26 December 2015
One kritik

Star Wars: The Force Awakens

"Jembatan yang sempurna antara enam episode sebelumnya dengan tiga episode yang akan datang"

Tiga dekade setelah kejatuhan Empire dan Darth Vader, ancaman baru muncul. First Order yang dibangun dari sisa-sisa Empire, ingin menguasai galaksi dengan menghancurkan Republic dan Resistance. Beberapa orang dari berbagai latar belakang muncul untuk menyelamatkan galaksi, dibantu oleh Resistance.

Plot "tiga dekade sejak kejatuhan Empire" dibuat untuk menjadi relevan dengan tiga puluh dua tahun sejak Episode VI: The Return of the Jedi. Yes, demi tiga aktor utama dari Original Trilogy dapat tampil kembali di Sequel Trilogy dari Star Wars; Mark Hamill, Harrison Ford, dan Carrie Fisher. Betul, mereka memang tampak tua di Episode VII: The Force Awakens ini. Han Solo yang makin menua, General Leia yang tampak terlalu tua untuk menjadi seorang jenderal, dan Luke Skywalker yang menghilang entah kemana. Tapi penampilan mereka yang menua tidak menyurutkan antusias penonton yang mayoritas tahu tentang Star Wars, entah sudah atau belum menonton ke semua enam episode sebelumnya.



Episode VII: The Force Awakens tidak saja membangkitkan kembali agama kuno Force yang selalu mendapat argumen skeptis di Prequel Trilogy dan Original Trilogy. Tetapi episode ketujuh ini juga membangkitkan ikon pop Star Wars di era baru, era modern, era phablet, dan era digital. JJ Abrams, yang berhasil mendamaikan fans Star Trek dan Star Wars, sadar betul bahwa target pasarnya kali ini bukan saja fans loyal Star Wars tetapi juga generasi baru yang bahkan lahir setelah Episode III: Revenge of the Sith. Maka Episode VII ini dibuat seramah mungkin bagi mereka yang belum menonton enam episode sebelumnya. Bagi mereka yang belum menonton, memang masih dapat menikmati dengan baik. Tapi bagi mereka yang sudah menonton enam episode sebelumnya, pasti akan berteriak histeris ketika melihat ikon-ikon yang mereka kenal dengan baik seakan teman masa kecil dan tumbuh dewasa bersama. 

Episode VII, seperti sekuel kebanyakan, jelas memberikan banyak nod dan tribute pada enam episode sebelumnya. Salah satu yang paling jelas adalah plot cerita yang ekuivalen dengan Episode IV; droid yang mendapat "Macguffin" dan harus diantar ke Leia, dan seorang master Jedi yang menghilang. Selain itu, silahkan menyiapkan kertas kosong untuk mencatat banyaknya easter egg yang ditaruh oleh para pembuat film untuk menghibur para fans loyal; mulai dari Millennium Falcon hingga Jedi training ball. Tema soundtrack dari episode sebelumnya juga digunakan dalam adegan-adegan tertentu yang berhubungan dengan prekuelnya, yang langsung membuat bulu kuduk berdiri.


Namun cukup untuk romantisme dan nostalgia Star Wars yang mengiringi masa kecil gue hingga sekarang. Mari fokus pada hal baru yang dibawa oleh JJ Abrams yang juga tidak kalah menariknya. Karakter barunya sangat kuat dan jelas menjadi hasil brilian dari casting yang memang mencari aktor/aktris baru - seperti George Lucas yang dulu memilih Mark Hamill, Harrison Ford, dan Carrie Fisher yang pada waktu itu belum begitu terkenal. Daisy Ridley dan John Boyega jelas tampil brilian dengan karakternya yang kuat. Namun gue rada kurang sreg dengan penampilan Adam Driver yang terlihat jauh lebih lemah ketika ia melepas topeng Kylo Ren. Seragu apapun ia di dalam Dark Side, tapi tetap saja ia adalah karakter antagonis utama dalam film ini - dan mungkin dalam episode setelah ini.

Jalan cerita baru yang ditawarkan oleh JJ Abrams juga masih sangat diterima, dan menjadi pembuka yang masih bagi Episode VIII dan IX. Meski film ini tidak berakhir kepalang tanggung, masih banyak pertanyaan yang perlu dijawab dan berbagai misteri yang perlu dipecahkan. Sebuah jalan cerita klasik antara good vs evil, tetapi dengan beberapa karakter yang abu-abu. Yes, sebuah kisah aksi klasik yang mungkin kurang menantang bagi para dewasa, tetapi akan sangat mudah dipahami oleh anak-anak. Investasi Disney untuk membeli Lucasfilm dan hak cipta Star Wars memang tepat sebagai mesin pengeruk uang - terutama dari merchandise nya yang bertahan hingga puluhan tahun.


Secara keseluruhan, Episode VII: The Force Awakens sangat ramah dan dapat dinikmati untuk semua kalangan. Baik untuk dewasa dan anak, baik untuk fans loyal atau mereka yang belum menonton enam episode sebelumnya. Menonton di layar selebar mungkin dengan tata suara yang sophisticated jelas rekomendasi utama untuk mendapatkan sensasi terbaik. Efek spesial dalam film ini jelas tidak perlu diragukan lagi, meski JJ Abrams banyak menggunakan lokasi asli ketimbang layar hijau demi mendapatkan kesan realistis dan sekaligus sebuah nod terhadap Original Trilogy.


USA | 2015 | Action / Adventure / Sci-fi | 135 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
10 dari 10

Scene During Credits? Tidak

Scene After Credits? Tidak

Wajib 3D? Relatif

Wajib 4DX? Relatif

Wajib IMAX? YES!

Nominated for Best Editing, Best Score, Best Sound Mixing, Best Sound Editing, Best Visual Effects, Academy Awards, 2016.

Nominated for Best Production Design, Best Score, Best Sound, Best Visual Effects, BAFTA Awards, 2016.

- sobekan tiket bioskop tanggal 26 Desember 2015 -

1 kritik:

  1. wooow... nontonnya gak di indooo.. aiyah..

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top