Doctor Strange in the Multiverse of Madness - No Spoiler Review


Memang nggak salah lagi deh Sam Raimi yang megang Doctor Strange in the Multiverse of Madness sebagai sutradara. Semua elemen horornya keluar maksimal, nggak tipis-tipis kaya di trilogi Spider-Man versi Tobey Maguire. Bahkan MCU boleh berbangga bahwa akhirnya punya film superhero bergenre horor. Yang mau ajak anaknya nonton, dipikir-pikir dulu ya.

Film ke-28 di MCU ini tadinya malah mau dirilis duluan ketimbang Spider-Man: No Way Home, tapi karena pandemi jadinya tukeran jadwal rilis. Tapi keputusan ini malah bikin hype-nya agak turun menurut gue. Setelah No Way Home dengan cameo yang spektakuler itu, kita semua pasti berharap adanya cameo yang kalau nggak menyamai ya lebih pecah lagi di Multiverse of Madness. 


Mungkin juga karena sudah banyak bocoran di media sosial, setiap kemunculan cameo di sini menurut gue malah jadi biasa aja. Nggak bikin gue kaget dan tepuk tangan gitu kaya di No Way Home. Malah Sam Raimi tergolong sadis ya, karena berani membunuh nggak cuma satu-dua karakter yang muncul di film ini. Bisa jadi ini tonggak ukur baru untuk MCU ke depannya, karena udah punya banyak universe jadi lebih berani ngebunuhin setiap karakternya.

Mari bahas horornya! Horornya yang nggak gimana banget sih, nggak ada setan atau hantu gitu. Lebih ke ketegangan dan jump scare yang dibangun secara dramatis lewat sinematografi dan efek suara. Inilah hebatnya master horor Sam Raimi; tanpa hantu atau setan pun sukses bikin adegan yang bikin kaget. Kalau di trilogi Spider-Man Tobey Maguire cuma tipis-tipis, maka di sini total maksimal banget. Nggak cuma satu-dua jump scare, malah ada satu-dua adegan yang maksimal banget horornya.


Elisabeth Olsen makin ciamik aja aktingnya ya! Meski menurut gue mungkin nggak akan sampai ke nominasi penghargaan bergengsi. Tapi kualitasnya jelas meningkat dari serial WandaVision. Apalagi porsinya di sini cukup banyak dan sangat berpengaruh ke jalan cerita. Nah ngomong-ngomong soal jalan cerita, minimal perlu nonton dulu serial WandaVision sebelum nonton ini. Di luar itu serial What If juga bisa ditonton karena akan jadi latar belakang cerita yang utuh buat karakter Doctor Strange.

Yang gue suka banget dari film kedua Doctor Strange ini adalah romantis banget. Dua karakter utama bergerak atas nama cinta, entah cinta kepada pasangan dan cinta kepada keluarga. Ada cinta yang toxic, ada cinta yang konstruktif. Masing-masing ada akibat dan konsekuensi masing-masing. Kemudian seberapa jauh dan nekat yang mau dilakukan untuk itu. Meski kemudian ujung-ujungnya balik lagi harus ke acceptance sih, menerima dan embrace apa yang ada di depan mata.






- sobekan tiket bioskop tanggal 5 Mei 2022 -
----------------------------------------------------------
review film Doctor Strange in the Multiverse of Madness
review Doctor Strange in the Multiverse of Madness
Doctor Strange in the Multiverse of Madness movie review
Doctor Strange in the Multiverse of Madness film review
resensi film Doctor Strange in the Multiverse of Madness
resensi Doctor Strange in the Multiverse of Madness
ulasan Doctor Strange in the Multiverse of Madness
ulasan film Doctor Strange in the Multiverse of Madness
sinopsis film Doctor Strange in the Multiverse of Madness
sinopsis Doctor Strange in the Multiverse of Madness
cerita Doctor Strange in the Multiverse of Madness
jalan cerita Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Komentar