16 December 2016
0 kritik

Rogue One

"Sebuah selebrasi spektakuler tentang harapan dan karakter kepahlawanan"

Jyn Erso, seorang kriminal direkrut oleh pasukan Rebellion untuk memastikan bahwa Imperial telah membuat satu senjata raksasa yang mematikan. Ketika informasi tersebut dikonfirmasi, dia pun harus mencuri cetak biru dari Death Star. Dibantu oleh beberapa orang Rebellion dan segelintir orang non-sekutu, Jyn Erso dan teman-temannya harus menyelesaikan misi yang hampir mustahil untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar.

Ada banyak hal yang spesial pada Rogue One, yang merupakan film live action Star Wars pertama di luar Episodic Saga. Pertama jelas kehadiran para karakter baru yang sangat sangat memorable dan menarik. Kemudian para karakter baru ini bersanding dengan karakter lama yang jelas sangat kuat dalam membawa hawa nostalgia. Bahkan hingga para kendaraan perang Imperial seperti AT-DP dan AT-AT Walker yang wooooh!


Menurut gue, kekuatan utama Rogue One adalah pada para karakternya. Ini adalah tipikal film di mana deretan jagoannya berasal kelompok orang yang tidak dilahirkan untuk menjadi pahlawan. Ini adalah tipikal film di mana para jagoannya direkrut, atau secara kebetulan berada di tempat dan waktu yang salah. Sebuah kisah klasik Seven Samurai (1954) yang ceritakan ulang dengan komposisi motivasi dasar yang sama; harapan. Because after all, rebellions are built on hope.


Kemunculan karakter lama dari saga Star Wars jelas akan membuat para fans bersorak dalam hati. Kecanggihan CGI memang tiada tara, yang mampu "menghidupkan kembali" aktor yang sudah meninggal. Perasaan nostalgia yang membuncah itu yang menjadikan Rogue One ini menjadi spesial. Terutama melihat adegan perang antara Imperial dengan Rebellion yang klasik; satu kelompok yang sangat canggih yang dapat dikalahkan dengan kreativitas dari kelompok lain yang teknologinya jauh lebih kuno. Belum lagi beberapa nod kecil pada Episodic Saga yang hanya dapat dikenali oleh para fansnya.

Secara keseluruhan, Rogue One memang memiliki ciri khas yang jauh berbeda dari Episodic Saga. Hal ini sudah diperingati sejak awal dengan tidak adanya crawling opening credit yang memberikan latar belakang cerita. Ya jelas saja mengingat ini adalah film spin off dari timeline utamanya, maka dari itu perlu diberikan feel dan atmosfer yang berbeda. Atmosfer tersebut sangat terasa dari scoring Michael Giacchino, yang sangat jarang memasukkan theme score Star Wars. Tetapi sayangnya, scoring baru yang mencoba berbeda ini kurang memorable - jauh dibandingkan Rey's Theme yang fenomenal itu.


Selain itu, menurut hemat gue film ini memiliki masalah pace dengan plotnya dan editing di tengah paruh pertama. Perkenalan karakternya terasa lamban dan terseret-seret harus bergonta-ganti latar dan side story ke sana dan kemari. Seolah-olah mengejar durasi dalam mengumpulkan semua jagoan kita. Semuanya mulai membaik ketika para anggota Rogue One ini telah berkumpul menjadi satu. Kemudian masalah ini tampaknya sengaja ditutupi oleh aksi Darth Vader di akhir film yang memang - memang ciamik dan SUPER KEREN! Dipermanis pula dengan final shot yang akan membuat semua fans Star Wars ternganga-nganga - ditambah gimmick cantik nan sempurna berupa jembatan ke Episode IV: A New Hope.



USA | 2016 | Adventure / Sci-Fi / Action | 134 mins | Scope Aspect Ratio 2.39 : 1

Rating?
9 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 14 Desember 2016 -














----------------------------------------------------------
Search  Keywords:
  • review film rogue one star wars
  • review rogue one star wars
  • rogue one star wars review
  • resensi film rogue one star wars
  • resensi rogue one star wars
  • ulasan rogue one star wars
  • ulasan film rogue one star wars
  • sinopsis film rogue one star wars
  • sinopsis rogue one star wars
  • cerita rogue one star wars
  • jalan cerita rogue one star wars

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top