21 September 2016
0 kritik

The Magnificent Seven

Qi
"Adaptasi versi modern yang tidak hanya mengandalkan testosteron, tetapi juga bercerita dengan hati"

Kota kecil Rose Creek menjadi sengsara dan menderita karena kehadiran pengusaha kejam Bartholomew Bogue. Dipaksa untuk menjual tanah dengan harga murah atau pergi dari situ, mereka menyewa tujuh orang untuk menghadapi Bogue dan pasukannya. Kelompok tujuh orang ini pun berisi berbagai karakter dengan motivasi masing-masing. Mulai dari penjudi, penjahat buronan, pemburu bayaran, hingga orang Indian. Mereka pun harus menggunakan sumber daya manusia dan alat seadanya untuk dapat melawan Bogue dan pasukannya.

Rasanya baru kali ini gue menikmati film Western yang seseru dan semenegangkan ini. Sutradara Antoine Fuqua mengemas The Magnificent Seven versi 2016 ini dengan cepat dan set piece action panjang dan menegangkan. Tidak ada lagi tipikal film Western yang bergerak lamban dan beratmosfer sepi dalam film ini. Belum lagi bagaimana naskah adaptasi karya Richard Wenk dan Nic Pizzolatto yang suprisingly memasukkan banyak hati ke dalam film aksi ini.

Film tentang band of misfits ini memang adalah adaptasi dari The Magnificent Seven (1960), dimana sebenarnya film klasik tersebut adalah reimagining dari film karya Akira Kurosawa, Seven Samurai (1956) dengan bagaimana para samurai disubstitusi oleh koboy. Yes, inception remake! Tetapi dengan hasil berkualitas seperti ini rasanya sah-sah saja. Apalagi kisah klasik ini disegarkan dengan aktor dan aktris masa kini. Sebut saja langganan Fuqua, Denzel Washington, yang ditemani oleh Chris Pratt, Ethan Hawke, Byung-Hun Lee, dan Vincent D'Onofrio! Yup, Wilson Fisk is here tapi luar biasanya adalah bagaimana D'Onofrio mampu lepas dari karakter Kingpin dan benar-benar membuat gue lupa bahwa ia pernah menjadi penjahat kelas kakap dalam serial Daredevil.


Yang mencuri perhatian gue selama 132 menit ini adalah wanita yang duduk di sebelah kanan gue. Eh maksud gue. Kalau dalam konteks film ini, adalah Haley Bennett yang tiba-tiba menjadi cakep rupawan dengan rambut merahnya. Siapa yang sangka (dan ingat) kalau dia pernah main dalam The Equalizer (2014) dan Hardcore Henry (2015)? Namun jelas dalam The Magnificent Seven, perannya akan dikenang lama sebagai si cantik macho yang bisa mengangkat senjata. Kharisma si rambut merah yang menenteng bedil ini mengingatkan gue pada Bryce Dallas Howard yang membawa obor menyala dan berhadapan dengan T-Rex dalam Jurassic World (2015).

Terakhir, secara mengejutkan film yang mayoritas berisi tembak-tembakan ini ternyata memiliki hati yang signifikan. Ada banyak menit dan adegan dihabiskan untuk mendalami setiap karakter ada, perkembangan karakter, hingga hubungan antar karakter yang menarik. Usaha ini patut dihargai semaksimal mungkin karena memberikan lapisan tambahan dalam setiap adegan tembak-tembakan. Apalagi adegan klimaks yang rasanya berlangsung selama kurang lebih 30 menit itu, rasanya bakal lebih asyik karena kita sebagai penonton akan merasakan simpati tersendiri pada setiap jagoan kita yang dihujani peluru atau semakin terpojok.


Bagi gue sendiri, The Magnificent Seven adalah sebuah acara tali silaturahmi yang berhasil antara gue dengan sutradara Antoine Fuqua. Sebelumnya, gue selalu memandang rendah akan film-film aksi yang dibuatnya yang hanya mengandalkan testosteron tanpa hati. Namun dengan film ini, gue jadi bisa menaruh sedikit kepercayaan lagi akan film-film yang akan dibuatnya di masa mendatang. Sementara itu, The Magnificent Seven versi 2016 telah bergabung di papan puncak genre Western favorit gue, bersama dengan The Hateful Eight (2015), True Grit (2011) dan 3:10 to Yuma (2008).



USA | 2016 | Action / Western | 132 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 21 September 2016 -



----------------------------------------------------------
Search  Keywords:

  • review film magnificent seven chris pratt
  • review magnificent seven chris pratt
  • magnificent seven chris pratt review
  • resensi film magnificent seven chris pratt
  • resensi magnificent seven chris pratt
  • ulasan magnificent seven chris pratt
  • ulasan film magnificent seven chris pratt
  • sinopsis film magnificent seven chris pratt
  • sinopsis magnificent seven chris pratt
  • cerita magnificent seven chris pratt
  • jalan cerita magnificent seven chris pratt

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top