Crazy Rich Asians - Review

"Sebuah protes keras dari milennials tentang tradisi keluarga yang konservatif dalam bentuk rom-com yang super kocak dan menyentuh hati"

Untuk menyatakan keseriusan akan hubungan mereka, Nick meminta Rachel untuk ikut pulang ke Singapura dengan acara menghadiri pernikahan sahabatnya. Tetapi selama ini Rachel tidak tahu bahwa ternyata Nick berasal dari keluarga terkaya di Singapura. Rachel pun tiba-tiba harus menjadi musuh bersama semua wanita. Khususnya ibu dari Nick yang menganggapnya tidak layak untuk masuk ke dalam keluarga super kaya mereka.

Siapa yang sangka Crazy Rich Asians bakal ngebawa buzz sampai segitu besarnya, terutama ke Indonesia. Banyak media Barat yang nyebut film ini sebagai film "langka" dengan aktor dan aktris yang mayoritas Asia Timur. Apalagi mayoritas film bersetting di Singapura, meski lokasi asli syutingnya di Malaysia. Ditambah lagi word of mouth netizen Indonesia yang mulai teriak-teriak ketika tahu film ini tayang di Singapura duluan, yang akhirnya memaksa distributor Warner Bros Indonesia rilis di negeri sendiri meski agak telat.

Tapi semua word of mouth itu kebayar tuntas blas! Crazy Rich Asians is crazily fun and entertaining! Udah lama banget kayaknya gue gak nonton film rom-com sekocak dan semenyentuh ini. Setiap jokes-nya kena banget dan bikin ngakak heboh. Setiap adegan cheesy-nya juga sukses bikin meleleh. Apalagi dengan kisah keluarga kaya raya yang rasanya dekat banget dengan kita.


Kalau diteliti, kisah utama film ini familiar banget ditemui di sinetron-sinetron kebanggaan ibu-ibu di televisi swasta kita. Seorang gadis biasa jatuh cinta dengan pria kaya raya dan harus berhadapan dengan ibu si laki-laki yang tidak suka dengannya. Sinetron banget yekan. Tapi entah kenapa kok ya cerita kaya gini bisa kena banget ke generasi langgas atau millenials. Mungkin karena hingar bingar harta kekayaannya terlihat nyata dan biasa kita lihat. Gak nyangka aja hal-hal absurd yang biasa dilakukan orang kaya bisa masuk film dan ternyata malah jadi humor tersendiri. Gak suka dengan pelayanan hotelnya, beli aja sekalian sehotel-hotelnya. Kelar! Atau pesta pernikahan termewah adalah dengan dekorasi sungai mini di dalam gereja.

Konon, Singaporeans sendiri biasa aja nerima film ini karena beranggapan gaya hidup orang kaya di Singapura gak segitunya. Ya bagaimanapun itu gaya hidup orang kaya, menurut gue film ini fokusnya justru pada kenyataan (pahit) keluarga (kaya) keturunan Cina daratan yang eksklusif dan protektif. Atas nama kebaikan anak, jalan hidup anak termasuk pekerjaan (dan jodoh) sudah diatur bagaikan garis takdir. Penulis novel berjudul sama Kevin Kwan terlihat mau memprotes tradisi dan kebiasaan ini yang ternyata efeknya gak selalu positif seperti di benak orang-orang tua. Sebuah protes keras dari generasi langgas yang dengan cerdas dibungkus dalam film romantic-comedy yang kocak dan menyentuh hati.





USA | 2018 | Romance / Comedy | 120 mins | Scope Aspect Ratio 2.39 : 1

-  sobekan tiket bioskop tanggal 7 September 2018 -

Rating Sobekan Tiket Bioskop:

----------------------------------------------------------
  • review film crazy rich asians
  • review crazy rich asians
  • crazy rich asians movie review
  • crazy rich asians film review
  • resensi film crazy rich asians
  • resensi crazy rich asians
  • ulasan crazy rich asians
  • ulasan film crazy rich asians
  • sinopsis film crazy rich asians
  • sinopsis crazy rich asians
  • cerita crazy rich asians
  • jalan cerita crazy rich asians

Komentar