sobekan tiket bioskop tertanggal 22 Januari 2010 adalah The Imaginarium of Doctor Parnassus. gue tertarik untuk nonton film ini hanya karena melihat deretan aktor yang bermain didalamnya, sebut Heath Ledger, Johnny Depp, Jude Law, Collin Farell, bahkan Christopher Plummer. bahkan gue kurang peduli dengan sinopsisnya dan setelah melihat trailernya, malah membuat gue makin engga sabar untuk beli tiket bioskop dari film ini.
bercerita tentang Doctor Parnassus yang dapat menguasai imajinasi orang lain, dengan menjalankan teater keliling "Imaginarium" yang menjanjikan pengalaman imajinasi yang melebihi ekspektasi penontonnya. ternyata Dr. Parnassus pernah membuat perjanjian dengan Devil untuk hidup abadi dan akan mengambil jiwa putrinya di umur ke-16. satu hari sebelum ulang tahun putrinya, Devil pun kembali untuk menagih janjinya dan membuat perjanjian lagi dengan Dr. Parnassus untuk berlomba untuk menguasai imajinasi lima jiwa. Dr. Parnassus dibantu oleh salah satu anak buahnya, Tony, yang berniat untuk menyelamatkan sang putri
film ini adalah film yang sangat menawan, liar, dan gila.
jalan ceritanya unik dan original. gue suka gaya bercerita film ini dimana penonton akan dibiarkan terbengong-bengong karena ketidaktahuan apa yang terjadi di layar dan mendapatkan jawabannya sedikit demi sedikit, bahkan jawaban utama masih disimpan sampai adegan terakhir.
ide dan imajinasi dari film ini benar-benar melampaui batas. bagaimana alam imajinasi seseorang digambarkan dengan gaya kontemporer dan cenderung, menurut gue, banyak tersimpan simbol-simbol tersendiri. kalau masih ingat The Cell atau The Fall, tapi imajinasi di film ini lebih artistik dan simbolik.
efek visual, memang untuk pertama kali terasa tidak secanggih dalam film Avatar. tapi jangan-jangan memang disengaja oleh para pembuat film, untuk membuat perbedaan yang kontras antara kenyataan dan alam imajinasi.
film ini adalah film terakhir Heath Ledger sebelum dia meninggal, dan bahkan proses syutingnya
belum mencapai setengah jalan. setelah ditinggal beberapa tahun, datanglah Depp, Law, dan Farell yang bersedia untuk mengisi kekosongan si pemeran utama. lalu diceritakan ulang dan disesuaikan dengan keadaan, dan jadilah film ini. yang luar biasa adalah, bagaimana kerja keras si penulis cerita untuk mengisi kekosongan peran Ledger. hasilnya adalah ketika menonton film ini, masih terasa asik untuk dinikmati sampai detik terakhir.
banyak pula makna yang bisa digali dari film ini. bagaimana dalam hidup, seliar apapun imajinasi dan harapan kita, tetap saja kita harus memilih satu jalan dan jalan yang kita pilih itulah yang akan menentukan siapa kita. selain itu banyak simbol-simbol adegan yang dapat diinterpretasikan secara variatif.
rating?
8,5 of 10
sobekan tiket bioskop tertanggal 8 Januari 2010 adalah Sherlock Holmes. semenjak ngeliat trailernya pertama kali beberapa bulan yang lalu, gue langsung niat untuk nonton film ini. selain karena ingin mengetahui lebih jauh tentang karakter si detektif jenius ini, gue ingin melihat lagi akting dari Robert Downey, Jr yang sukses memerankan Ironman. apalagi dia akan berduet dengan Jude Law.
Dalam sebuah penggambaran ulang yang dinamis dari tokoh terkenal ciptaan Conan Doyle - Sherlock Holmes, kali ini membawa Holmes dan mitra nya yang berbadan tegap, Watson, menuju tantangan terakhir mereka. Menampilkan kemahirannya bertempur sebagaimana kepandaiannya yang sudah melegenda, Holmes akan bertarung untuk membekuk musuhnya dan membongkar rencana mematikan yang bisa menghancurkan negaranya.
film yang cukup cerdas. tipikal film ini mirip dengan National Treasure dan DaVinci Code, dimana si karakter utama terbilang cukup jenius di bidangnya dan dapat memecahkan setiap permasalahan melalui pemikirannya dengan cukup cepat. tipikial film seperti ini memang sangat kuat pada si karakter utama karena dia yang memegang kendali jalannya film ini, seberapa cepat dia dapat memecahkan teka-teki yang ada dan bagaimana sepak terjang dia untuk meraih petunjuk berikutnya.
untuk itu, Robert Downey, Jr sangat cocok untuk memerankan peran Holmes yang jenius, peka, namun terlampau eksentrik. yap, memang rada mirip dengan karakter Tony Stark dalam Ironman. tapi tetap karakter Holmes sangat menarik untuk disimak, selain karena daya pikirannya yang kelewat jenius dan juga karena gaya eksentriknya. oya, untuk perannya sebagai Holmes, Mr. Downey meraih nominasi sebagai Aktor Terbaik dalam film Musical or Comedy. Jude Law juga bermain cukup apik menjadi Dr. Watson, teman setia yang selalu mengiringi sepak terjang Holmes.
dari segi cerita, gayanya cukup mirip dengan film-film teka-teki. dimana ada petunjuk dan ada petunjuk di balik petunjuk. dan selalu diselesaikan dengan cara yang mengesankan penonton oleh karakter utamanya. diselesaikan dengan sangat baik oleh klimaks namun sayang, anti-klimaks dan adegan penutupnya yang open-ended terlalu dicampuri oleh tujuan komersial.
menurut gue, entah kenapa cita rasa British dari Guy Ritchie dalam menyutradarai film ini sedikit memudar. memang beliau masih mempertahankan black humor tapi sedikit sekali sinematografi yang nyeleneh dan memukau mata, seperti yang ditampilkannya dalam film Snatch. tapi salut untuk Hans Zimmer yang cukup apik dalam meramu score dalam film ini. paduan musik klasik dengan tambahan efek suara sangat pas dalam mengiringi setiap adegan yang ada.
recommended to watch, apalagi untuk mahasiswa Psikologi yang udah mengambil mata kuliah Psikologi Forensik ;p
rating?
8,5 of 10
