Setelah dinobatkan menjadi The Dragon Warrior, Po si panda tukang makan namun jago kungfu kembali dihadapkan oleh persoalan yang mengganggu kedamaian desa sekitar. Bersama The Furious Five (Tigress, Monkey, Mantis, Viper, Crane), Po mencoba melawan musuh dari masa lalu dengan senjata rahasia yang mematikan.
Film sekuel ini hadir dengan sederetan film-film sekuel lainnya yang akan menghiasi layar bioskop selama musim panas tahun ini. Setelah kesuksesan pendahulunya, Kung Fu Panda (2008) yang menghasilkan nominasi Oscar untuk kategori Best Animated Feature of the Year, Dreamworks kembali menghadirkan kisah panda obesitas ini ke dalam layar lebar dengan kisah petualangan baru dan lebih berbahaya. Kalau dalam film pendahulunya, Po harus belajar kungfu sesuai dengan apa yang ada pada ramalan, maka kali ini Po harus berdamai dengan dirinya sendiri untuk memenuhi takdirnya sebagai The Dragon Warrior.
Film pendahulunya terbilang cukup orisinil dengan mencampurkan tema cerita kungfu di negeri Cina dengan dongeng fabel, apalagi dengan jagoan yang tidak terlihat seperti layaknya jagoan sejati. Namun ide orisinil tersebut tidak menjadi baru dan segar ketika dilanjutkan dalam cerita sekuelnya. Kisah petualangan yang ada pun terbilang cukup lurus dan tipikal film aksi. Tidak hanya akhir cerita, namun dinamika jalan cerita pun cukup mudah ditebak dengan formula pastinya. Namun setiap adegan aksi yang ada, ditambah dengan selipan humornya, cukup menghibur dan mengundang tawa. Apalagi dengan gambar visual yang benar-benar memanjakan mata.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Terlepas dari humornya yang mengocok perut, film ini terasa terlalu terburu-buru dalam bercerita sampai menyelesaikan masalah. Sepanjang film, penonton seakan diajak untuk ikut berlari bersama para jagoan kungfu ini dalam mengejar si tokoh antagonis, dan praktis tidak diberikan waktu istirahat untuk sekedar bernafas sampai tiga perempat film. Adegan "waktu istirahat" tersebut memang terbilang cukup memorable dengan visualisasi yang menarik dan mengagumkan, namun setelah itu pun tempo film kembali menjadi cepat sampai klimaks. Kecepatan tempo yang secepat gerakan kungfu Tigress dan kawan-kawan ini memang banyak dihiasi oleh adegan-adegan pertarungan kungfu menarik dan luar biasa secara visual. Namun tempo yang cepat ini membuat penonton kurang bisa menikmati dan menyerap jalan cerita yang disajikan di layar. Sayang pula ketika visual animasi yang luar biasa itu menjadi sekedar hanya lewat saja.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Rating?
7 dari 10
- sobekan tiket bioskop tertanggal 1 Juni 2011 -




sebenarnya pingin nonton filmnya tapi gak ditayangin di bioskop jadinya beli dvd-nya deh
ReplyDelete