Postingan

Ad Astra - Review

Gambar
I love Ad Astra for its life lessons about passion, obsession, loneliness, and mental health awareness.  Gue selalu punya hati tersendiri sama film-film luar angkasa. Terlebih lagi karena Hollywood selalu memperlakukan film luar angkasa sebagai film yang melankolis dan sentimentil . Eksplorasi ke luar angkasa yang jauh sekedar metafora terhadap eksplorasi yang sebenarnya; pencarian jati diri. Coba perhatiin mulai dari Sunshine, Gravity,  Moon, sampai Interstellar. Nggak ketinggalan Ad Astra, yang dijual dengan hubungan anak-ayah, tapi ternyata malah menyasar ke isu kesehatan mental,   passion dalam pekerjaan, dan kesendirian.  Nanti di bawah gue bahas lebih dalam ya.  Di kulit luarnya, harus gue akui Ad Astra cukup sulit untuk dinikmati - apalagi buat mereka yang nyari hiburan semata. Filmnya lamban dan sunyi . Iya jauh lebih lamban dan First Man dan jauh lebih sunyi dari Gravity . Adegan serunya cuma di setengah pertama, untuk kemudian setengah kedua l...

Spider-Man: Far from Home - Review

Gambar
Far from Home is awkwardly funny and entertaining! It's light, simple, and full of hearts. The set piece action is a marvel, and even the CGI is believable. The awkward romance of Peter Parker - MJ is something you don't want to miss in the big screen. Once again, Peter Parker take cares of the damages after the Avengers' event. But this time the damages is even bigger, Thanos' snap and Tony Stark's death. Once again, I love how the storytelling focuses on Peter's dilemma being a superhero. This time, the dilemma even accessible to everyone - especially teenagers; love and responsibility. Mid-Credit Scene? Yes! After-Credits Scene? Yes! - sobekan tiket bioskop tanggal 2 Juli 2019 - ---------------------------------------------------------- review film spiderman spider-man far from home review spiderman spider-man far from home spiderman spider-man far from home movie review spiderman spider-man far from home film review resensi film s...

Dua Garis Biru - Review

Gambar
"Dua Garis Biru adalah film Indonesia terbaik versi gue di tahun ini, so far!" Dua Garis biru itu indah, indah banget. Ibarat lo lagi duduk di sofa empuk di sebelah jendela, sambil dengerin Biru-nya Banda Neira, yang tadinya hujan gerimis lalu berhenti kemudian berganti samar senja sore yang keemasan. Sedih kenapa harus berganti, meski masih sama-sama indah. Gue nggak pernah se-emosional ini nonton film Indonesia sebelumnya. Hati adem, anget, terus sedih sampe netesin air mata, abis itu ngakak. Gilak, gue aja baru tahu kalo ternyata gue bisa nangis sambil ketawa di satu adegan yang sama 👏🏼👏🏼👏🏼 Tapi gue bener-bener suka banget sama Dua Garis Biru. Nggak kaya film-film Starvision sebelumnya, gue suka banget sama gambarnya, sama color gradingnya yang adem, sama shot-shotnya yang cantik banget, sama scoringnya dan pilihan soundtrack yang nyatu banget sama adegannya, sama akting-aktingnya juga yang nggak dramatis dan sukses bikin nangis! Aslik yah baru seperempat fil...

Parasite - Review

Gambar
"Parasite adalah karya seni terkuat yang pernah gue alami" PARASITE ADALAH FILM TERBAIK GUE TAHUN 2019 - sejauh ini! Parasite itu salah satu film yang membuat gue lupa kalau gue sedang ada di bioskop dan menonton film. Beneran, pas film selesai dan lampu studio menyala, gue baru sadar kalau gue lagi ada di bioskop. Yes, bukan lagi tersepona tapi sudah sampai kategori merasuki dan menyerap! Seakan-akan gue berada di tengah-tengah drama komedi tragis keluarga gila ini. Jalan ceritanya bener-bener segar dan tiada duanya, jadi tambah bikin asyik karena gue sama sekali nggak tahu mau dibawa ke mana. Apalagi trailer dan poster sama sekali nggak membantu buat ngasih tahu ini film tentang apa. Dark, satire, tapi tetap bisa bikin ngakak meski hati pilu. Apalagi dengan isu kelas sosial yang sangat kental khas sutradara dan penulis naskah Bong Joon-ho, yang secara mengejutkan kok ya masih relatable ke situasi sosial di Indonesia. Gue sih suka banget dengan metafora isu kelas sosial...

Toy Story 4 - Review

Gambar
"Siapa yang sangka pelajaran hidup paling menyentuh hati datang dari film animasi, di sekuel keempat pula!" Gue yakin kalau gue bukan satu-satunya penonton yang mewek sampai air mata netes pas nonton Toy Story 4 kemarin. Siapa yang nyangka kalau ternyata di franchise Toy Story, ada adegan yang jauh lebih sedih daripada adegan Woody dan teman-temannya yang gandengan menghadapi kobaran api di trash compactor di Toy Story 3  (2010)? Apapun itu, kalau sudah sejauh itu larut dalam emosi terhadap kisah yang ada di layar, artinya storytelling telah dilakukan dengan sukses. Ya mungkin juga investasi emosi itu sudah terjalin bertahun-tahun; jarak 11 tahun antara rilis TS2 dan TS3, dan jarak 9 tahun antara rilis TS3 dan TS4. Ini juga menegaskan bahwa setiap sekuel dari Toy Story selalu jauh lebih bagus daripada sebelumnya. Cerita Toy Story 4 memang paralel dengan Toy Story (1995); Woody meyakinkan sebuah mainan baru yang yakin dirinya bukan mainan (Buzz - dan kemudian Forky). Na...

Ghost Writer - Review

Gambar
"Film langka yang mengangkat tema drama keluarga kakak-adik dengan kemasan horor-komedi yang sangat apik!" Awalnya sih gue sempet sangsi ya setelah ngeliat materi promo mereka di poster dan trailer. Tapi ya gak boleh gitu juga mentah-mentah kemakan marketing. Lagipula don't judge a film by its trailer yekaan. Setelah membaca review beberapa teman yang terpercaya, ternyata rata-rata positif. Memang bener, Ghost Writer langsung jadi film Lebaran favorit gue tahun ini! Kalau nama Ernest Prakasa sebagai produser di film ini belum cukup untuk meyakinkan elo, mari gue bantu #esiapague. Dengan niat yang sama dengan film Lebaran sebelah yang mencampurkan gendere komedi dengan action, Ghost Writer juga mencampurkan komedi dengan horror yang sebenarnya bukan hal yang baru di perfilman nasional. Tapi setidaknya Ghost Writer berhasil menjadi patokan baru bagi genre komedi-horor dengan cerita yang sangat bermakna dan menyentuh hati.

Godzilla II: King of the Monsters - Review

Gambar
"Ini adalah film yang mengingatkan kita kenapa menonton film di bioskop itu adalah hal yang paling ideal" Meski bukan fans atau komunitas Godzilla, diam-diam gue suka dengan cinematic universe yang disebut MonsterVerse ini. baru sedikit sih filmnya; Godzilla (2014), dan Kong: Skull Island (2017). King of the Monsters ini adalah instalasi ketiga dan mungkin mirip kaya Avengers-nya lah ya dengan semnua monster legendarisnya Toho nongol di sini semua. Tiga besar monsternya sih ada Ghidorah, Rhodan, dan Mothra. Gue nggak ngerti lagi deh kalo ada yang nonton film ini nggak di bioskop. Gambarnya bagus bener, tapi yang paling mantap jelas suaranya. Bayangin, ada dua-tiga sampai empat monster saling berkelahi di satu adegan dengan setiap raungannya itu. Jelas hiburan maksimal buat mata dan telinga.

Aladdin - Review

Gambar
"Modernisasi kisah klasik yang jauh lebih feminin dengan musikal yang spektakuler" Nggak seburuk yang semua orang kira, Aladdin masih jadi film yang sangat menghibur dan menyenangkan. Lagu-lagunya bagus-bagus dan nempel di telinga, apalagi lagu barunya yang enak banget dan girl power! Komedinya juga kocak dan koplak bikin ngakak. Ceritanya sih gue lebih suka versi live action yang ini ya daripada animasi tahun 1992. Ada beberapa penyesuaian jalan cerita yang jadi lebih asyik dan bermakna. Yang juara sih karakter Jasmine di sini yang dibuat lebih powerful. Ya sejalan dengan visi Disney dalam beberapa tahun terakhir yang feminine banget. Genie-nya Will Smith gimana? Well menurut gue jadi oke banget karena Will Smith berhasil ngebawain Genie dengan ciri khas dia. Saking rapinya jadi nggak ada celah buat ngebandingin dengan Genie versi Robin Williams. Keluhan gue cuma di CGI Genie yang kurang rapih, entah budget-nya lari ke Endgame semua atau gimana. USA | 2...

John Wick Chapter 3 Parabellum - Review

Gambar
"Evolusi film action yang semakin membaik di setiap sekuelnya" Gue nggak begitu suka dengan yang pertama, dan agak suka dengan yang kedua. Tapi yang ketiga ini ternyata PECAH! Franchise John Wick ini memang beneran berevolusi jadi full throttle actiom yang mengumpulkan talenta-talenta bela diri internasional jadi satu. Nggak banyak bacot, nggak banyak cingcong, langsung gaspol dari awal sampai akhir. Masih sama kaya dua sekuelnya, Chapter 3 ini masih pakai action yang stylized nan brutal. Fight choreography-nya sih cantik nggak karu-karuan, ditambah pengambilan gambar yang bikin geleng-geleng kepala gimana cara bikinnya. Cerita di dua sekuel sebelumnya sih gue udah lupa tapi masih bisa ngikutin Chapter 3 ini meski ada beberapa karakter yang gue lupa dia apa dan ngapain.

Brightburn - Review

Gambar
"Genre baru berupa superhero horor dengan eksekusi yang apik!" Premis dari Brightburn jelas sangat segar dan potensial apik. Apalagi trailer yang dirilis ternyata menyajikan eksekusi yang ciamik. Pembuat filmnya sendiri mengakui bahwa film ini adalah anti-tesis dari Superman; apa jadinya jika seorang anak dari planet lain jatuh ke bumi dan punya kekuatan super, tapi alih-alih menjadi pahlawan ia malah menjadi seseorang yang sangat jahat. Premis seperti ini jelas sangat menyegarkan di tengah superhero fatigue akhir-akhir ini. Yang lebih menarik lagi, origin story dari supervillain ini dikemas dalam genre horror! Yes akan banyak adegan jump scare dan adegan-adegan mengerikan yang membuat bulu kuduk merinding. Di beberapa adegan malah lebih serem dari film horor aslik. Menurut gue, formula horor ini jelas sangat efektif karena bukan hanya teknik set up horor yang ciamik, tapi kengerian tersendiri dari karakter Brandon Breyer yang kita semua tahu hal apa yang dapat dia la...

Pokémon Detective Pikachu - Review

Gambar
"Adaptasi game yang juara di visual dan desain karakter!" Gue nggak ngikutin Pokemon sama sekali; nggak main game-nya dan nggak ngikutin series-nya juga. Pokoknya gue buta banget deh, cuma tau Pikachu itu Pokemon yang paling kuat dan ada justru listrik-listriknya gitu. Tapi ternyata gue sangat menikmati dan sangat suka dengan Pokemon Detective Pikachu ini, yang katanya merupakan loose adaptation dari materi Pokemon. Berhubung ini adalah film anak-anak, jadi jalan ceritanya cukup sederhana dan mudah dipahami. Apalagi banyak dijelaskan tentang beberapa karakter Pokemon, jadi sangat nyaman bagi orang-orang yang nggak familiar sama Pokemon kaya gue ini. Meski cerita untuk anak-anak, tapi siapa yang sangka ternyata gue kemakan juga sama twist -nya di akhir film - alias nggak ketebak!

Avengers: Endgame - Review

Gambar
" Penutup yang epik dan spektakuler dari 11 tahun perjalanan Marvel Cinematic Universe " Gue nggak pernah nangis kalau nonton film superheroes yang biasanya "hanya" menghibur mata dan hati. Tapi gue bener-bener nggak sangka kalo ternyata air mata gue akhirnya netes juga di tengah dan akhir dari Avengers: Endgame . Tenang, gue nggak akan spoiler di review ini, jadi lo bisa lanjut baca kok. Ini artinya, betapa Endgame bisa menyentuh hati gue sebegitu dalamnya. We grow old with these people anyway . Dan melihat mereka ada dalam bahaya - untuk kesekian kalinya - itu yang bikin nonton Endgame jadi deg-degan sepanjang film. Tiga jam! Yang luar biasa, Endgame adalah benar-benar jadi penutup yang sempurna dan epik dari perjalanan Marvel Cinematic Universe dalam 11 tahun terakhir, lewat 21 filmnya - yang dibuka dengan  Iron Man tahun 2008. Berbahagialah mereka yang menyempatkan waktu buat marathon ulang film-film itu, karena ternyata Endgame memberikan tribute dan ca...

Delhi Crime - Series Review

Gambar
Serial ini bikin gue kagum banget, karena jadi serial kriminal yang penuh dengan keterbatasan di negara berkembang. Alih-alih metode keren dan teknologi maju seperti di serial kriminal Barat, di sini bahkan nggak ada sarung tangan buat polisi olah TKP! Tapi dengan keterbatasan itu, kita bisa ngeliat gimana gigih dan kerja dari hati mereka semua untuk menyelesaikan kasus yang ada. Gue suka banget dengan semua karakter yang ada di serial ini. Setiap mukanya tuh muka orang biasa banget. Nggak ada yang ganteng atau cantik kelewatan gitu kaya di film atau serial India kebanyakan. Jadi ya gue jadi tambah percaya dengan mereka dan cerita yang ada. Meski perkembangan karakternya nggak sempurna, tapi ternyata ada cara lain untuk investasi emosi dan perasaan kita terhadap karakter. Yaitu dengan ngasih liat kerja keras dan hal-hal yang sudah mereka korbankan demi pekerjaan mereka. Season 1 ini berdasarkan kisah nyata dari kasus Delhi Gang Rape di tahun 2012. Ternyata yang digambarkan ini cukup de...

Ave Maryam - Review

Gambar
Filmnya cantik! Visialnya ciamik, lagu-lagunya asyik! Ini tipikal film hening, minim dialog, dan lamban. Jadi ya untuk mengerti dan memahami apa yang sedang terjadi di layar, mesti detil memperhatikan ekspreksi muka dan pandangan mata. Yang bagusnya sudah difasilitasi dengan sangat apik oleh akting dari semua aktor-aktrisnya. Ceritanya sendiri memang tentang forbidden love story; seorang pastor dan suster yang sedianya hidup selibat tidak menikah tetapi saling jatuh cinta. Ini bukan penistaan agama (Katolik) ya, tapi gue melihatnya sebagai eksplorasi jujur (dan vulgar) terhadap dua manusia biasa yang pasti punya rasa. Adegan endingnya sih gong banget, dan sukses bikin hati meleleh. Kali pertama gue nonton Ave Maryam itu April 2019 di bioskop. Setelah nonton kali kedua di Netflix, gue jadi lebih memahami beberapa hal. Nah gue mau membagikan interpretasi gue akan simbol yang dipakai di film ini, terutama berkenaan dengan air. Ini interpretasi subyektif gue ya, kalau berbeda atau nggak lo...

Pet Sematary - Review

Gambar
"Tidak seseram yang gue bayangkan, tapi masih ampuh membuat bulu kuduk berdiri" Dr. Louis Creed bersama keluarganya pindah dari kota ke pedesaan untuk meluangkan banyak waktu terhadap anak-anaknya. Tidak lama, anaknya menemukan ada kuburan untuk hewan-hewan di halaman belakang rumahnya. Ternyata jauh di belakang pekuburan tersebut, ada tempat yang dapat menghidupkan kembali hewan peliharaan. Tetapi yang hidup kembali ternyata tidak sama seperti sebelumnya. Begitu juga dengan manusia. Novel yang ditulis oleh Stephen King ini sebelumnya sudah pernah diadaptasi dalam bentuk film layar lebar tahun 1989. Adaptasi terbaru ini sedikit banyak mengubah jalan cerita, baik film orisinilnya maupun novelnya - sebuah perubahan yang direstui sendiri oleh Stephen King yang mengakui bahwa versi 2019 ini jauh lebih mengerikan. Menurut gue sendiri, film ini memang tidak semenakutkan yang gue kira tapi tetap menyenangkan untuk ditonton.

Arctic - Review

Gambar
"Film terfavorit gue di tahun 2019!" Seorang pria terdampar di Arktik, dan harus bertahan hidup sebelum bantuan datang. Namun seorang rekannya yang terluka harus berlomba dengan waktu sebelum masanya tiba. Mereka pun terjebak dalam dilema apakah harus diam di tempat, atau terus bergerak di tengah cuaca musim dingin yang ekstrim. Arctic dengan mudah menjadi film favorit gue tahun ini, setidaknya sejauh ini. Kesederhanaannya benar-benar membuat gue jatuh hati. Meski minim dialog dan minim karakter dengan hanya dua orang saja di sepanjang film, tapi masih mampu memberikan ketegangan yang berarti lewat adegan-adegan yang ada. Pemandangan Islandia pun benar-benar mengagumkan meski cenderung ekstrim. Semua itu dibungkus dengan scoring karya Joseph Trapanese yang asyik banget dan seakan menyatu dengan film. Film ini juga membuka mata gue bahwa survival di daerah dingin ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Kita sudah pernah diberi gambaran dengan film-film survival mulai ...

Mantan Manten - Review

Gambar
"Sebuah kisah segar tentang dukun pengantin adat Jawa, yang mencontohkan pentingnya kepasrahan hati" Yasnina adalah seorang manajer investasi yang sukses dan punya segalanya, tapi dalam sekejap segala yang dimilikinya harus hilang karena dirinya dijebak dan dikhianati oleh atasannya. Pertunangannya dengan Surya pun berada di ujung tanduk. Satu-satunya harta yang dimilikinya adalah sebuah vila di Tawangmangu yang sudah dibelinya, tapi belum balik nama. Di Tawangmangu, Yasnina memakai kesempatan dan waktu untuk perlahan bangkit kembali, bersama Marjanti yang mengajarinya bagaimana menjadi seorang dukun manten. Gue sangat suka bagaimana rumah produksi Visinema menjaga konsistensinya dalam melahirkan film-film berkualitas. Tidak disangka, judul dan trailer Mantan Manten ini sungguh menipu meski gue paham bahwa ini adalah bungkusan marketing agar filmnya bisa dijual ke khalayak ramai. Filmnya sendiri lebih fokus pada Paes, atau dukun manten adat Jawa yang biasanya membantu ...

Shazam! - Review

Gambar
"Film pahlawan super di semesta DC tidak pernah seringan, sekocak, dan semenghibur ini!" Billy Batson telah berpindah-pindah dari satu ke keluarga angkat lainnya karena pemberontakannya demi mencari ibunya yang hilang sejak kecil. Di satu keluarga angkat dengan lima anak angkat lainnya, Billy yang membela saudara angkatnya tiba-tiba diberi hadiah kekuatan super oleh seorang penyihir tua bernama Shazam. Hanya dengan mengucapkan namanya, Billy dapat berubah menjadi pahlawan super dewasa dengan kekuatan super. Dengan kekuatan supernya meski masih berumur 12 tahun, Billy harus menyelamatkan dunia dari penjahat berkekuatan super. Kalau ada film yang sangat ringan dan sangat menghibur di semesta DC, maka Shazam! adalah jawabannya. Betapa terkejutnya gue dengan super kocaknya Billy Batson dan karakter superhero dewasanya - dan juga karakter sampingan lainnya. Ini adalah jelas film pahlawan super yang bisa dinikmati oleh semua umur, iya termasuk anak-anak di bawah 13 tahun. Sa...

Us - Review

Gambar
"Thriller dengan pengalaman sinematik yang tidak ada duanya; menegangkan, menghibur, dan mendidik!" Produser, penulis naskah, dan sutradara Jordan Peele kembali membuat film horor thriller, setelah debutnya Get Out yang sukses di pasaran sekaligus diapresiasi setinggi langit oleh para kritikus. Film panjang keduanya ini sebelum rilis pun sudah membawa word-of-mouth yang brilian, ditambah lagi angka RottenTomatoes yang sempat menyentuh 100% fresh! Dihantui oleh trauma masa kecil yang masih tidak dapat dijelaskan, Adelaide di masa dewasa mengalami serangkaian kebetulan yang tidak biasa. Berlibur musim panas di Santa Cruz bersama suami dan kedua anaknya malah meningkatkan ketakutan akan trauma tersebut. Apalagi trauma tersebut menjadi nyata ketika mereka diserang oleh sekeluarga yang benar-benar mirip dengan mereka.

Friend Zone - Review

Gambar
"Film yang sangat representatif dan eksploratif dalam isu yang ternyata berskala internasional ini" Akhirnya ada juga satu film yang fokus membahas permasalahan publik yang diam-diam jadi bahan baper nasional; friend zone ! Coba diingat-ingat kembali, apakah sebelum ini ada satu film yang fokus membahas isu ini? GDH pun berani mengangkat isu ini, dan tidak main-main, akan dijual ke seantero Asia Tenggara dengan berlatar belakang Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Hong Kong, dan Indonesia! Belum lagi dengan satu lagu tema yang menggunakan 5 bahasa sekaligus secara bergantian. Palm dan Gink telah bersahabat selama 10 tahun sejak masa sekolah. Palm pernah menyatakan perasaan kepada Gink, tapi Gink bilang bahwa menjadi TEMAN sudah lebih dari cukup. Semenjak itu, mereka pun berhubungan erat layaknya TEMAN sejati. Palm pun mencoba berpacaran dengan berbagai perempuan tapi tidak pernah bisa melepaskan bayangannya terhadap Gink. Ketika Gink berantem dengan pacarnya, satu-sat...

Captain Marvel - Review

Gambar
" Bukan yang terbaik dari MCU tapi jelas yang terbaik di antara film pahlawan super perempuan lainnya " Butuh lebih dari 10 tahun bagi Marvel Studios untuk (akhirnya berani) membuat film superhero perempuan sebagai karakter utamanya. Belum lagi banyaknya haters yang sampai bikin RottenTomatoes nutup audience scores-nya iyang sempat dibombardir sama rating jelek beberapa hari sebelum rilis. Tapi filmnya sudah membuktikan diri, dan gue pribadi sih suka banget. Ini baru film superhero perempuan yang beneran feminist, jauh banget dari film lapak sebelah (monmaap ni ya). Berlatar tahun 1990-an, Carol Danvers memiliki kekuatan super. namun kehilangan memori atas masa lalunya. Sementara bumi berada di tengah perang antar-galaksi, Carol Danvers harus mencari tahu apa yang terjadi di masa lalunya sebelum bisa menjadi pahlawan bagi bumi.

Dilan 1991 - Review

Gambar
" Tidak segemas film pertamanya, Dilan 1991 tetap menjadi salah satu film penting di tema cinta remaja SMA " Dilan 1990 berhasil gue puji karena kepiawaiannya dalam meramu unsur gombalan-gombalan receh sebagai unsur komedi yang bikin ngakak (atau geli). Jadi nggak ada alasan untuk nggak nonton lanjutannya, Dilan 1991 yang konon (udah jadi rahasia publik) adalah momen Dilan dan Milea putus. Eits, bukan spoiler ya karena udah ada di bukunya hahaha. Setelah resmi jadian di bulan Desember 1990, Dilan dan Milea menjalani hubungan pacaran mereka. Masing-masing orang tua Dilan dan Milea pun tampak merestui hubungan mereka. Tapi masa depan hubungan jelas ada di tangan masing-masing pelaku hubungan. Dilan yang masih saja terjebak dalam geng motornya, dan Milea yang mati-matian untuk melarang Dilan terlibat perkelahian besar lagi.

Dragon Ball Super: Broly - Review

Gambar
"Buat gue yang nggak ngikutin Dragon Ball sama sekali, ini adalah film yang enjoyable dan seru pol!" Gue bukan fans Dragon Ball, yang nggak pernah baca komiknya maupun ngikutin serialnya sampai ke film layar lebarnya. Yang gue tahu ya cuma Goku, Bejita - yang ternyata ditulis Vegeta - dan jurus Kamehame lewat masa kecil gue yang bahagia bersama teman-teman gue. Satu-satunya film Dragon Ball versi film panjang yang gue tonton adalah Dragon Ball: The Magic Begins (1991) versi mandarin. Di mana lewat film itu gue jadi tahu soal 7 bola naga yang kalau dikumpulkan bisa manggil naga raksasa yang bisa mengabulkan permintaan. Nah luar biasanya dengan pengetahuan gue soal Dragon Ball yang sangat mendasar itu, gue bisa enjoy banget nonton Dragon Ball Super: Broly ini. Setelah bumi kembali damai, muncul seorang Saiya baru dengan kekuatan yang melebihi siapapun. Goku dan Vegeta pun harus bertarung mati-matian melawan Broly, yang ternyata dimanfaatkan oleh ayahnya yang bekerja sam...

Happy Death Day 2U - Review

Gambar
"Sekuel yang jauh lebih baik dari film pertamanya, dengan bungkusan genre yang jauh berbeda dan sangat menyenangkan untuk ditonton!" " Ini kan film baru 1-2 tahun lalu, kenapa udah ada aja sekuelnya sekarang ", begitu pikir gue pas liat trailer film ini. Apalagi film pertamanya yang begitu aja di tengah deretan film dengan tema time loop . Dengan ekspektasi serendah-rendahnya, ternyata gue keluar bioskop dengan kepuasan setinggi-tingginya. Happy Death Day 2U is total fun to watch! Setelah berhasil menutup putaran waktu di Happy Death Day (2017), ternyata tidak lama bagi Tree untuk kembali terjebak di putaran waktu. Apalagi kali ini seorang temannya juga terjebak di putaran waktu sampai dirinya dibunuh oleh orang bertopeng bayi. Tetapi kali ini, Tree menyadari bahwa mati berkali-kali di putaran waktu jauh lebih mudah dibandingkan konsekuensi yang ada di depannya.

The Lego Movie 2 - Review

Gambar
"Sekuel yang konsisten mempertahankan visual yang realistis dan makna yang sangat baik untuk anak-anak dan dewasa" Everything's not awesome / But that doesn't mean that it's hopeless and bleak / Everything's not awesome / but in my heart I believe .  Penggalan lagu "lanjutan" dari Everything is Awesome yang sempat stuck di kepala banyak orang sejak film The Lego Movie (2013) ini cukup menggambarkan sekuelnya dengan sangat baik. Gue sangat suka film pertamanya karena bukan hanya film itu jadi pintu gerbang gue untuk kembali main LEGO, tetapi juga meaning -nya yang sangat kena di dua generasi sekaligus. Antisipasi gue akan sekuelnya kan berbuah hasil, karena ternyata The Lego Movie 2 juga sama menyimpan pesan makna yang sama dalamnya, tetapi dengan tema yang berbeda. Lima tahun semenjak Emmet dan Lucy menyelamatkan Bricksburg dari ancaman President Business dengan lem Kragel-nya, kota mereka menjadi hancur karena serangan bertubi-tubi dari al...

Alita: Battle Angel - Review

Gambar
"Visual yang menakjubkan tetap tidak dapat menutupi kelemahan cara bercerita" Sempat mundur tanggal rilis beberapa kali, akhirnya Alita: Battle Angel tayang di Indonesia 5 Februari 2019. Mungkin produser dan penulis naskah James Cameron menempatkan standar setinggi mungkin di segi CGI, jadi sampai harus menunda beberapa kali agar sesempurna mungkin. Memang efek CGI-nya luar biasa dan detil banget, sampai ke pori-pori karakternya. Efek 3D-nya juga mantap dan terbilang paling baik di antara film-film 3D dua tahun terakhir ini. Alita: Battle Angel ini merupakan adaptasi dari manga yang rilis tahun 90-an, dan film layar lebar bagian pertama ini merupakan adaptasi 4 dari total 9 volume. Bagian pertama versi layar lebar ini bercerita tentang cyborg berusia 300 tahun yang ditemukan oleh Dr. Ido di abad ke-26. Otak manusianya masih utuh, maka Dr. Ido pun memberikan tubuh - dan nama - bagi Alita yang tidak ingat apa dan siapa dirinya di masa lalu. Namun ternyata Alita memiliki...

Green Book - Review

Gambar
"Ini memang masih awal tahun, tapi Green Book sudah pasti menjadi salah satu film terbaik gue tahun ini" Green Book dengan mudah masuk dalam daftar Sepuluh Sobekan Tiket Terbaik tahun 2019 gue. Film ini bagusnya keterlaluan sih. Paket lengkap berisi drama, komedi, romansa, keluarga, dan isu diskriminasi ras yang jadi pesan utama dalam film ini. Satu hal yang gue ngga sangka adalah ternyata betapa kocaknya film ini, yang unsur komedinya benar-benar efektif mengimbangi isu diskriminasi ras kulit hitam yang menyebalkan itu. Film ini berlatar tahun 1962, di mana Tony "Tony Lip" Vallelonga sedang mencari pekerjaan baru setelah klub malamnya tutup untuk renovasi. Pekerjaan yang paling menjanjikan malah datang dari pianis Afrika-Amerika Don Shirley yang akan menjalani tur di selatan Amerika - daerah yang masih sangat mendiskriminasi ras kulit hitam. Dengan karakter dan latar belakang yang bertolak belakang, perjalanan darat selama dua bulan itu pun membawa hidup me...

The Mule - Review

Gambar
"Studi karakter yang sangat baik yang dibalut dalam drama kriminal yang menghangatkan hati" The Mule bercerita tentang seorang kakek berumur 90 tahun yang menikmati uang dari hasil menjadi kurir narkotika dari kartel Meksiko. Rasanya lebih dari kebetulan kalau "Tata", kode nama panggilan para kartel terhadap si kakek, diperankan (dan juga disutradarai) oleh Clint Eastwood yang berusia 89 tahun di tahun ini. Belum lagi ini adalah kisah nyata, di mana naskahnya terinspirasi dari artikel New York Times tahun 2014 berjudul The Sinaloa Cartel's 90-Year-Old Drug Mule . Menonton The Mule bagi gue berasa seperti menonton Logan (2017) versi non-superhero dan realistis. The Mule itu seakan "karir terbaru" di usia senja seseorang, termasuk dengan tema penebusan diri yang sangat personal. Terutama jika karakter ini diperankan oleh seorang Clint Eastwood, lengkap dengan karakterisasi beliau di dunia nyata yang penuh dengan hingar bingar kesuksesannya - di...

Terlalu Tampan - Review

Gambar
"Terlalu Tampan itu film yang terlalu kocak untuk ditonton sendirian, alias wajib ngakak bareng temen-temen!" Gue nggak pernah tahu dan baca sebelumnya tentang Terlalu Tampan yang konon sangat tenar di media komik daring Line Webtoon. Tapi teaser trailer -nya yang out-of-the-box kocak nan absurd itu udah berhasil membuat gue tertarik untuk nonton versi film layar lebarnya. Apalagi film ini diproduksi oleh Visinema, yang berhasil mengangkat Keluarga Cemara ke layar lebar dan sukses secara kritik dan komersil. Alkisah hiduplah Mas Kulin yang wajahnya terlalu tampan bagi semua kaum hawa, dan dirinya memang berasal dari keluarga tampan. Saking takutnya pergi ke dunia luar, keluarganya menyusun skenario hingga Mas Kulin mau menghabiskan tahun terakhir SMAnya di sekolah homogen. Tapi ternyata ketampanannya segera terekspos ke masyarakat luas, hingga membuat para guru dan siswi sekolah homogen sebelah sampai kejang-kejang dan mimisin - termasuk di gadis Terlalu Cantik di seko...

Instant Family - Review

Gambar
"Film keluarga yang berhasil membawa isu yang sulit dan kompleks ke dalam kemasan yang ringan dan kocak maksimal" Rasanya jarang-jarang gue nonton film drama keluarga bisa sampai sengakak ini. Padahal biasanya gue nggak begitu cocok sama lelucon-lelucon di film-film komedinya Mark Wahlberg. Tapi Instant Family ini, benar-benar bikin gue ngakak sampai kehabisan nafas - lebay sih oke, tapi beneran kocaknya maksimal. Apalagi ditambah keunyuan anak-anak adopsi yang kadang ngeselin kadang geblek kadang lovable . Pete dan Ellie adalah pasangan muda yang belum punya anak, dan merasa kehilangan sesuatu dalam pernikahan. Mereka pun memutuskan untuk mengadopsi, tidak satu ataupun dua, tapi tiga kakak beradik dari sebuah pusat penampungan anak-anak dari dinas sosial. Seperti yang bisa masyarakat banyak bisa perkirakan, proses adaptasi dan interaksi antara kedua orang tua angkat dan anak adopsi ini jauh dari kata mudah. Apalagi untuk menjawab pertanyaan; mengapa mereka mau mengang...

Glass - Review

Gambar
"Memang tidak sekuat dua film pendahulunya, tapi Glass adalah penutup trilogi yang brilian" Sekuel ketiga dan penutup trilogi Eastrail 177 yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Ini adalah penantian panjang 19 tahun bagi para fans Unbreakable (2000) - yang sempat dibuat menjerit bahagia di after credits Split (2017) kemarin. Bagi gue sebagai fans setia (awal karir) M. Night Shyamalan, Unbreakable adalah film favorit dan kesayangan gue - yang dapat gue tonton berkali-kali tanpa merasa bosan sekalipun. Makanya gue sangat bahagia akhirnya bisa melihat kelanjutan sepak terjang David Dunn dan Mr. Glass yang dipertemukan dengan kece itu. Setelah kejadian Kevin Wendell Crumb yang diliput media, David Dunn pun merasa bertanggung jawab untuk melacak dan menghentikan kejahatannya. Namun pertikaian antara kebaikan dan kejahatan itu harus melewati otak cerdas dari Mr. Glass yang memiliki misinya tersendiri. Mereka bertiga ditangani oleh psikiater misterius, Dr. Staple, yang beru...

Swing Kids - Review

Gambar
"Paket lengkap berisi musikal yang menghentak, komedi yang super kocak, dan drama perang yang penuh getir" Tahun 1951 selama perang Korea berlangsung, kamp penjara Geoje di selatan semenanjung Korea sedang disorot media. Tujuannya adalah meningkatkan repatriasi di kalangan tahanan komunis agar membelot dari Korea Utara. Kepala penjara pun menginstruksikan dibentuknya tim dansa beranggotakan para tahanan yang berbakat. Pada akhirnya terkumpul empat orang dari latar belakang yang berbeda-beda; tahanan asal Cina, tahanan komunis yang membelot, warga lokal, dan tahanan Korea Utara yang setia pada ideologi komunis namun berbakat menari dan tergoda untuk belajar tap dance. Siapa yang nggak jatuh hati begitu melihat trailernya, atau setidaknya gue yang memang selalu punya hati pada film bergenre musikal. Ternyata Swing Kids malah menyajikan lebih dari itu; paket lengkap antara komedi, drama, perang, dan musikal! Satu hal yang gue nggak nyangka adalah ternyata film ini kocak p...

How to Train Your Dragon: The Hidden World - Review

Gambar
"Sekuel penutup yang menjadi perpisahan yang manis terhadap Toothless dan teman-temannya" Hiccup sebagai kepala suku Berk telah berhasil membangun utopia di mana manusia dan naga hidup berdampingan. Namun masalah demi masalah baru mulai muncul; mulai dari semakin penuhnya desa oleh naga dan serangan tiada henti terhadap pemburu naga Grimmel. Ditambah lagi Toothless ternyata bukan satu-satunya naga Night Fury. Maka Hiccup dan teman-temannya harus mencari The Hidden World tempat asal mula naga berkembang biak dan aman dari manusia. Buat yang kangen sama Toothless, mungkin ini adalah film yang tepat jadi obat kangen. Apalagi di film ini, Toothless bertemu dengan pasangannya; Night Fury berwarna putih - yang nggak kalah imutnya! Betul sih, jualan utama sekuel ketiga dan terakhir dari franchise layar lebar How to Train Your Dragon ini hanya naga Night Fury yang unyu namun memiliki kekuatan yang dahsyat.

Escape Room - Review

Gambar
"Menegangkan dan potensial sebagai pembuka franchise baru" Enam orang asing terjebak dalam permainan "Escape Room" yang sangat nyata dan mengancam nyawa. Mereka harus bekerja sama untuk menyelesaikan satu demi satu ruangan, dengan nyawa sebagai taruhannya. Perlahan, mereka pun menyadari bahwa permainan ini lebih besar dari yang mereka bayangkan. Escape Room yang rilis di tahun 2019 ini jauh berbeda - dan bukan remake/reboot/sekuel - dari yang rilis tahun 2017 kemarin. Tentunya yang ini dengan budget yang jauh lebih besar sehingga diambil oleh Sony sebagai distributor film. Sebagai film dengan tema melarikan diri, Escape Room berhasil memberikan ketegangan yang berarti buat gue. Bisa lah film ini dijadikan titik tolak franchise baru menggantikan Saw yang sudah kehilangan daya ledaknya.

Keluarga Cemara - Review

Gambar
"Sebagai film keluarga dan ramah anak, Keluarga Cemara penting untuk ditonton demi menambah kehangatan tali persaudaraan" Abah ingin bertahan hidup dengan keluarganya setelah harta dan rumahnya disita demi membayar hutang dari bisnis kakak iparnya. Mereka sekeluarga harus pindah ke rumah masa kecil Abah di luar Jakarta, dan harus beradaptasi dari titik nol. Perjalanan hidup mereka tidak mudah dengan proses adaptasi yang demikian sulit. Namun mereka perlahan menemukan makna keluarga yang baru. Buat gue yang nggak mengikuti serial televisinya - tapi cukup familiar dengan kisah Keluarga Cemara - sangat menikmati kehangatan dari film ini. Di beberapa adegan gue harus menahan laju air mata yang siap menetes, lantaran kisah yang tersaji di layar begitu natural dan meyakinkan. Kisahnya terjalin rapi, dan pengembangan setiap karakter juga sama dalamnya. Jadi setiap anggota keluarga mendapat porsi yang sama rata dalam film keluarga ini.

Sobekan Tiket Terbaik 2018

Gambar
Tahun 2018 adalah tahun selebrasi bagi wanita. Tahun keduabelas gue konsisten menulis ulasan film-film yang gue tonton di bioskop, meski gue tidak sempat mengulas beberapa film. Yang membuat gue terkejut adalah betapa banyaknya gue memberikan rating bintang lima; 14 film dalam satu tahun! Yang artinya gue harus menggugurkan 4 film untuk membuat daftar 10 Sobekan Tiket Terbaik. Ini antara tahun 2018 adalah tahun yang penuh dengan film-film berkualitas, atau gue semakin murah dalam menilai sebuah film *hahaha* . Yang menarik dari daftar tahun ini adalah, setengahnya merupakan film "wanita" jika dilihat berdasarkan tematik. Film wanita dalam artian yang fokus pada pesan feminisme, atau bahwa gender wanita adalah gender yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Gender yang juga sama besar - atau bahkan lebih - berkontribusi pada orang sekitar dan masyarakat. Kalau dilihat dengan cara sederhana (atau cara bodoh), lihat saja siapa pemeran utama dalam film tersebut. Maka 9 ...

Overlord - Review

Gambar
"Hasil brilian dari film bergenre fantastic yang menempatkan diri di ranah film perang yang serius dan penuh makna" Di malam sebelum D-Day di mana pasukan sekutu akan mendarat di pantai Normandy Perancis, pasukan terjun payung AS diterjunkan di belakang garis musuh. Misi mereka adalah menghancurkan antena pengacak sinyal yang berlokasi di sebuah desa Perancis yang dikuasai oleh Nazi Jerman. Namun ternyata ada hal yang lebih mengerikan di balik desa tersebut, di mana pasukan kecil ini harus menghadapi tentara Nazi Jerman hasil eksperimen yang menakutkan. Bagi pecinta film-film bertema Perang Dunia II dan film-film bertema zombie, menurut gue Overlord adalah hiburan maksimal buat gue! Tema gabungan antara Nazi dengan zombie memang udah ada di 30 Days of Night (2007), tapi rasanya baru Overlord yang ngebawa tema ini ke ranah yang lebih "serius". Hasilnya gue suka banget, bahkan rasanya bisa gue jejerin bareng Inglorious Basterds (2009) dan Fury (2014) .

Bohemian Rhapsody - Review

Gambar
"Selebrasi biografi band Queen yang megah sekaligus memiliki hati yang besar dan menarik empati" Sebuah film selebrasi terhadap kesuksesan band rock Queen yang melejit hingga ke seluruh planet, bersama vokalisnya Freddie Mercury yang unik dan dicintai para penggemarnya. Namun kesuksesan tersebut melewati halang rintang yang tidak mudah, bahkan sempat membuat Freddie mengejar karir solo. Tetapi akhirnya band kembali bersatu tepat pada saat momen konser amal Live Aid, yang kemudian penampilan Queen dikenang sebagai penampilan panggung terbaik di sejarah musik rock. Gue nggak nyangka ya ternyata momen klimaks dari film ini adalah konser Live Aid yang legendaris itu! Tapi memang konser itu jsdi momen klimas yang paling sempurna untuk ngegambarin perjalanan karir Queen yang luar biasa. Konon, penampilan 20 menit Queen di konser yang ditonton orang terbanyak di planet bumi itu adalah penampilan band rock terbaik sepanjang masa. Nggak heran, meski tampil nggak dibayar tapi Que...

A Star is Born - Review

Gambar
"Film romansa-musikal yang kita butuhkan untuk menangis bersama, dengan lagu-lagu yang luar biasa menghangatkan jiwa" Seorang musisi terkenal, Jackson Maine, bertemu dan jatuh cinta dengan Ally seorang penyanyi yang baru saja akan meninggalkan mimpi besarnya. Di saat Ally sudah berpasrah untuk menjadi pegawai restoran, Jackson memberikan kesempatan Ally untuk bersinar dengan vokalnya yang spektakuler. Tetapi melejitnya karir Ally, berbanding terbalik dengan hubungan romansa mereka berdua. Keadaan semakin memburuk ketika Jackson harus melawan sisi gelapnya yang mematikan. Nggak heran kalau Hollywood me- remake A Star is Born berkali-kali, karena ini adalah kisah cinta yang timeless dan sangat menyentuh hati. Setelah tahun 1937, 1954, dan 1976, ini adalah remake ke-empat dan dibintangi oleh penyanyi yang kekinian. Penyanyi yang jelas membuktikan kepada kita semua bahwa dirinya benar-benar bisa berakting di film panjang dengan sangat-sangat-sangat baik. Buat yang nggak me...

Bad Times at the El Royale - Review

Gambar
"Studi karakter komprehensif yang dibalut dengan misteri yang segar dan sangat menarik" Tujuh orang asing bertemu dan menginap di hotel El Royale yang penuh misteri. Ternyata, masing-masing tamu hotel ini juga menyimpang rahasia kelam masing-masing - termasuk si satu-satunya staf hotel. Hanya tinggal menunggu waktu ketika masing-masing rahasia terkuak, dan mereka semua harus beradu untuk bertahan hidup. Penulis dan sutradara Drew Goddard memang nggak pernah mengecewakan gue. Setiap naskah yang ditulisnya benar-benar ciamik dan menusuk tulang. Mulai dari Cloverfield (2008), The Cabin in the Woods (2012), World War Z (2013), hingga The Martian (2015). Yang menyenangkan adalah melihat cerita yang ditulisnya sendiri, tidak seperti World War Z dan The Martian yang diadaptasi dari novel. Idenya selalu segar dan renyah, di satu sisi akan membuat garuk-garuk kepala sementara di sisi lain mengundang rasa pertanyaan yang membuncah.

Halloween - Review

Gambar
"Sekuel langsung dari film orisinil tahun 1978 yang sangat menyenangkan dan seru untuk ditonton ramai-ramai" Tepat 40 tahun sejak Laurie Strode berhasil bertahan hidup dari serangan pembunuh berantai di malam Halloween, Michael Myers kabur dari penjara dan ingin menuntaskan perkaranya. Setelah bersiap selama empat dekade, kali ini Laurie sudah siap menghadapi serangan brutal Michael Myers. Film ini adalah direct sequel dari film original Halloween (1978), sekaligus mengabaikan sekian banyak sekuelnya setelah itu. Bisa dibilang, Halloween (1978) adalah perintis film-film pembunuh berantai solo yang jadi booming pada masanya, seperti Friday the 13th dan Scream. Dengan produser, composer, dan beberapa karakter utama dari film originalnya, Halloween tahun 2018 ini benar-benar seru untuk ditonton. Tipikal film slasher dengan cara-cara kematian yang bikin eneg, tetapi juga sanggup membuat penonton tertawa geli sampai tepuk tangan.

First Man - Review

Gambar
"Romantisasi pendaratan di bulan dengan visual dan audio yang sangat indah, sekaligus sangat personal" Film biografi ini fokus pada kehidupan Neil Armstrong tahun 1961 - 1969, di mana dia menjadi manusia pertama yang berjalan di bulan. Perjalanan bersejarah tersebut di mulai dengan proses yang jauh dari kata mudah, dan cenderung berbahaya dalam setiap persiapannya. Konsekuensinya sangat signifikan, baik bagi negara maupun kehidupan keluarga Neil sendiri. Kalau nggak ada nama Damien Chazelle dan Ryan Gosling di sini, mungkin gue akan nggak begitu tertarik untuk menonton hal yang semuanya sudah kita pelajari dari SD. First Man memang jadi ajang reuni bagi sutradara Damien Chazelle dan krunya yang menang banyak Oscar lewat La La Land (2016) dan Ryan Gosling sendiri. Untuk mengangkat kisah perjalanan Neil Armstrong, memang rasanya pilihan penyutradaraan ini jatuh ke tangan yang tepat. Di tangan Damien Chazelle yang ahli memotret masa lalu menjadi cantik, romantisisme perj...

Smallfoot - Review

Gambar
"Secara mengejutkan sangat apik dengan tema dan pesan yang rentan jadi bahan debat untuk penonton dewasa" Sekelompok Yeti hidup damai dan nyaman di atas gunung sampai suatu ketika seekor di antaranya melihat penampakan " smallfoot ", atau manusia. Namun masalah timbul ketika Migo tidak bisa membuktikan klaimnya dan diasingkan dari desa. Migo pun bergabung dengan kelompok Yeti yang percaya bahwa manusia itu ada. Migo pun memberanikan diri untuk pergi ke bawah untuk mencari si manusia. Namun penemuannya akan manusia malah membawa masalah baru bagi desa Yeti yang ternyata menyimpan masa lalu pahit. Gue bener-bener gak nyangka ternyata Smallfoot sebagus itu! Dari trailer -nya, gue kira film ini buat anak kecil doank, ternyata gue salah besar! Memang banyak sih humor slapstick yang sukses bikin anak-anak di studio tempat gue nonton pada ketawa ngakak. Tapi yang bikin gue takjub itu ternyata film ini ngebawa pesan yang lumayan dalam - yang bahkan rasanya terlalu dal...

Venom - Review

Gambar
"Tom Hardy tidak hanya menyelamatkan orang-orang yang tidak bersalah, tetapi juga menyelamatkan film ini" Eddie Brock adalah seorang wartawan investigatif yang baru saja kehilangan pekerjaannya setelah mewawancarai pemilik perusahaan Life Foundation, Carlton Drake. Eddie mencurigai malpraktik Life Foundation yang bereksperimen menyatukan manusia dengan entitas dari luar angkasa yang disebut dengan simbiot. Namun dalam penyelidikannya, Eddie secara tidak sengaja bersatu dengan simbiot bernama Venom. Kini dengan alter-ego barunya, "mereka" harus bekerja sama untuk menggagalkan usaha Carlton Drake yang ingin mengirim seluruh simbiot untuk membinasakan manusia di bumi. Setelah menjual hak cipta karakter Spider-Man ke Marvel, kini Sony/Columbia berusaha untuk menghidupkan Spider-Man Universe mereka ke layar lebar. Kisah Venom ini jelas akan berada di luar Marvel Cinematic Universe , dan berusaha untuk menjadi franchise baru dengan karakter anti-hero. Satu-satunya ...

Aruna dan Lidahnya - Review

Gambar
"Obrolan meja makan yang sangat natural, kocak, dan ngegemesin sebagai sajian film lokal terbaik di tahun 2018" Aruna adalah seorang ahli wabah berusia 30-an yang sangat mencintai makanan. Bersahabat dengan Bono yang seorang chef, mereka berdua berniat melakukan petualangan kuliner di Pamekasan, Singkawang, dan Pontianak. Semua itu dilakukan sembari Aruna melakukan perjalanan dinas untuk menginvestigasi kasus flu burung yang terjadi di Indonesia. Namun di tengah perjalanan, seseorang dari masa lalu Aruna pun muncul. Di antara makanan-makanan eksotis Indonesia, segala macam pembicaraan pun mengalir - termasuk masa lalu yang terpendam. Fix udah, Aruna dan Lidahnya adalah film Indonesia terbaik di tahun ini, menurut versi gue! Sempurna di segala sisinya, film ini bagaikan sajian makanan Indonesia favorit lo yang bisa bikin lo homesick kalau lama tinggal di luar negeri - lengkap dengan es teh manis nan segar! Ceritanya fresh yang lo belum pernah lihat sebelumnya. Surprisin...