14 September 2016
0 kritik

One Day

"Dengan premis yang menarik, film yang romantis ini pada akhirnya memberikan kehangatan hati"

Den adalah karyawan IT yang kehadirannya hanya dianggap ketika kantornya membutuhkan bantuan perihal komputer. Hidupnya yang membosankan seketika berubah ketika dirinya bertemu dengan Nui dari bagian Marketing. Di bawah lonceng pengabul permohonan, Den pun berharap agar Nui dapat menjadi pacarnya sehari saja. Dalam acara perjalanan kantor di Jepang, Nui mengalami kecelakaan dan menderita gangguan ingatan selama 24 jam. Den pun memutuskan berbohong dan mengatakan bahwa ia adalah pacar Nui, dan mengajaknya berkeliling Hokkaido.

Surprisingly, ternyata One Day adalah sebuah film komedi romantis yang sangat menyentuh dengan jalinan cerita yang unik. Siapa yang sangka sebuah film asal Thailand bisa merepresentasikan film yang romantis dengan usaha yang minimal, serta kemasan komedi yang menggelikan. Tetapi bagi mereka yang sudah terbiasa menonton film-film produksi GTH, atau yang sekarang menjadi GDH (Growth Domestic Happiness), jelas sudah terbiasa dengan film-film semacam Hello Stranger (2010) dan Pee Mak (2013).



Film ini memenangkan hati penontonnya dengan kedua karakter utama yang sangat grounded dengan dunia nyata. Karakter Den sebagai karyawan IT yang jomblo ngenes dan muka pas-pasan jelas sangat representatif bagi banyak pria. Karakter Nui yang cantik jetset layaknya rusa yang sulit dikejar juga mudah ditemui di dunia nyata. Meski ditambah plot lonceng pengabul permohonan dan amnesia 24 jam yang jelas fiktif, tetapi menambah menarik interaksi di antara mereka berdua. Lagi pula, dua karakter ini sudah memenangkan hati penonton di awal, maka semenjak itu pun penonton akan pasrah mengenai apa yang akan terjadi pada layar.

Salah satu pujian gue jelas harus jatuh pada aktor Chantavit Dhanasevi atau Ter yang aslinya ganteng bisa dibuat menjadi seperti Den yang cupu. Bukan hanya kekuatan make up yang mempu menghidupkan karakter Ter, tetapi jelas performa akting yang brilian dari Ter. Mulai dari ekspresi mikro hingga gerakan tangan yang menjadikan Den sebagai seseorang yang lugu, dan sangat terlihat sebagai seorang pria yang jarang berkomunikasi dengan wanita. Sedangkan aktris Nittha Jirayungyurn atau Mew jelas unggul di kisaran emosi sedih, terutama dalam kondisi breakdown yang membutuhkan emosi sedih yang rumit.


Secara keseluruhan, One Day jelas sangat sayang untuk dilewatkan bagi anda pecinta genre romcom. Keunikan premisnya akan menambah preferensi cerita romantis yang ada, ditambah lagi kehangatan yang ada pada jalan ceritanya. Dibungkus dalam set Hokkaido pada saat musim dingin, yang signifikan menambah efek romantis dalam film ini. Bersiaplah untuk pilihan ending yang dipilih oleh sutradara dan penulis naskah Bangjong Pisanthanakun, yang harus gue bilang sebagai pilihan yang sangat tepat dan cenderung realistis. Efeknya jelas memberikan kenangan jangka panjang bagi para penontonnya.



Thailand | 2016 | Comedy / Romance | 118 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 14 September 2016 -



----------------------------------------------------------
Search  Keywords:

  • review film one day ter mew bajong
  • review one day ter mew bajong
  • one day ter mew bajong review
  • resensi film one day ter mew bajong
  • resensi one day ter mew bajong
  • ulasan one day ter mew bajong
  • ulasan film one day ter mew bajong
  • sinopsis film one day ter mew bajong
  • sinopsis one day ter mew bajong
  • cerita one day ter mew bajong
  • jalan cerita one day ter mew bajong

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top