12 March 2015
0 kritik

Cinderella

"Kisah klasik yang diceritakan kembali dengan sempurna"

Kisah tentang Ella yang harus tinggal dengan ibu tiri dan dua saudari tirinya yang memperlakukannya sebagai budak. Ketika hampir kehilangan harapan, Ella bertemu dengan seorang laki-laki tampan di tengah hutan, yang - tanpa sepengetahuan Ella - ternyata adalah seorang pangeran. Sang pangeran pun jatuh cinta, dan mengadakan pesta dansa yang dibuka untuk umum agar dapat bertemu kembali dengan Ella. Namun ibu tirinya melarang Ella untuk pergi, dan merobek gaun peninggalan ibunya. Putus harapan, Ella pun dibantu oleh ibu perinya, dan mengubah hidup Ella untuk selamanya.

Dongeng Cinderella telah diceritakan berulang kali dengan berbagai versi sesuai dengan budaya masyarakat masing-masing, mulai dari Rusia hingga Indonesia yang dikenal dengan Upik Abu. Namun salah satu versi yang paling populer karena ada tambahan unsur kereta labu, tikus, dan sepatu kaca adalah versi Charles Perrault yang ditulis tahun 1697 dengan judul Cendrillon. Versi ini yang kemudian diadaptasi oleh Walt Disney ke dalam film animasi yang dirilis tahun 1950 dan meraih 3 nominasi Oscar. Kini disaat Disney sedang gencar menceritakan kembali dongeng-dongeng lawasnya, versi live action pun dipilih dan aktor/sutradara Kenneth Branagh dipilih untuk menukangi adaptasi terbaru ini.



Hasilnya adalah sebuah film dongeng yang sangat brilian dan kaya di berbagai segi. Cinderella sangat memanjakan mata, baik untuk dewasa maupun anak-anak. Tidak hanya visual yang mengagumkan dan menghibur, tetapi juga film ini juga diberkahi dengan kostum dan set yang sangat menghibur mata. Setidaknya para wanita akan berdecak kagum dengan berbagai gaun malam yang dikenakan para perempuan, khususnya oleh Cinderella saat pergi ke pesta dansa.

Selain itu, penulis naskah Chris Weitz juga cukup setia dan konsisten dalam menceritakan kisah Cinderella dari versi Charles Perrault. Yang perlu diacungi jempol adalah tambahan plot di awal yang menceritakan masa kecil Ella bersama ayah dan ibunya sewaktu mereka masih hidup. Kisah yang cukup signifikan dalam membangun karakter Ella secara keseluruhan sehingga ia tumbuh menjadi seorang gadis yang berani dan baik hati.


Pada akhirnya, Cinderella versi Disney tahun 2015 ini adalah sebuah film yang cukup sempurna untuk menceritakan kembali kisah klasik ini. Khususnya kepada anak-anak generasi baru, maka film ini menjadi film yang cocok untuk mengenalkan kisah Cinderella dan belajar banyak dari makna yang terkandung di dalamnya. Kembali lagi kepada pintar-pintarnya orang tua untuk menyampaikan maknanya dengan cara yang tepat.



USA | 2015 | Drama / Fantasy | 105 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 13 Maret 2015 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top