22 August 2014
0 kritik

Guardians of the Galaxy

"Film yang sangat menyenangkan untuk ditonton, dengan karakter anti-hero yang unik dan kocak yang akan meluluhkan hati setiap penonton"

Peter Quill, seorang pencuri luar angkasa anggota The Ravager, terjebak dalam perburuan harta yang kompleks setelah mencuri sebuah bola misterius. Quill tidak hanya dikejar oleh para The Ravager yang juga menginginkan bola tersebut, ia juga diburu oleh polisi antar-bintang Nova Corps dan anak buah Ronan yang jahat. Terpojok, Quill harus bekerja sama dengan penjahat-penjahat yang sama-sama diburu seantero galaksi; Gamora, Drax, Rocket, dan Groot. Setelah mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh bola tersebut, mereka berlima pun berusaha dengan segala cara agar bola tersebut tidak jatuh ke tangan yang jahat.

Film kesepuluh dan didaulat menjadi fase dua dari Marvel Cinematic Universe ini mengekspansi kisah Marvel sampai ke dunia kosmis dan galaksi. Oh yes, Guardian of the Galaxy (GotG) berada dalam satu universe yang sama dengan The Avengers, terbukti dari penampilan para karakter yang sempat muncul dalam scenes after credits di The Avengers (2012) dan Thor: The Dark World (2013). Namun di tangah sutradara dan penulis berbakat James Gunn (Slither, Super), film aksi superhero ini dibawakan dengan menyenangkan dan super kocak. Tidak hanya kocak, tapi jalan cerita yang dibawakan juga mampu menarik emosi secara signifikan dari penonton.



GotG jelas menjadi film superheroes yang murni sebagai film hiburan bagi semua umur; fun and entertaining. Deretan adegan aksinya memang sangat menakjubkan, apalagi diberkahi juga dengan visual efek yang luar biasa - sangat maksimal jika ditonton di versi IMAX 3D. Adegan-adegan aksi tersebut pun diimbangi dengan brilian oleh lelucon-lelucon yang mengocok perut dari tingkah laku setiap karakternya yang nyeleneh dan kocak.

Terlihat pula bagaimana James Gunn tidak terlalu bernafsu menampilkan segala macam tembakan dan ledakan, alih-alih sabar dan menikmati waktu untuk memberikan porsi lebih pada perkembangan karakternya. Meski hanya lewat dialog dan latar belakang dari setiap jagoan kita, penggambaran karakter dari Peter Quill, Gamora, Drax, Rocket, dan Groot sangat berpengaruh secara signifikan pada cara pandang penonton terhadap mereka. Sehingga menaruh perasaan empatik pada masing-masing karakter menjadi hal yang mudah, dan jelas akan mengaduk-aduk emosi jika salah satu dari mereka nyaris mati dalam perkelahian.


Terlebih lagi jika para karakter jagoan yang ada dalam film ini termasuk anti-hero. Bukan karakter jagoan biasa kebanyakan yang murni memiliki sisi altruisme tinggi untuk membantu orang yang tidak bersalah. Untuk sisi ini saja mereka sudah menjadi unik dan beda sendiri dari karakter-karakter pahlawan lainnya. Praktis motivasi awal mereka dalam mencapai tujuan masing-masing hanyalah uang atau balas dendam. Meski pada akhirnya, hati nurani terdalam mereka terketuk untuk mencegah kejahatan yang lebih jahat daripada mereka untuk berkuasa atas dunia. Namun justru perubahan karakter dan motivasi mereka ini yang sangat menarik untuk dicermati. Dengan perkembangan karakter yang signifikan, jelas merupakan sebuah paduan yang sempurna untuk membuat GotG memiliki "hati".

Gue harus memberikan pujian khusus terhadap James Gunn atas pilihannya menyajikan soundtrack dari lagu-lagu hit tahun 70-80an. Tujuan Gunn untuk memberikan juxtaposisi antara lagu oldies dengan masa depan di luar angkasa, sekaligus memberikan hubungan tersendiri terhadap "rumah" meski berada jauh jutaan tahun cahaya dari bumi jelas tercapai sempurna. Lagu-lagu groovy ala 80-an memang jelas tidak match sama sekali dengan situasi luar angkasa, planet asing, dan berbagai bentuk alien yang aneh-aneh. Tapi justru dua hal yang berbeda 180' ini malah terdengar asik di telinga, dan jelas menambah keunikan dari GotG. Belum lagi, taktik ini jelas akan sukses menyenangkan dua kelompok penonton yang berbeda; anak-anak dan orangtuanya.


Tidak perlu jauh-jauh membandingkan GotG dengan film-film superheroes lain yang lebih serius dan dark. Tidak tidak. Marvel memang memiliki ciri khas sendiri untuk memberikan hiburan 100% bagi para penonton film dan pembaca komiknya, sedangkan DC memang lebih fokus memberikan kisah kompleks dan kelam mengenai para pahlawan supernya. Ketika publik telah dihibur oleh fase pertama dari Marvel Studios lewat The Avengers dan kawan-kawan, jelas kehadian GotG menjadi hal baru dan sangat segar untuk meramaikan kisah para pahlawan super. Total fun, totally entertaining, and worth for a second viewing!



USA | 2014 | Action / Adventure / Superheroes | 120 min | Aspect Ratio 2.35 : 1 & 1.90 : 1 (IMAX version; some scenes)

Rating?
9 dari 10

Wajib 3D? Ya!

Wajib IMAX 3D? YA! (Meski tidak disyut dengan kamera IMAX, tetapi James Gunn menyediakan beberapa adegan dalam ratio IMAX yang jelas akan pol jika ditonton di teater IMAX)

Wajib 4DX? Relatif

- sobekan tiket bioskop tanggal 22 Agustus 2014 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top