04 November 2009
0 kritik

Astro Boy

6:02 PM
sobekan tiket bioskop tertanggal 4 November 2009 adalah Astro Boy. yep, manga asal Jepang yang akhirnya diangkat ke layar lebar ini sangat menarik untuk ditonton. meskipun gue belom pernah nonton dan tahu tentang kisah si bocah robot ini, tapi justru itu yang menambah daya tarik gue. apalagi merchandise-nya, salah satunya berupa kaos, cukup laku dan tenar di kawasan ibukota ini.

Berlatar masa depan kota Metro, Astro Boy adalah robot muda dengan kekuatan luar biasa ciptaan ilmuwan brilian. Berkekuatan energy ‘biru’, Astro Boy memiliki kekuatan, penglihatan x-ray, kecepatan luar biasa dan kemampuan untuk terbang. Berusaha untuk diterima, Astro Boy mempelajari kegembiraan dan emosi manusia, berusaha mencapai tujuannya. Menyadari bahwa keluarga dan teman-temannya dalam bahaya, Astro Boy menyusun kekuatan dan kembali ke kota Metro untuk menyelamatkan semua yang ia sayangi serta mengetahui arti menjadi pahlawan

well, bagi seorang yang belum pernah nonton kisah Astro Boy sebelumnya, sekarang gue tahu bagaimana proses penciptaan si robot anak serba bisa ini. dan gue merasa entah kenapa, karakter Astro Boy dalam film ini digambarkan sebagai seorang anak yang lovable. tidak ada yang tidak bisa mengagumi atau bahkan mencintai tokoh karakter si robot anak ini. pintar, polos, penurut, mudah berteman, dan tak ragu untuk membela teman-teman dan orang-orang sekitarnya.

namun untuk film ini sendiri, sepertinya para pembuat film cukup terburu-buru untuk meramu perjalanan kisah Astro Boy ke dalam film animasi layar lebar yang berdurasi 94 menit. selama nonton film, jujur gue duduk dengan cukup tidak nyaman karena melihat kisah yang cukup terburu-buru dan cenderung ngos-ngosan dalam mengejar durasi. perkembangan plot dan perpindahan alur cerita yang begitu cepat. selain itu, lelucon-lelucon yang ditampilkan pun cukup dangkal. ya mungkin memang target pasar film ini adalah anak-anak.

tapi entah kenapa gue merasa proporsi aksi dalam film ini masih lebih sedikit dibandingkan proporsi drama, sekitar 60% untuk drama dan 40% untuk aksi. ya sekali lagi terlihat kebingungan para pembuat film, mau mengangkat kisah drama keluarga antara orang tua dan anak atau mengangkat kisah aksi robot Astro Boy yang bertarung melawan musuh-musuhnya.

dibalik itu semua, ternyata pengisi-pengisi suara dalam film ini diisi oleh sejumlah aktor dan aktris yang cukup tenar di kalangan Hollywood. Freddie Highmore mengisi suara Astro Boy, Kristen Bell sebagai Cora, teman Astro Boy, Samuel L. Jackson sebagai si robot besar Zog, Charlize Theron sebagai narator, lalu ada pula Nicolas Cage sebagai ayah dan pencipta Astro Boy - sepertinya Cage memang spesialis karakter jenius dan putus asa ;p

well, buat yang penasaran akan kisah Astro Boy, atau yang sedang ingin menonton film yang tidak terlalu menuntut pikiran, film dengan kualitas animasi yang sangat baik ini bisa menjadi salah satu pilihan.

rating?
7 of 10

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top