20 November 2009
3 kritik

2012

2:44 PM
sobekan tiket bioskop tertanggal 18 November 2009 adalah 2012. gue memang cukup tertarik dengan film-film tentang akhir dunia atau kiamat. salah satu yang terbaik yang pernah gue tonton dan lumayan ngebikin gue merinding adalah The Day After Tomorrow. dan untuk film 2012, keunikan film ini diperkuat oleh adanya rumor ilmiah yang mengatakan bahwa 21 Desember 2012, bumi akan mengalami hari akhirnya.

Belum pernah sebelumnya sebuah masa begitu dipercayai oleh banyak budaya, banyak agama, banyak ilmuwan, dan banyak pemerintah; sebagai tahun yang terakhir. 2012 adalah sebuah kisah petualangan tentang bencana global yang akan membawa akhir bagi dunia yang menceritakan perjuangan tiada henti dari mereka yang bertahan hidup.

hm, kata pertama yang gue bisa ucapkan setelah gue nonton adalah, gue cukup kecewa. ekspektasi gue terlalu tinggi akan canggihnya efek visual dan CGI yang akan ditampilkan oleh film ini sehingga penonton akan berasa seakan berada di dalam adegan. tapi ternyata, argh. efek visualnya seakan animasi komputer yang belum rampung. atau efek CGI yang kurang dana? intinya gue sangat-sangat tidak menikmati setiap adegan action akan kehancuran bumi yang sangat-sangat mengandalkan efek visual.


selain itu, gue rasa unsur drama dalam film ini cukup melebihi proporsi unsur action yang ada. terlalu banyak drama keluarga antara ayah dan anak, dimana resikonya adalah tidak adanya pendalaman pada setiap karakter. dan juga sayangnya, setiap unsur action yang ada, jadinya terlalu berlebihan seakan-akan tidak mungkin terjadi. satu mobil bisa menghindari tanah-tanah yang hancur-hancuran? satu pesawat bisa menghindari ledakan gunung berapi yang super besar? yeah so hollywood. dan sayangnya, adegan-adegan action yang gue tunggu-tunggu seperti super-tsunami, malah ditayangkan secara "nanggung".

gue mengharapkan dengan menonton film ini, akan menimbulkan perasaan takut dan merinding melihat bencana alam besar yang terjadi pada bumi, seperti yang gue rasakan saat gue nonton The Day After Tomorrow walaupun berkali-kali. sayangnya gue tidak mengalami perasaan itu saat menonton film ini. mungkin gue menaruh ekspektasi terlalu tinggi pada film ini.

selain itu, menurut gue film ini terlalu terbeban pada drama keluarga dan drama kemanusiaan yang ingin ditampilkan. banyaknya karakter membuat film ini seakan kewalahan untuk mengekspos setiap dinamika yang terjadi. belum lagi film ini harus memberikan gambaran bagaimana bencana-bencana besar yang terjadi. yang menurut gue malah adegan-adegan bencana besar menjadi berkurang porsinya dan gue berasa adegan-adegan tersebut seakan-akan dipotong sebelum waktunya. padahal justru adegan-adegan tersebut yang membuat penonton ingin menonton film semacam ini.

tapi setidaknya film ini telah menggambarkan secara jelas kira-kira apa yang akan terjadi jika ledakan matahari mempengaruhi pola magnet bumi. well, film ini memang seakan merangkum segala macam ramalan dan fakta ilmiah yang terjadi untuk mendukung ramalan tentang 2012 mendatang.

hm, jangan taruh ekspektasi terlalu tinggi pada film ini. hanya duduk dan nikmati filmnya apa adanya.

rating?
6 of 10

3 kritik:

  1. filmnya nggak penting hehehe

    salam kenal, btw... ^_^ v

    ReplyDelete
  2. Efeknya aja yang bagus, ceritanya ancur... mendingan nonton Avatar aja nanti daripada film ini.

    ReplyDelete
  3. setuju bro. ceritanya mau memperbanyak variasi karakter, tapi malah jadi terkesan maksa dan ga fokus. sayang sih, kayaknya cuma fokus di efek dan di segi cerita jadi seakan terabaikan.

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top