07 February 2013
2 kritik

A Good Day to Die Hard

"Sekuel Die Hard kelima ini berusaha keras memikat penonton lewat tembak-menembak dan berbagai ledakan besar, yang pada akhirnya Bruce Willis-lah yang menyelamatkan film ini"

Setelah membuktikan dirinya masih dapat berakting dan beradegan aksi dalam proyek "The Avengers-like"nya Sylvester Stallone, aktor laga Bruce Willis kembali hadir untuk meneruskan franchise yang membuat namanya melambung. Installment Die Hard ke-5 kali ini yang berjudul A Good Day to Die Hard kembali menampilkan aksi John McClane yang tampak selalu diikuti oleh masalah. Kali ini John McClane beraksi bersama anaknya Jack McClane dalam menumpas para penjahat. Plot utamanya cukup sederhana, John dan Jack harus menjaga keselamatan dari seorang tokoh politik Rusia yang memiliki "kunci" dari peristiwa Chernobyl dari kejaran para teroris yang akan melakukan apa saja untuk membunuhnya.

Plot utama yang sebenarnya cukup sederhana ini sengaja dibuat serumit mungkin oleh penulis naskah Skip Woods (Swordfish, Hitman, X-Men Origins: Wolverine, The A-Team). Namun sayang, hasilnya sangat mudah ditebak kemana jalan ceritanya. Bahkan plot twist yang seharusnya membuat penonton terkaget-kaget, sudah dapat ditebak lebih dulu 30 menit sebelumnya. Satu-satunya hal yang membuat gue terkejut adalah fakta bahwa ternyata Jack McClane bekerja untuk CIA (ya, gue terbiasa untuk tidak pernah baca sinopsisnya sebelum menonton suatu film).

gambar diambil dari RottenTomatoes
Setia pada formula sekuel film action yang ada di Hollywood, segalanya harus terlihat lebih dibandingkan sekuel sebelumnya. Jika dalam Die Hard 4.0 cukup melewati batas dengan menghadirkan pesawat jet F35 sebagai lawan dari John McClane, kali ini John dan Jack McClane harus menghadapi helikopter tempur Mi-24. Tidak hanya satu kali, tetapi berkali-kali. Kesannya memang agak berlebihan, tapi terlihat sekali bahwa pembuat film seakan kehilangan akal bagaimana menandingi pesawat jet F35 yang sudah terlihat sangar itu. Hasilnya memang keren, tapi menjadi jauh dari akal sehat.

Gue adalah seorang penggemar Die Hard, namun hanya tiga installment pertamanya saja. Die Hard era 1990-an mampu membuat gue tidak kehilangan ketegangan dan banyak adegan-adegan yang masih menempel di kepala, dimana ketiga film tersebut hanya mengandalkan jalan cerita yang baik dan tensi adegan yang cukup tinggi hanya dengan tembakan pistol dan ledakan dinamit saja. Sementara, Die Hard era 2000-an terlalu mengumbar teknologi dan efek visual secara berlebihan dan terkadang tidak masuk akal. Dari segi adegan-adegan aksi, era 2000-an memang jauh lebih berani dan gila. Namun menurut gue, Die Hard versi baru ini gagal total dalam memberikan kesan dan sensasi tegang sepanjang filmnya.
gambar diambil dari RottenTomatoes

Namun bukan berarti A Good Day to Die Hard ini tidak layak tonton sama sekali. Rasanya sayang untuk melewatkan berbagai efek visual dan suara jeder-jeder ini di bioskop. Belum lagi bagi yang kangen akan sepak terjang dari Bruce Willis, yang tampaknya usia tidak mempengaruhi setiap aksi laganya.


Rating?
7 dari 10

USA | 2013 | Action | 97 mins | Aspect Ratio 1.85 : 1

- sobekan tiket bioskop tertanggal 7 Februari 2013 -

2 kritik:

  1. ke daerah Chernobyl aja udah gak masuk akal banget sebetulnya, tapi betul. kangen liat Bruce Willis

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul, walaupun banyak yang ga masuk akal, Bruce Willis tetap Bruce Willis :D thanks udah mampir ya

      Delete

 
Toggle Footer
Top