Smile - Review


Trailernya sangat mencekam sekali. Apalagi setelah baca banyak ulasan di linimasa, hampir semuanya kompak bernada positif. Sepertinya premis film ini berangkat dari kecemasan banyak orang dan belum pernah diangkat dalam film horor; orang senyum menyeramkan. Kemudian premis dasar itu direnggangkan sedemikian rupa menjadi film horor penuh darah dan daging.

Ternyata film panjang Smile merupakan adaptasi dari film pendek Laura Hasn't Sleep karya sutradara dan penulis naskah yang sama; Parker Finn. Sebagai debut film panjang, sepertinya Hollywood nggak kekurangan talenta filmmaker horor karena regenerasinya berjalan lancar. Sepertinya film panjangnya mengambil sudut pandang yang berbeda dan terjun langsung ke ranah horor yang menyeramkan.


Smile adalah tipikal film horor yang creepy. Seremnya bukan langsung di depan mata dengan jump scare, tapi merambat pelan-pelan dari belakang kepala sampai bulu kuduk berdiri. Parker Finn jelas punya kesabaran berlebih untuk nggak buru-buru ngasih kejutan di setiap jump scare. Ini jelas efek yang efektif, mengingat penonton horor pasti sudah mengantisipasi kapan kejutan itu akan muncul. Ketika yang ditungguin nggak nongol-nongol dan kewaspadaan mulai lengah, disitulah kita dihajar. Bangsat!

Film ini juga sukses mengeksploitasi ide creepy dari orang-orang yang tersenyum lebar - dan creepy. Sebuah hal yang sangat lumrah dan sangat bisa terjadi di dunia nyata. Bahkan ide tersebut dielevasi lewat adegan penutup yang maksimal klimaksnya. Memang bukan cuma hantu atau setan yang menyeramkan, makhluk seperti ini juga bisa jadi jauh lebih menyeramkan. 






- sobekan tiket bioskop tanggal 2 Oktober 2022 -
----------------------------------------------------------
review film smile
review smile
smile movie review
smile film review
resensi film smile
resensi smile
ulasan smile
ulasan film smile
sinopsis film smile
sinopsis smile
cerita smile
jalan cerita smile

Komentar