02 February 2013
0 kritik

The Last Stand

"Dengan karakter seorang sherrif tua yang berusaha menjaga kota kecilnya dari kedatangan bos mafia yang menjadi buronan FBI, Schwarzenegger membuktikan bahwa umur pun tidak dapat menghalangi ketenarannya"
"I'm back!
Itu adalah quote terkenal milik Arnold Schwarzenegger dari trilogi Terminator yang tampaknya terus hidup dari zaman ke zaman. Yes, he's back! Thanks to Sylvester Stallone yang berhasil meyakinkan dia untuk kembali ke dunia film lewat The Expendables (2010) walaupun hanya sebagai cameo, namun tampaknya Mr. Schwarzenegger semakin percaya diri untuk kembali membintangi satu film sebagai jagoan utama. Usia 66 tahun tidak meredupkan citra diri dan nama besar dari Mr. Schwarzenegger untuk tampil kembali sebagai bintang utama sejak Terminator 3: Rise of the Machines (2003). Disutradarai oleh sutradara debutan asal Korea Selatan di Hollywood, Jee-woon Kim, Mr. Schwarzenegger siap untuk mengatakan "hasta la visa, baby" dalam film The Last Stand.

Cerita dalam film ini pun seakan sedikit menggambarkan situasi Mr. Schwarzenegger yang semakin rapuh dimakan usia. Selepas meninggalkan tugas di LAPD, Sherrif Owens pun menghabiskan sisa karir dan awal pensiunnya di kota kecil Summerton Junction di perbatasan Mexico. Kota yang hanya berisi empat orang sherrif dan minim tindakan kriminal, tidak lama lagi akan menghadapi ujian terberatnya. Bos mafia yang menjadi incaran seluruh dunia, Gabriel Cortez, lepas dari kawalan FBI dan kabur ke arah Mexico dengan mengendarai mobil tercepat di dunia. Kota kecil Summertion Junction pun berada di jalur akhir pelariannya dari AS, dan Sherrif Owens beserta anak buah dan beberapa warga sipil pun harus berusaha segala cara untuk mencegah Gabriel Cortez kabur ke Mexico.

Ceritanya memang sangat sederhana. Modus kaburnya Gabriel Cortez pun kurang masuk akal; menggunakan mobil tercepat yang dicuri dari pameran mobil. Meskipun motif kabur ini ditekankan hanya lewat dialog bahwa Gabriel ingin melakukan semua hal dengan tangannya sendiri dan latar belakang bahwa dia adalah pembalap yang handal. Harus serepot dan memakan waktu selama itu yang sebenarnya bisa kabur ke Mexico dalam hitungan jam dengan pasukan dan teknologi yang dia miliki. Tapi tidak, The Last Stand bukan tentang Eduardo Noriega yang memerankan Gabriel Cortez. Yes, film ini adalah milik Arnold Schwarzenegger, jadi walaupun ceritanya tidak begitu masuk akal, audience don't give a f*ck; it's Arnold Schwarzenegger!

gambar diambil dari RottenTomatoes
Segala hal diluar itu pun menjadi tidak penting. Jalinan cerita dengan fakta bahwa mobil yang dikendarai oleh Gabriel Cortez tidak penting karena dia pasti akan dihajar oleh Sherrif Owens, begitu juga dengan karakter-karakter lainnya. Forest Whitaker yang menjadi agen FBI yang bertanggung jawab atas lepasnya Gabriel Cortez menjadi sangat tidak penting, begitu juga dengan warga sipil yang (secara kebetulan) mengoleksi berbagai senjata yang diperankan oleh Johnny Knoxville juga sama tidak pentingnya. Heran juga mengapa namanya yang menjadi co-star di media-media promosi The Last Stand, padahal rasanya karakter Forest Whitaker yang agak lebih penting dari Knoxville. Tapi tidak penting untuk membahas itu semua. Film ini menjadi jauh lebih menarik ketika karakter Sherrif Owens muncul di layar.

Film ini dibuat dengan tipikal film B-Class Action, yang penuh dengan cheesy-macho lines layaknya film-film Chuck Norris. And believe me, Mr. Schwarzenegger is really good at it. Dialog-dialog seperti "I'm the Sherrif" atau "You f*cked my day off" mungkin akan terdengar sangat cheesy jika diucapkan oleh aktor lain selain Mr. Schwarzenegger. Dialog-dialog ini yang membuat penonton secara tidak sadar menunggu-nunggu dirinya muncul di layar dan mengucapkan sesuatu. Dialog-dialog ini yang membuat penonton maklum perihal umur dan gerakan-gerakan aksi yang menjustifikasi uzurnya umur beliau. But what the hell, he's back! He's got his last stand in his film career with this movie, and i hope this is not his last.



USA | 2013 | Action / Crime | 107 mins | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 2 Februari 2013 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top