14 October 2011
2 kritik

Cars 2

Sejauh apa arti sebuah persahabatan? Jika sahabat anda membuat anda malu di depan umum karena tingkah polahnya, atau malah membuat anda kalah di sebuah lomba bergengsi, masihkah anda menanggap dia sebagai sahabat anda? Lalu sejauh apa anda akan bertindak untuk mengembalikan hubungan persahabatan yang retak? Kira-kira hal-hal tersebut yang ingin diangkat oleh karya terbaru Pixar di tahun 2011 ini, Cars 2.

Untuk lomba balap mobil World Grand Prix yang menggunakan bahan bakar alternatif, kali ini Lightning McQueen mengajak sahabat karibnya, Mater, untuk berada di pit stop bersamanya. Sayang, tingkah Mater yang "kampungan" dan cenderung memalukan malah tidak mendukung suasana balap McQueen. Sampai akhirnya Mater tidak sengaja terjebak dalam situasi spionase yang rumit. Ingin membuktikan diri, Mater pun membantu para agen Inggris untuk menguak konspirasi di balik persaingan penjualan bahan bakar.

Premis yang mengangkat persahabatan ini memang tampaknya menjadi tema franchise Cars dari Pixar. Semenjak Cars (2006), tema persahabatan ini telah diangkat namun lebih fokus pada karakter jagoan kita, Lightning McQueen, yang menemukan rumahnya di Radiator Springs. Namun pada sekuelnya kali ini, tema persahabatan ini berganti fokus ke Mater, mobil derek reyot yang menjadi sahabat karib McQueen di segala situasi. Sebentar, benarkah mereka bersahabat di segala situasi, termasuk situasi memalukan?

Sebuah sekuel dimana fokus karakter utamanya berpindah dari satu karakter ke karakter lain memang bukan suatu hal yang wajar. Mungkin ini adalah salah satu sebab betapa sekuel ini mendapat banyak kritik negatif. Alih-alih ingin melihat kehebatan Lightning McQueen, penonton malah disajikan dominannya karakter Mater yang lugu dan bodoh sepanjang film. Tapi gue melihat justru ini adalah hal yang menarik, mungkin Pixar ingin memperlihatkan bahwa terkadang karakter non-hero pun bisa menjadi pahlawan.

no one realize that they're being fooled, because they're too busy laughing at the fool -Finn McMissile-

Baiklah, untuk skala Pixar, film ini memang terlalu biasa - dibandingkan dengan film-film Pixar lainnya yang lebih bermuatan filosofis dibandingkan film-film tipe film keluarga. Ini juga bukan pertama kalinya bagi Pixar untuk mengeluarkan sekuel dari film-film sebelumnya, bahkan Toy Story 3 (2010) menuai berbagai pujian positif bahkan terbilang jauh lebih baik daripada film orisinilnya. Atau mungkin semua review negatif itu hanyalah berdasarkan ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap studio animasi sebesar Pixar? Mengingat banyak fans Pixar yang masih terlena dengan briliannya Toy Story 3 yang dirilis setahun yang lalu.
gambar diambil dari sini
Apapun hal negatif yang mereka katakan terhadap film terbaru Pixar ini, gue tetap menaruh apresiasi terhadap Mater dan kawan-kawan. Walaupun premis yang diangkat tergolong cukup ringan, masih banyak hal positif dari film ini. Untuk gue pribadi, gue sangat terkesima dengan detail visual yang disajikan. Sebuah peningkatan yang wajib terjadi dalam formula sekuel, film ini meningkatkan levelnya dengan melebarkan latar film ke berbagai lokasi tenar dunia. Layaknya vehicle universe seperti di Radiator Springs, Pixar juga mengubah setting kota Tokyo, London, Paris, Roma menjadi ke-mobil-mobil-an. Sebuah senyuman tersendiri bagi gue yang pernah mengunjungi kota-kota tersebut. Kalau ada setting kota yang luar biasa, dengan jelas gue akan menyebut Tokyo. Bagaimana Pixar bisa menganimasikan kota lampu tersebut menjadi hingar binar berwarna-warni, tanpa meninggalkan berbagai ciri khasnya.

Salah satu tantangan dari film sekuel adalah bagaimana untku dapat tetap memasukkan karakter-karakter lama tanpa kehilangan fokus dengan munculnya berbagai karakter baru. Berbagai karakter mobil lucu dari Radiator Springs memang sudah kita kenal semenjak Cars (2006). Namun di sekuelnya kali ini banyak karakter baru yang diperkenalkan yang juga tidak kalah menariknya. Ada Finn McMissile si mobil agen Inggris dengan berbagai peralatan canggihnya - yang merupakan mobilifikasi dari karakter James Bond. Ada lagi Francesco Bernoulli, si mobil Formula Satu asal Italia yang menjadi pesaing utama McQueen. Menariknya, Pixar berhasil membuat penonton tidak melupakan karakter-karakter lama dengan kehadiran berbagai karakter baru ini. Meskipun hal ini berkonsekuensi untuk menurunkan proporsi bagi mobil-mobil asal Radiator Springs, tapi penonton masih dapat tetap menikmati lucunya Luigi dan Guido. Ya, sebuah kabar bagus bagi gue yang memang menjadikan Guido sebagai karakter favorit gue dalam franchise ini.
gambar diambil dari sini
Mungkin hadirnya film ini adalah sebuah kekecewaan besar bagi para fans Pixar, tapi kreator besar pun memiliki hak untuk "beristirahat dan bersenang-senang". Lagipula, masih banyak hal positif yang didapatkan dengan menonton film ini seperti mengingatkan kembali tentang arti persahabatan di berbagai situasi. Oya, jangan datang terlambat karena seperti biasa, Pixar menyuguhkan film animasi pendek yang kali ini juga jauh lebih ringan - seringan film utamanya.



Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 13 Oktober 2011 -

BONUS:
Berbagai poster promosi dari Cars 2. Klik gambar untuk memperbesar.

2 kritik:

  1. to be honest,, gw tertarik bgt liat poster2 cars yg u pajang di blog ini.. di tiap blog u yg ini,biasanya gw akan baca rating u dulu, baru baca ulasan u,,tp begitu scroll kebawah,mata gw tertuju pada poster2 baguss ituuuuuuuuuu.. nicee bonus..hahahhaa

    ReplyDelete
  2. <<<<<---- pengagum setia sobekan tiket...

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top