10 July 2015
0 kritik

Comic 8: Casino Kings Part 1

"Sekuel yang melampaui ekspektasi, dan jauh lebih menghibur ketimbang film pertamanya"

Comic 8 (2014) menjadi film terlaris di tahun 2014 dengan perolehan 1,6 juta penonton, mengalahkan The Raid: Berandal yang berada di angka 1,4 juta penonton. Kesuksesan ini jelas tidak lepas dari para followers dari setiap komika yang tampil dalam film tersebut. Maka adalah sebuah pertanyaan retoris apakah Falcon Pictures akan memproduksi sekuelnya demi meraup keuntungan lebih banyak. Sutradara masih di tangan Anggy Umbara dan skenario masih ditulis oleh duo Anggy dan Fajar Umbara, menelurkan sekuel dari kisah para agen rahasia yang menyamar sebagai komika. Dipecah menjadi dua bagian karena ternyata final cut yang terlalu panjang, bisa jadi menambah lebar pundi-pundi uang yang akan diraup.

Delapan agen yang menyamar menjadi komika kini mendapatkan tugas baru dari atasan mereka, Indro Warkop. Mereka harus menemukan master kriminal yang menjalankan kasino terpopuler di Asia; The King. Dalam menyelesaikan misinya, mereka harus menghadapi banyak hambatan. Mulai dari kejaran Interpol atas penyelidikan perampokan bank sebelumnya, hingga kelompok penjahat yang ingin membunuh mereka.


Comic 8: Casino Kings Part 1 jelas menggunakan formula pada setiap sekuel untuk menampilkan segala macamnya yang harus lebih daripada film pertamanya. Dan Casino Kings Part 1 menjawab semua itu dengan sangat baik. Mulai dari deretan cast yang terdiri dari aktor-aktris Indonesia kelas wahid, cerita yang lebih rumit, hingga berbagai lelucon yang dilemparkan sepanjang film.


Namun sayangnya seperti penyakit pada umumnya dalam film dengan deretan cast yang banyak, film ini tampak terlalu penuh untuk memberikan waktu bagi semua cast-nya untuk tampil. Selain itu, dipotongnya satu film menjadi dua bagian berimplikasi pada jalan cerita film yang terkesan stretchy. Banyak adegan-adegan yang sebenarnya kalau dipotong, tidak akan berpengaruh signifikan terhadap keseluruhan jalan cerita.

Salah satu jualan utama dari Casino Kings Part 1 jelas adalah deretan cast yang luar biasa. Mulai dari aktor-aktris senior hingga pendatang baru, semuanya campur aduk ada dalam film ini. Mulai dari Sophia Latjuba, Barry Prima, Lydia Kandau, Willy Dozan, hingga Donny Alamsyah, Yayan Ruhian, Prisia Nasution, Hannah Al Rasyid, dan lain sebagainya. Deretan komika pendatang baru pun muncul dalam film ini, namun sayang sekali dengan adegan pembukaannya yang "hm".


Film ini juga menyajikan banyak lelucon yang segar dan bisa membuat gue ngakak terbahak-bahak. Meski beberapa leluconnya on-and-off, tapi secara keseluruhan jelas sangat menghibur. Anggy Umbara tetap meneruskan formula Comic 8 dengan menyelipkan aksi para komika dalam berkomedi tunggal. Selain itu, berbagai punch line juga diselipkan dalam setiap dialog yang ada. Selain itu, film ini dengan bebas membuat parodi berbagai adegan dari film-film Indonesia dan juga film Hollywood. Mulai dari Modus Anomali, The Raid Berandal, hingga The Expendables. Well, sebuah parodi yang mungkin tidak akan membuat anda tertawa karena eksekusinya tidak ada pay-off yang berarti, tetapi cukup tersenyum ketika mengenali lelucon yang ada di layar. 

Jika ada kekurangan dalam film ini, maka hal itu ada pada storytelling dan juga scoring yang terkesan messy. Anggy Umbara menceritakan filmnya dengan gaya back-and-forth, yang merupakan sebuah teknik oke untuk menjaga filmnya menjadi tetap menarik. Tetapi mungkin karena ingin menjaga durasi agar tetap panjang kerena keputusan untuk membelah filmnya menjadi dua, beberapa adegan yang tidak signifikan dalam jalan cerita tetap dimasukkan. Selain terkesan stretchy, ini juga cukup distracting terhadap kisah utamanya.


Selain itu entah kenapa, gue menemukan scoring yang digunakan cukup berisik dan tidak sesuai dengan penggambaran adegan yang ada. Adegan hanya dialog biasa yang cukup santai tetapi diberikan scoring yang "keras". Maka di adegan aksi, scoring tersebut akan lebih keras lagi. Aduh.

Namun secara keseluruhan, Comic 8: Casino Kings Part 1 jelas akan menjadi primadona film Indonesia di tahun 2015 ini. Bukan tidak mungkin film ini akan menembus 2 juta penonton, dengan melihat berbagai potensial yang ada dalam film ini. Meski dengan berbagai kelemahan teknis mulai dari visual efek yang "hm" dan production design yang kurang meyakinkan, tapi tetap film ini adalah sebuah film yang sangat menghibur. Sebuah usaha yang sangat patut diapresiasi dengan menyatukan banyak aktor-aktris Indonesia yang terkenal ke dalam satu film.


2015 | Indonesia | Action / Comedy | 102 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1
Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 10 Juli 2015 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top