Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Na Willa - Ulasan

Gambar
Sinopsis Na Willa (2026) adalah film drama musikal keluarga garapan Ryan Adriandhy, sutradara yang sebelumnya dikenal lewat Jumbo, kali ini debut di live-action. Diadaptasi dari novel populer karya Reda Gaudiamo, film ini berlatar gang pinggiran Surabaya era 1960-an dan dikisahkan sepenuhnya dari sudut pandang Willa (Luisa Adreena), bocah perempuan enam tahun keturunan campuran NTT dan Tionghoa yang percaya bahwa dunia kecilnya adalah tempat paling sempurna dan magis di alam semesta.  Sampai suatu hari sahabatnya kecelakaan, teman-temannya satu per satu masuk sekolah, dan gang yang biasanya ramai jadi senyap. Willa pun nekat ikut masuk TK, hanya untuk menemukan bahwa dunia sekolah jauh lebih asing dan penuh aturan dari yang ia bayangkan. Film ini bukan sekadar tontonan anak-anak karena orang dewasa yang menontonnya pun kemungkinan besar akan diajak pulang ke masa kecil mereka sendiri. Ulasan Dari enam film Indonesia yang tayang di periode Lebaran 2026, tampaknya gue paling suka den...

Tunggu Aku Sukses Nanti - Ulasan

Gambar
Sinopsis Tunggu Aku Sukses Nanti (2026) adalah film komedi drama karya sutradara Naya Anindita yang tayang di bioskop bertepatan dengan momen Lebaran 2026. Ceritanya mengikuti Arga (Ardit Erwandha), pemuda yang sudah tiga tahun menganggur dan selalu jadi bulan-bulanan pertanyaan "kapan kerja, kapan nikah" setiap kali kumpul keluarga besar. Di saat bersamaan, pacarnya minta segera dinikahi, adiknya terancam putus kuliah, dan rumah nenek yang mereka tinggali mau dijual. Tekanan datang dari segala arah, dan Arga harus pontang-panting membuktikan diri sebelum Lebaran berikutnya tiba. Ulasan Dari enam film Indonesia yang rilis di masa Lebaran 2026, Tunggu Aku Sukses Nanti yang gue nantikan berdasarkan berderet ulasan positif. Naskah orisinil karya Evelyn Afnilia dan disutradarai oleh Naya Anindita, duo sutradara-penulis naskah sejak Komang (2025) yang juga sama-sama menghangatkan hati. Kali ini kisahnya mengambil sudut yang sangat dekat dengan anak muda di Indonesia pada masa Leba...

Good Luck, Have Fun, Don't Die - Review

Gambar
Sinopsis Good Luck, Have Fun, Don't Die (2025) adalah film sci-fi komedi karya Gore Verbinski yang sudah lama absen dari layar lebar. Premisnya sederhana tapi langsung bikin penasaran: seorang pria dari masa depan (Sam Rockwell) masuk ke sebuah diner di Los Angeles dan mengumumkan bahwa ini adalah percobaan ke-117-nya untuk menyelamatkan dunia dari ancaman AI yang sudah di luar kendali. Setiap percobaan gagal karena kombinasi orang yang salah, dan malam ini dia butuh kombo yang tepat dari para pengunjung diner yang sama sekali tidak terduga.  Film ini bisa dibaca sebagai versi Gore Verbinski dari " old man yells at cloud " yang entah bagaimana berhasil jadi satire yang tajam soal budaya teknologi modern. Kalau kamu suka Black Mirror tapi mau versi yang lebih gila dan lebih lucu dengan bumbu Terminator, ini film yang wajib masuk daftar tontonan. Ulasan Setelah 8 tahun vakum, sutradara Gore Verbinski akhirnya kembali dan kali ini lewat film scifi dengan budget independen. T...

Hoppers - Review

Gambar
Sinopsis Hoppers (2026) adalah film animasi terbaru dari Pixar yang disutradarai Daniel Chong, kreator We Bare Bears. Ceritanya mengikuti Mabel Tanaka, seorang aktivis lingkungan muda yang nekat menggunakan teknologi baru untuk "memindahkan" kesadarannya ke dalam tubuh robot berang-berang, demi berkomunikasi langsung dengan dunia hewan. Yang awalnya misi penyelamatan habitat berubah jadi kekacauan epik, saat Mabel harus menggerakkan seluruh kerajaan hewan melawan walikota licik bernama Jerry Generazzo (Jon Hamm). Ulasan Film animasi panjang terbaru dari Pixar ini tidak mengecewakan dan memenuhi ekspektasi para pecinta film-film Pixar. Film ini sangat keras dalam membahas tema lingkungan hidup dengan jalan cerita yang fokus pada upaya penyelematan sebuah kolam tang ternyata cukup penting bagi ekosistem di sekitarnya. Sebagai kreator We Bare Bears, tentunya Daniel Chong tahu persis bagaimana memanfaatkan kelucuan dan kegemasan setiap hewan dan memantik simpati dari penonton. T...

The Bride! - Review

Gambar
Sinopsis The Bride! (2026) adalah reinterpretasi modern dari Bride of Frankenstein (1935) yang digarap oleh Maggie Gyllenhaal. Berlatar Chicago tahun 1930-an, film ini mengikuti Frank si monster (Christian Bale) yang meminta ilmuwan Dr. Euphronious (Annette Bening) untuk menghidupkan seorang wanita muda sebagai pendampingnya. Tapi The Bride (Jessie Buckley) yang lahir ternyata punya agenda sendiri, dan dari situ cerita berkembang jauh melampaui ekspektasi: ada romansa, kejaran polisi, pembunuhan, sampai gerakan kultural yang radikal. Dibintangi juga oleh Penélope Cruz dan Jake Gyllenhaal, film ini memadukan horor klasik dengan perspektif feminis yang segar dan berani. Ulasan Ini pertama kali gue berkenalan dengan film karya sutradara dan penulis naskah Maggie Gyllenhaal, setelah sebelumnya menangani The Lost Daughter (2021). Seperti ekspektasi gue, film The Bride! berteriak lantang tentang feminisme dan keberdayaan perempuan terhadap laki-laki. Jalan ceritanya sendiri sudah mengumandan...

Hamnet - Review

Gambar
Sinopsis Hamnet (2025) adalah film drama sejarah garapan sutradara Chloé Zhao yang diadaptasi dari novel bestseller karya Maggie O'Farrell. Berlatar Inggris abad ke-16, film ini mengisahkan Agnes (Jessie Buckley) dan suaminya William Shakespeare (Paul Mescal) yang harus menghadapi duka mendalam setelah putra tunggal mereka, Hamnet, meninggal dunia akibat wabah pes di usia 11 tahun. Di balik tragedi itu, tersimpan kisah cinta yang kuat, perjuangan seorang ibu, dan sebuah rahasia besar bahwa kehilangan inilah yang menginspirasi lahirnya salah satu karya terbesar dalam sejarah sastra dunia: Hamlet. Hamnet dinominasikan dalam 8 kategori Oscar termasuk Best Picture. Ulasan Jarang sekali film tipikal period drama bisa tayang di bioskop Indonesia. Beruntung film karya sutradara dan penulis naskah Chloe Zhao ini memborong banyak nominasi Academy Awards 2026, makanya distributor berani bawa film ini ke Indonesia. Menonton film period drama memang harus di layar lebar agar bisa fokus dan kon...