26 June 2011
0 kritik

Green Lantern

6:37 AM
Harapan adalah salah satu kekuatan yang sangat signifikan dalam diri manusia. Dengan adanya harapan, maka niscaya segala macam dan bentuk halang rintang yang ada pun dapat diatasi. Namun ada satu hal yang dapat meruntuhkan harapan; rasa takut. Rasa takut akan sesuatu, bahkan rasa takut untuk memiliki harapan. Green Lantern adalah sebuah cerita superhero yang mencoba untuk mengangkat tema harapan dan rasa takut ke dalam cerita kepahlawanan.

Hal Jordan (Ryan Renolds) adalah seorang pilot tanpa rasa takut yang bertugas untuk menguji coba protipe pesawat jenis baru. Setelah sebuah kecelakaan terjadi pada suatu uji coba pesawat, Hal tiba-tiba mendapat sebuah cincin hijau ajaib yang memberikannya kekuatan super. Ternyata, kekuatan super yang diterimanya membuat Hal untuk bergabung dengan kelompok antar-galaksi yang bertugas untuk melindungi alam semesta.

Kisah kepahlawanan ini memang cukup menarik karena secara jelas mengangkat pesan tentang hope/fear dan meleburkannya dengan konsep kekuatan green lantern yang berasal dari galaksi lain. Sang lentera akan terus bersinar dan memberikan kekuatan kepada para pasukannya asalkan makhluk hidup tetap memiliki harapan. Namun pesan ini akan sedikit mengganggu jika terus menerus diulang di setiap kesempatan dan adegan, yang lalu menjadi terkesan dipaksakan sebagai darah dari aliran cerita.

Jalan cerita pada film ini sedatar tampilan layar 2D yang ada. Sulit bagi penonton untuk dapat masuk dan menyelami dinamika cerita yang ada. Ya memang, film ini hanya memamerkan parade visual efek yang ada, yang memang menjadi kekuatan utama dalam film ini. Namun bagi yang baru mengenal karakter superhero ini,  akan lumayan takjub dengan kekuatan super yang dimilikinya.
gambar diambil dari sini
Film ini menggunakan CGI secara besar-besaran, semua itu demi menciptakan dunia galaksi lain serta keadaan luar angkasa serta musuh utama yang tampak seperti animasi. Efek visualnya memang meyakinkan, namun menjadi terlihat biasa ketika penonton telah disuguhi terlebih dahulu oleh film-film lainnya yang menciptakan dunianya sendiri macam Thor, Priest, Sucker Punch, dan lain-lain.

Ryan Renolds yang didapuk menjadi tokoh jagoan dalam film ini praktis tampil biasa saja. Penampilan Renolds yang terkubur jauh di bawah tanah masih lebih memukau dibandingkan penampilan Renolds yang terbang jauh ke luar angkasa pada film ini. Mark Strong sekali lagi tampil sebagai karakter yang arogan dan keras kepala, walaupun dalam film ini karakternya berada pada sisi protagonis. Walaupun Strong tampil baik seperti biasanya, namun penampilannya dalam film ini bukanlah yang terbaik.
gambar diambil dari sini
Mengadaptasi cerita komik menjadi sebuah film layar lebar memang selalu menjadi hal yang menarik dan selalu ditunggu-tunggu. Tetapi tidak jarang banyak fans yang kecewa oleh hasil adaptasinya, karena filmnya tidak digarap dengan jalan cerita yang lebih kuat dan dalam. Selain itu fenomasi adaptasi ini terkesan hanya ingin mengangkat sisi komersialisasi saja. Harapan memang tinggal harapan, dan semoga harapan penonton akan film-film adaptasi dari komik selanjutnya akan menjadi lebih baik.



Rating?
5 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 26 Juni 2011 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top