Marty Supreme - Review

Sinopsis

Film Marty Supreme (2025) merupakan proyek ambisius dari rumah produksi A24 yang menandai kembalinya sutradara Josh Safdie ke kursi penyutradaraan solo. Sinopsis Marty Supreme terinspirasi dari kisah hidup Marty Reisman, pemain tenis meja profesional legendaris yang dikenal karena kepiawaiannya serta gaya hidupnya yang eksentrik. 

Dibintangi oleh Timothée Chalamet dalam peran yang sangat berbeda dari sebelumnya, film ini membawa penonton ke dunia kompetisi pingpong yang kompetitif di Amerika pertengahan abad ke-20. Sebagai perpaduan antara drama biopik dan komedi gelap, Marty Supreme mengeksplorasi tema obsesi, ketenaran, dan semangat seorang underdog yang berhasil mendefinisikan ulang olahraga tenis meja sebagai bentuk seni dan pertunjukan yang memikat.


Ulasan

Gue nggak sadar kalau sutradara dan penulis naskah Marty Supreme adalah yang juga menulis dan menyutradarai Uncut Gems (2019), Josh Safdie. Pantas saja Marty Supreme punya "roh" yang sama dengan Uncut Gems, penuh kekacauan in a good way yang selalu mendorong maju karakter utama kita yang problematik. Ini adalah tipikal film yang punya tempo cepat, berisik, dan karakter utama yang sulit bagi penonton untuk menaruh simpati karena sikap dan pilihan keputusannya yang menyebalkan.

Berdasarkan kisah nyata Marty Reisman dengan dramatisasi di sana-sini, film Marty Supreme menggambarkan bahwa bakat cemerlang saja tidak membuat seseorang jadi kharismatik dan sukses dalam hidup. Dalam lapisan paling luar, bakat dan kehebatan di dalam lapangan tidak mencerminkan perilaku yang ada di luar lapangan dan ini ada banyak sekali contohnya di dunia nyata. Di lapisan paling dalam, kemenangan di dalam lapangan dengan obsesi toksik bisa jadi hanya positif bagi si pemain tapi tidak bagi orang lain dan penontonnya.






Kesimpulan

Akhirnya, Marty Supreme bukan sekadar biopik olahraga biasa, melainkan studi karakter yang bikin kita capek sekaligus kagum secara bersamaan. Timothée Chalamet sukses banget keluar dari zona nyamannya dengan memerankan sosok yang love-hate banget, bikin kita geregetan sepanjang durasi film. Safdie lagi-lagi berhasil menangkap esensi kegilaan dari sebuah obsesi yang nggak kenal rem, meninggalkan kita dengan pertanyaan apakah kesuksesan di atas meja pingpong itu sebanding dengan kekacauan hidup yang ditinggalkannya. Kalau kamu suka film dengan vibe yang chaos dan nggak memanjakan penonton dengan karakter "suci", film ini jelas harus masuk daftar tontonan wajib.

Skor Sobekan Tiket Bioskop: 5/5
Cocok untuk: pengikut setia film-filmnya Timothee Chalamet, dan penggemar film bertema olahraga





Genre: Sport / Crime
Asal: Amerika Serikat
Durasi: 2 jam 29 menit
Sutradara: Josh Safdie
Penulis Naskah: Ronald Bronstein, Josh Safdie
Pemain: Timothee Chalamet, Gwyneth Paltrow

- sobekan tiket bioskop tanggal 21 Februari 2026 -

Komentar