24 January 2007
0 kritik

Flyboys

12:10 AM
Sobekan Tiket Bioskop untuk tanggal 20 Januari 2007 adalah Flyboys.

Tahun 1914, “Perang Terhebat” – PD I – dimulai di Eropa. Tahun 1917, kekuatan Angkatan Bersenjata Perancis, Inggris, Italia dan negara lainnya bersatu melawan Jerman. Beberapa pemuda Amerika tidak setuju dengan peperangan. Mereka bergabung dengan sukarelawan lainnya di Perancis; sebagian di infantry, sebagian di divisi Ambulance. Beberapa dari mereka mempunyai pilihan lain: menjadi pilot. Dimana pada saat itu pesawat terbang baru saja diciptakan, dan langsung beroperasi menjadi sebuah mesin perang. Tim pertama, skadron terdiri atas 38 orang – dikenal sebagai Lafayette Escadrille. Inilah kisah mereka.
Terpaksa meninggalkan keluarganya, Blaine Rawlings menemukan masa depannya menjadi seorang penerbang muda di Perancis. Stasiun KA dipedesaan Nebraska, William Jensen berjanji untuk membuat keluarganya bangga. Di New York, Briggs Lowry yang manja pergi dengan kapal penumpang mewah Atlantic. Sementara itu, di Perancis, petinju kulit hitam, Eugene Skinner bersumpah untuk menbayar hutangnya dinegara rasial tersebut. Bersama-sama, putra-putra Amerika tiba di lapangan udara Perancis, berhasrat untuk belajar terbang. Mereka tidak menyadari bahwa mereka baru saja memulai petualangan yang luar biasa, kisah cinta dan menjadi pilot tempur dunia pertama.

gue merasa terlalu tua untuk menonton film ini. inti dari plot cerita terlalu simpel. pesawat terbang yang baru diciptakan, langsung menjadi sebuah mesin perang, lalu sebuah skuadron pilot temput asal Amerika diberi tugas untuk membombardir gudang amunisi milik Jerman. selesai. tetapi durasi film ini adalah 2 jam 24 menit. maka sang penulis skenario pun tampak sengaja menyusupkan cerita-cerita yang tampaknya tidak begitu penting bagi keseluruhan plot cerita. bahkan sampai kisah romantis yang terkesan terlalu didramatisir.

intinya adalah film ini estede. kekuatannya hanya satu: pesawat terbang. yup, pertempuran pesawat terbang jaman jadul yang sama sekali engga canggih. tapi dari segi sinematografi lumayan lah, gerak-gerik sang pesawat masih dapat diikuti oleh kamera dan kita disuguhkan gaya perang yang berbeda (ingat, jaman jadul). jadi film ini hanya unjuk keren-kerenan, khususnya di pesawat terbangnya. sisanya, rada ngebosenin. dan film ini cukup membuat gue sring ngeliat jam, ga sabar kapan selesainya film ini.

rating?
5
of 10

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top