sobekan tiket bioskop tertanggal 29 November 2009 adalah A Christmas Carol. sejak trailernya keluar beberapa bulan yang lalu, gue udah bertekad untuk nonton film ini. selain karena ini adalah animasi terbaru keluaran Disney, film ini juga dibintangi oleh Jim Carrey, salah satu aktor komedi favorit gue. apalagi sebelumnya gue belum pernah nonton cerita tentang Christmas Carol, selain hanya menonton teatrikal dan membaca ceritanya saja.
Ebenezer Scrooge (Jim Carrey) adalah seorang yang mujur yang telah berumur dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk mengumpulkan kekayaan. Ia meremehkan segala hal kecuali uang , termasuk di antaranya persahabatan, cinta, dan hari Natal. Tapi pertemuannya dengan sesosok hantu Jacob Marley (Gary Oldman) membawanya kepada hal ajaib yang misterius yang akan membantunya menemukan arti keajaiban Natal yang sesungguhnya.
luar biasa. gue baru tahu kalau wajah-wajah karakter dalam film animasi ini dibuat semirip mungkin dengan pengisi suaranya. entah itu Jim Carrey, Gary Oldman, atau Colin Firth. apalagi dengan kualitas animasi yang bisa dibilang hampir mirip aslinya.
gue sangat-sangat kagum dengan teknik sinematografi yang digunakan dalam film ini. walaupun animasi, tapi pergerakan kamera dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah, mengikuti adegan dan karakter sungguh-sungguh membawa penonton ke dalam suasana cerita. ditambah lagi dengan soundtrack dan score yang bernuansa Natal, membuat film ini menjadi lebih hidup.
gue cukup terkejut beberapa kali dengan tampilnya roh-roh halus dalam film ini. gue jadi mikir, mungkin ini adalah film Disney terseram bagi anak kecil karena cukup banyak karakter-karakter menyeramkan yang hadir dalam film ini.
tapi film mengandung banyak sekali makna yang dapat dipetik, apalagi dalam tiga minggu kita akan merayakan Natal. wajib tonton!
rating? 8,5 of 10
sobekan tiket bioskop tertanggal 22 November 2009 adalah New Moon. sebenernya engga terlalu tertarik dengan film ini. karena prekuelnya juga engga bagus-bagus amat dan jauh dari ekspektasi gue. tapi entah kenapa hanya rasa penasaran yang membuat gue ingin nonton film ini. siapa tahu sekuel keduanya bisa lebih memenuhi ekspektasi penonton.
Bella (Kristen Steward) putus asa atas kepergian vampir, kekasihnya , Edward Cullen (Robert Pattison), namun semangatnya menyala kembali saat pertemanannya dengan Jacob Black semakin akrab. Dengan segera Bella menyadari bahwa dirinya telah masuk ke dunia serigala jadi-jadian yang merupakan musuh bebuyutan para vampir, kesetiaannya pun diuji.
dan ternyata film ini sangat-sangat tidak memenuhi ekspektasi gue. bahkan bisa dibilang gue masih bisa lebih kompromi dengan prekuelnya. lantaran di sekuel kali ini, film ini lebih berat ke arah drama romantis. mungkin gue yang terlalu berharap akan lebih banyaknya proporsi action daripada drama romantis. bisa dibilang mungkin proporsi action pada film ini hanya seperempat saja dibandingkan dengan unsur drama romantis.
tapi di film ini, materi drama romantis pun sangat cheesy dan mungkin akan cocok jika ditonton oleh remaja-remaja wanita saja. dialog-dialog yang membosankan dan garing. sulit untuk menatap ke layar bioskop terlalu lama.
untuk yang penasaran dengan film ini, simpan uang anda untuk tiket bioskop dan tunggu DVDnya saja.
rating?
5 of 10
sobekan tiket bioskop tertanggal 18 November 2009 adalah 2012. gue memang cukup tertarik dengan film-film tentang akhir dunia atau kiamat. salah satu yang terbaik yang pernah gue tonton dan lumayan ngebikin gue merinding adalah The Day After Tomorrow. dan untuk film 2012, keunikan film ini diperkuat oleh adanya rumor ilmiah yang mengatakan bahwa 21 Desember 2012, bumi akan mengalami hari akhirnya.
Belum pernah sebelumnya sebuah masa begitu dipercayai oleh banyak budaya, banyak agama, banyak ilmuwan, dan banyak pemerintah; sebagai tahun yang terakhir. 2012 adalah sebuah kisah petualangan tentang bencana global yang akan membawa akhir bagi dunia yang menceritakan perjuangan tiada henti dari mereka yang bertahan hidup.
hm, kata pertama yang gue bisa ucapkan setelah gue nonton adalah, gue cukup kecewa. ekspektasi gue terlalu tinggi akan canggihnya efek visual dan CGI yang akan ditampilkan oleh film ini sehingga penonton akan berasa seakan berada di dalam adegan. tapi ternyata, argh. efek visualnya seakan animasi komputer yang belum rampung. atau efek CGI yang kurang dana? intinya gue sangat-sangat tidak menikmati setiap adegan action akan kehancuran bumi yang sangat-sangat mengandalkan efek visual.
selain itu, gue rasa unsur drama dalam film ini cukup melebihi proporsi unsur action yang ada. terlalu banyak drama keluarga antara ayah dan anak, dimana resikonya adalah tidak adanya pendalaman pada setiap karakter. dan juga sayangnya, setiap unsur action yang ada, jadinya terlalu berlebihan seakan-akan tidak mungkin terjadi. satu mobil bisa menghindari tanah-tanah yang hancur-hancuran? satu pesawat bisa menghindari ledakan gunung berapi yang super besar? yeah so hollywood. dan sayangnya, adegan-adegan action yang gue tunggu-tunggu seperti super-tsunami, malah ditayangkan secara "nanggung".
gue mengharapkan dengan menonton film ini, akan menimbulkan perasaan takut dan merinding melihat bencana alam besar yang terjadi pada bumi, seperti yang gue rasakan saat gue nonton The Day After Tomorrow walaupun berkali-kali. sayangnya gue tidak mengalami perasaan itu saat menonton film ini. mungkin gue menaruh ekspektasi terlalu tinggi pada film ini.
selain itu, menurut gue film ini terlalu terbeban pada drama keluarga dan drama kemanusiaan yang ingin ditampilkan. banyaknya karakter membuat film ini seakan kewalahan untuk mengekspos setiap dinamika yang terjadi. belum lagi film ini harus memberikan gambaran bagaimana bencana-bencana besar yang terjadi. yang menurut gue malah adegan-adegan bencana besar menjadi berkurang porsinya dan gue berasa adegan-adegan tersebut seakan-akan dipotong sebelum waktunya. padahal justru adegan-adegan tersebut yang membuat penonton ingin menonton film semacam ini.
tapi setidaknya film ini telah menggambarkan secara jelas kira-kira apa yang akan terjadi jika ledakan matahari mempengaruhi pola magnet bumi. well, film ini memang seakan merangkum segala macam ramalan dan fakta ilmiah yang terjadi untuk mendukung ramalan tentang 2012 mendatang.
hm, jangan taruh ekspektasi terlalu tinggi pada film ini. hanya duduk dan nikmati filmnya apa adanya.
rating?
6 of 10
sobekan tiket bioskop tertanggal 4 November 2009 adalah Astro Boy. yep, manga asal Jepang yang akhirnya diangkat ke layar lebar ini sangat menarik untuk ditonton. meskipun gue belom pernah nonton dan tahu tentang kisah si bocah robot ini, tapi justru itu yang menambah daya tarik gue. apalagi merchandise-nya, salah satunya berupa kaos, cukup laku dan tenar di kawasan ibukota ini.
Berlatar masa depan kota Metro, Astro Boy adalah robot muda dengan kekuatan luar biasa ciptaan ilmuwan brilian. Berkekuatan energy ‘biru’, Astro Boy memiliki kekuatan, penglihatan x-ray, kecepatan luar biasa dan kemampuan untuk terbang. Berusaha untuk diterima, Astro Boy mempelajari kegembiraan dan emosi manusia, berusaha mencapai tujuannya. Menyadari bahwa keluarga dan teman-temannya dalam bahaya, Astro Boy menyusun kekuatan dan kembali ke kota Metro untuk menyelamatkan semua yang ia sayangi serta mengetahui arti menjadi pahlawan
well, bagi seorang yang belum pernah nonton kisah Astro Boy sebelumnya, sekarang gue tahu bagaimana proses penciptaan si robot anak serba bisa ini. dan gue merasa entah kenapa, karakter Astro Boy dalam film ini digambarkan sebagai seorang anak yang lovable. tidak ada yang tidak bisa mengagumi atau bahkan mencintai tokoh karakter si robot anak ini. pintar, polos, penurut, mudah berteman, dan tak ragu untuk membela teman-teman dan orang-orang sekitarnya.
namun untuk film ini sendiri, sepertinya para pembuat film cukup terburu-buru untuk meramu perjalanan kisah Astro Boy ke dalam film animasi layar lebar yang berdurasi 94 menit. selama nonton film, jujur gue duduk dengan cukup tidak nyaman karena melihat kisah yang cukup terburu-buru dan cenderung ngos-ngosan dalam mengejar durasi. perkembangan plot dan perpindahan alur cerita yang begitu cepat. selain itu, lelucon-lelucon yang ditampilkan pun cukup dangkal. ya mungkin memang target pasar film ini adalah anak-anak.
tapi entah kenapa gue merasa proporsi aksi dalam film ini masih lebih sedikit dibandingkan proporsi drama, sekitar 60% untuk drama dan 40% untuk aksi. ya sekali lagi terlihat kebingungan para pembuat film, mau mengangkat kisah drama keluarga antara orang tua dan anak atau mengangkat kisah aksi robot Astro Boy yang bertarung melawan musuh-musuhnya.
dibalik itu semua, ternyata pengisi-pengisi suara dalam film ini diisi oleh sejumlah aktor dan aktris yang cukup tenar di kalangan Hollywood. Freddie Highmore mengisi suara Astro Boy, Kristen Bell sebagai Cora, teman Astro Boy, Samuel L. Jackson sebagai si robot besar Zog, Charlize Theron sebagai narator, lalu ada pula Nicolas Cage sebagai ayah dan pencipta Astro Boy - sepertinya Cage memang spesialis karakter jenius dan putus asa ;p
well, buat yang penasaran akan kisah Astro Boy, atau yang sedang ingin menonton film yang tidak terlalu menuntut pikiran, film dengan kualitas animasi yang sangat baik ini bisa menjadi salah satu pilihan.
rating?
7 of 10
