20 July 2015
One kritik

Ant-Man

"
"Film pahlawan super dengan sudut pandang baru yang sangat menarik dan menyenangkan"

Scott Lang, seorang pencuri yang baru saja keluar dari penjara, secara tidak sengaja mencuri sebuah kostum super. Ternyata kostum tersebut adalah milik dari Dr. Hank Pym, sebuah kostum super hasil penelitian ilmiah yang dapat membuat penggunanya mengecil menjadi seukuran semut. Pym yang adalah seorang Ant-Man di masa lalu, berusaha untuk menggagalkan rencana anak didiknya Darren Cross yang akan menggunakan Partikel Pym untuk sesuatu yang jahat. Pym pun menjadi mentor bagi Scott untuk menjadi seorang Ant-Man dan mencuri kostum Yellowjacket hasil pengembangan Darren Cross.

Ant-Man diklaim oleh Marvel Studios sebagai film penutup dalam Phase Two Marvel Cinematic Universe, meski rasanya film ini lebih cocok didaulat sebagai film pembuka dalam Phase Three. Berlatar setelah kejadian dalam Age of Ultron, penonton diperkenalkan pada tokoh pahlawan super yang memiliki kemampuan unik; mengecilkan tubuh dan memiliki kekuatan super. Keputusan Marvel Studios untuk membuat film solo tentang Ant-Man harus dibilang sebagai langkah jenius. Tidak saja memperkenalkan pahlawan baru terhadap fans baru, tetapi film ini memberikan sudut pandang baru bagi dunia superheroes; skala kecil, macro-photography, dan kekuatan unik.



Film ini jelas menjadi sangat unik, karena penonton dibawa ke dalam skala baru dimana Ant-Man beraksi. Berinteraksi dan berlari bersama pasukan semut, sampai terbang dengan semut bersayap, hingga berkelahi melawan Yellowjacket. Film ini jelas sangat menghibur dengan visual yang sangat mengagumkan, dan memiliki potensi dalam format 3D dan 4DX lewat setiap gambar dan gerakannya. 

Selain pengalaman visual yang baru lewat macro-photography, film ini juga kuat dengan leluconnya. Naskah awal Ant-Man memang dikembangkan oleh sutradara/penulis naskah Edgar Wright dan Joe Cornish (Hot Fuzz, Attack the Block) yang sudah biasa mencampur-adukkan unsur aksi dengan komedi. Setiap leluconnya sangat efektif untuk memancing tawa. Salah satu lelucon favorit gue jelas pada adegan flashback si karakter Luis, yang rasanya akan spoiler kalau diceritakan disini.


Akhir kata, Ant-Man adalah sebuah film superheroes yang terbilang cukup ringan dibandingkan film dalam MCU lainnya. Selain menyenangkan karena pembawaan Paul Rudd yang kocak, film ini juga sangat menghibur dengan berbagai leluconnya. Seperti film-film solo dalam MCU lainnya, Ant-Man juga memiliki referensi yang kuat terhadap film-film MCU lainnya. Sebut saja Age of Ultron, Iron-Man, Captain America, bahkan film solo Spiderman yang akan di-reboot kemudian hari.



USA | 2015 | Action / Superheroes / Crime | 117 mins | Flat Aspect Ratio 1.85 : 1

Scene During Credits? YA!

Scene After Credits? YA!

Wajib 3D? Yes

Wajib 4DX? Yes

Wajib IMAX? Relatif

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 20 Juli 2015 -

1 kritik:

  1. saya jg suka banget film ini... sepanjang film, kami para penonton ngakak mlulu :D

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top