekinesis" yang dimiliki oleh Andrew untuk mengambil gambar dari sudut-sudut yang bebas dan tidak konvensional. Pengambilan gambar dari kamera yang melayang-layang membuat penonton benar-benar percaya bahwa kamera tersebut benar-benar melayang di udara. Kemampuan telekinesis Andrew dalam mengambil gambar mungkin membuat beberapa sinematografer akan merasa iri.



UK / USA | Action / Drama / Sci-Fi | 84 min | Aspect Ratio 1.85 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 9 Februari 2012 -


BONUS: Alternative Posters

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top