Postingan

Menampilkan postingan dengan label animation

Toy Story 5 - Review

Gambar
Sinopsis Toy Story 5 adalah film animasi adventure comedy-drama tahun 2026 yang diproduksi Pixar untuk Walt Disney Pictures. Dua tahun setelah Toy Story 4, Woody, Buzz, dan Jessie harus berhadapan dengan ancaman baru terhadap playtime mereka; teknologi. Kali ini yang jadi fokus adalah kehadiran Lilypad, sebuah tablet yang jadi mainan favorit Bonnie, dan pergeseran preferensi anak-anak dari mainan fisik ke perangkat elektronik yang jauh lebih menarik.  Ulasan Franchise Toy Story adalah salah satu yang paling tua di industri animasi, 31 tahun sejak film pertama rilis tahun 1995. Yang impressive adalah bagaimana setiap sekuelnya selalu berhasil menjawab keraguan fans tentang kenapa film itu perlu dibuat. Dari film kedua sampai sekarang kelima, Pixar nggak pernah sekedar membuat lanjutan demi lanjutan, selalu ada sesuatu yang baru untuk dieksplor. Toy Story 5 berhasil mengidentifikasi sebuah "existential problem" yang bener-bener relevan di era sekarang: tidak ada yang main maina...

The Super Mario Galaxy Movie - Review

Gambar
Sinopsis The Super Mario Galaxy Movie (2026) adalah sekuel animasi dari The Super Mario Bros. Movie (2023) garapan Illumination, kembali disutradarai Aaron Horvath dan Michael Jelenic. Ceritanya dimulai saat pesta ulang tahun Peach yang tiba-tiba berubah jadi bencana galaksi ketika Bowser Jr. menculik Rosalina, ibu angkat para Luma yang tinggal di Comet Observatory, demi menyedot kekuatannya untuk membangun senjata pemusnah semesta. Mario, Luigi, dan Peach pun nekat meluncur ke luar angkasa untuk menghentikan Bowser Jr., dan di perjalanan mereka bertemu sahabat baru bernama Yoshi (Donald Glover). Dibintangi kembali oleh Chris Pratt, Anya Taylor-Joy, Charlie Day, dan Jack Black, dengan tambahan Brie Larson sebagai Rosalina dan Benny Safdie sebagai Bowser Jr. Ulasan Gue memang pemain game Super Mario Bros, tapi baru sadar kalau ternyata gue nggak pernah memainkan permainan versi Galaxy ini. Banyak karakter dan dunia yang muncul di film ini yang gue nggak familiar. Tapi dengan begitu gue...

Hoppers - Review

Gambar
Sinopsis Hoppers (2026) adalah film animasi terbaru dari Pixar yang disutradarai Daniel Chong, kreator We Bare Bears. Ceritanya mengikuti Mabel Tanaka, seorang aktivis lingkungan muda yang nekat menggunakan teknologi baru untuk "memindahkan" kesadarannya ke dalam tubuh robot berang-berang, demi berkomunikasi langsung dengan dunia hewan. Yang awalnya misi penyelamatan habitat berubah jadi kekacauan epik, saat Mabel harus menggerakkan seluruh kerajaan hewan melawan walikota licik bernama Jerry Generazzo (Jon Hamm). Ulasan Film animasi panjang terbaru dari Pixar ini tidak mengecewakan dan memenuhi ekspektasi para pecinta film-film Pixar. Film ini sangat keras dalam membahas tema lingkungan hidup dengan jalan cerita yang fokus pada upaya penyelematan sebuah kolam tang ternyata cukup penting bagi ekosistem di sekitarnya. Sebagai kreator We Bare Bears, tentunya Daniel Chong tahu persis bagaimana memanfaatkan kelucuan dan kegemasan setiap hewan dan memantik simpati dari penonton. T...

Zootopia 2 - Review

Gambar
Sinopsis Zootopia 2 (2025) kembali membawa animasi penuh warna dan kocak ke layar lebar: detektif kocak Judy Hopps dan rekannya yang licik tapi berhati baik Nick Wilde harus menyelidiki kemunculan seekor reptil misterius, Gary De'Snake, di wilayah Marsh Market, kasus yang mengguncang kota mamalia Zootopia. Dalam petualangan baru ini, mereka tidak hanya menghadapi tikungan misteri dan konflik antar-spesies, tetapi juga diuji ulang kemitraan dan idealisme mereka. Dengan animasi menawan, humor yang ringan tapi cerdas, serta pesan tentang toleransi dan keadilan sosial, Zootopia 2 berhasil menyuguhkan paket petualangan keluarga penuh makna, ideal bagi penonton dari segala umur. Ulasan Film pertamanya sukses sebagai film animasi yang tidak hanya menghibur anak tapi juga memberikan pesan moral terhadap orang dewasa. Jadi nggak heran kalau Zootopia akan ada film sekuelnya. Film keduanya pun tetap konsisten membawa pesan moral yang bisa menampar. Selain cerita, varian hewan yang muncul juga...

Grave of the Fireflies - Review

Gambar
Sinopsis Grave of the Fireflies (1988) atau Hotaru no Haka adalah film anime legendaris karya Isao Takahata dan Studio Ghibli yang mengisahkan perjuangan kakak beradik Seita dan Setsuko untuk bertahan hidup di tengah kehancuran Jepang pasca Perang Dunia II. Dengan nuansa emosional yang mendalam, film ini menyoroti dampak perang terhadap anak-anak, kehilangan keluarga, dan arti kasih sayang di masa penuh penderitaan. Diakui sebagai salah satu film anime terbaik sepanjang masa, Grave of the Fireflies menghadirkan kisah yang menyayat hati, realistis, dan abadi. Ulasan Kesempatan emas untuk nonton ulang Grave of the Fireflies di layar lebar tentu nggak akan gue sia-siakan. Ternyata semakin dewasa gue nonton film ini, gue semakin bisa melihat kesalahan besar yang dilakukan si kakak Seita di masa perang di Jepang. Semakin dewasa, gue semakin bisa memahami karakter-karakter orang tua yang ada di dalam film ini; bahwa mereka semua benar dan valid. Kemalasan dan acuhnya Seita yang menyebabkan...

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie Infinity Castle - Review

Gambar
Sinopsis Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba - Infinity Castle (2025) adalah film animasi dark fantasy aksi yang menjadi pembuka dari trilogi penutup seri, di mana Tanjiro Kamado bersama para Hashira terperangkap dalam dimensi misterius milik Muzan yang dikenal sebagai Infinity Castle. Disutradarai oleh Haruo Sotozaki dan diproduksi oleh Ufotable, film berdurasi sekitar 155 menit ini menyuguhkan visual memukau, musik karya Yuki Kajiura dan Go Shiina, serta konflik emosional intens yang menjadi puncak kisah epik ini. Ulasan Sebagai bukan wibu dan bukan pembaca manga Demon Slayer, gue adalah salah satu penonton yang jadi suka dan mengikuti kisah Demon Slayer sejak nonton Mugen Train  tahun 2020 lalu. Gue rasa, Demon Slayer ini adalah manga/anime yang cukup ramah pada pembaca atau penonton awam. Mungkin salah satu penyebabnya karena di manga tamat hanya di jilid 23 di tahun 2020. Jauh lebih sedikit ketimbang manga lain seperti One Piece. Ini jadi memudahkan bagi awam yang ingin mengejar k...

Elio - Review

Gambar
Sinopsis Elio (2025) adalah film animasi petualangan fiksi ilmiah terbaru dari Pixar yang mengisahkan Elio, seorang anak laki-laki pemalu berusia 11 tahun yang tiba-tiba diculik oleh makhluk luar angkasa dan secara tak sengaja dianggap sebagai Duta Besar Bumi oleh galaksi. Dalam upayanya kembali pulang, Elio harus belajar menghadapi rasa takut, mengenali jati diri, dan membuktikan bahwa keberanian sejati datang dari hati. Ulasan Film animasi dari Pixar selalu gue tunggu-tunggu, termasuk film terbaru mereka, Elio. Entah mengapa, kali ini marketing Elio tidak terlalu terdengar baik di media konvensional maupun media sosial. Memang semenjak pandemi, film-film buatan Pixar selalu seakan dianaktirikan di bioskop, seakan hanya formalitas rilis di bioskop untuk kemudian rilis di Disney+ saja. Seperti biasa film buatan Pixar selalu megah dan mewah di segi visual dan animasinya. Setiap lekuk gambar dan warna benar-benar cantik dan enak dipandang. Begitu pula dengan level detilnya yang mengagumk...

Jumbo - Review

Gambar
Ini dia film animasi karya anak bangsa dari rumah produksi Visinema yang paling ditunggu-tunggu di tahun ini. Tentu saja karena animasinya model 3D yang visualnya sekelas Pixar atau studio animasi Hollywood lainnya. Dikerjakan oleh 400 orang selama 5 tahun benar-benar membuahkan hasil yang luar biasa. Ulasan: Animasi Lokal Kualitas Hollywood Ceritanya sendiri gue cukup suka dan cenderung sederhana. Don yang dijuluki Jumbo oleh teman-temannya berniat ikut pentas tapi suatu hari dikejutkan oleh datangnya hantu anak wanita yang meminta bantuannya untuk mencari hantu orang tuanya. Jalan ceritanya seakan memberikan satu-dua misi kecil untuk Jumbo dan teman-teman, kemudian ditutup oleh misi terakhir yang paling sulit dan klimaks. Ketika duduk di dalam bioskop, gue langsung dibuat tercengang dan kagum oleh visual animasi yang ada di layar. Benar-benar membuat bangga Indonesia yang akhirnya bisa membuat film animasi sekelas ini. Gambarnya nggak hanya bagus dan mulus, tapi juga...

Moana 2 - Review

Gambar
Delapan tahun setelah film pertama yang rilis tahun 2016, tentu saja Disney akan membuat setiap sekuel untuk semua Disney Princess termasuk Moana. Apalagi putri Disney kali ini berasal dari latar belakang Polinesia, yang pastinya menjadi target pasar untuk setiap jualan merchandise-nya. Moana 2 menghadirkan Moana yang lebih dewasa, mulai dari fisik yang berotot sampai dengan mental yang lebih dewasa. Sekarang juga Moana punya adik yang jadi tambahan ikatan emosional dia untuk pulang. Kisah film kedua ini memperluas semesta Moana yang sedang mencari suku-suku lain dari pulau-pulau terpencil lain. Sepertinya ini cikal bakal bersatunya ratusan pulau terpencil di Polinesia. Jalan ceritanya sebenarnya menarik, tapi sepertinya ditujukan khusus anak-anak saja. Untuk dewasa, film ini memang menghibur tapi kurang berkesan. Ternyata film kedua ini tanpa keterlibatan Lin-Manuel Miranda di departemen musik. Tanpa kehadirannya, setiap lagu dan lirik dalam film kedua ini jadi seakan kehilangan rasa ...

Flow - Review

Gambar
Gue cukup beruntung punya kesempatan buat nonton film animasi asal Latvia yang sedang dipuja-puja oleh para sinefil ini. Film animasi ini termasuk unik karena sepanjang durasi 1 jam 24 menit tidak ada dialog sama sekali. Tidak ada manusia juga karena memang film ini fokus pada kisah bertahan hidup para hewan dari banjir besar. Memang film animasi ini punya kekuatan utama di visualnya yang luar biasa cantik. Gue belum pernah melihat teknik animasi seperti ini; tiga dimensi tapi punya efek watercolor. Apalagi animasi air yang terlihat lumayan nyata. Selain mata, untuk hiburan telinga juga luar biasa karena "voice actor" dari para karakter hewan ini adalah hewan beneran. Jadi benar-benar suara kucing, capybara, lemur, dan anjing yang mengisi suara karakter-karakter ini. Kisahnya sekilas mirip dengan Life of Pi (2012), sama-sama tentang bertahan hidup dalam kapal kecil dengan spesies lain. Kalau di Life of Pi hanya ada 2 spesies yaitu manusia dan harimau, di Flow ada banyak spesi...

The Wild Robot - Review

Gambar
Sudah hilang di ingatan kapan terakhir kali gue bisa sebahagia ini nonton film animasi. Sepanjang film bisa senyum-senyum sendiri, tertawa di banyak adegan, dan meneteskan air mata! Lengkap sudah segala rupa emosi bisa dipancing lewat film animasi yang benar-benar bisa dinikmati semua umur ini. Visualnya sendiri sudah luar biasa indah, benar-benar definisi every frame is a painting . Komposisi gambar dan warnanya benar-benar diperhitungkan dengan baik, sehingga memanjakan mata dengan maksimal. Scoring yang ada juga sangat mendukung emosi setiap adegan, jadi melengkapi visual yang sudah indah. Untuk teknik animasinya sendiri mengikuti trend yang sudah digagas oleh Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018) enam tahun lalu ya. Kisahnya sih yang jelas jadi jualan utama film ini. Kisah robot yang hidup di tengah hutan saja sudah jadi ide yang sangat segar dan baru. Siapa yang sangka kisah robot yang menemani anak bebek belajar terbang bisa memancing air mata. Jelas kisah ini adalah alegori ...

Inside Out 2 - Review

Gambar
Jarak 9 tahun sejak film pertamanya rilis tahun 2015 terbilang waktu yang lama. Tapi penantian tersebut terbayar tuntas lewat kisah yang luar biasa tentang " what if emotions has emotions? ". Memang kisah ini nggak akan pernah selesai kecuali Riley meninggal. Kisah Inside Out 2 melanjutkan kisah pertamanya tentang Riley yang memasuki masa pubertas. Seperti yang kita tahu, masa-masa pubertas adalah masa transisi dari anak-anak ke remaja dan dipenuhi oleh berbagai emosi yang labil silih berganti.  Ulasan ini akan penuh beberan ( full spoiler ) berisi interpretasi saya secara psikologis terhadap Inside Out 2. Jadi yang belum nonton, silakan berhenti baca sampai sini, bookmark page ini, lalu kembali ke sini setelah menonton. Pertama-tama, film pertama dan kedua dari Inside Out sangat akurat secara psikologis karena memang menggunakan psikolog Dacher Keltner dan Kristin Neff sebagai konsultan. Dacher Keltner adalah professor di bidang psikolog sosial dan peneliti di bidang emosi. ...

Totto-Chan The Little Girl at the Window - Review

Gambar
Ternyata butuh 43 tahun untuk mengadaptasi buku anak-anak best-seller yang terbit tahun 1981 untuk jadi film panjang animasi di tahun 2024. Totto-Chan The Little Girl at the Window adalah buku autobiografi dari masa kecil penulis Tetsuko Kuroyanagi, berkisah tentang masa sekolah dasar di era Perang Dunia II. Ini memang kisah anak kecil, tapi gue nggak menyangka bisa juga mengundang air mata. Pengalaman Totto-Chan bersekolah dan bertemu teman-teman sekelas dan kepala sekolah yang sangat pengertian benar-benar menarik. Sang kepala sekolah mendorong para siswa untuk berteman dan membantu siapa saja, bahkan mereka yang menderita disabilitas. Totto-Chan pun berteman dengan seorang anak lelaki yang menderita polio. Selain itu kita juga bisa melihat keadaan Jepang dari sebelum, saat, hingga setelah Perang Dunia II. Siapa sangka ternyata situasi perang juga sangat memengaruhi hidup rakyat biasa bahkan di kota kecil sekalipun. Ini terlihat dari perubahan bekal bento atau makan siang yang dibaw...

Kung Fu Panda 4 - Review

Gambar
Setelah Kung Fu Panda 3 (2016), delapan tahun kemudian kita bisa menikmati kelanjutan petualangan Po. Kali ini Po harus mencari penerus Pendekar Naga agar dirinya bisa mengambil peran sebagai Pemimpin Spritual di Lembah Perdamaian. Tantangan muncul ketika ada penjahat baru, Chameleon muncul untuk mencuri Tongkat Kebijaksanaan Po dan membangkitkan kembali penjahat-pejahat dari masa lalu. Po pun bergabung dengan Zhen, seorang rubah pencuri yang berpotensi menjadi penerus Po sebagai Pendekar Naga. Jujur gue sendiri sudah lupa dengan kisah Kung Fu Panda 3, tapi gue masih bisa mengikuti jalan cerita Kung Fu Panda 4 dengan baik dan nggak roaming. Meski gue nggak terlalu excited nonton ini, tapi gue masih bisa terhibur dengan visualnya yang memang sudah jadi standar animasi Hollywood. Ceritanya sendiri memang ditujukan untuk anak-anak, tapi masih bisa dinikmati oleh para dewasa. Makna yang dibawakan juga bagus, tentang perubahan yang pastinya akan kerap ditemui sepanjang hidup. - ...

The Boy and the Heron - Review

Gambar
Sutradara Hayao Miyazaki menolak untuk pensiun. Sepuluh tahun sejak The Wind Rises (2013), suhu animasi asal Jepang ini kembali. Memang beda ya rasa dan asa kalau nonton film karya Hayao Miyazaki. Setiap lekuk fantasi yang ada itu benar-benar di luar nurul, tapi juga masih diterima karena punya pesan makna yang berlapis. Konon di era belia, Hayao Miyazaki butuh waktu menghasilkan 5 menit animasi dalam waktu satu bulan bekerja. Lama sekali karena memang ini adalah animasi hasil gambar tangan ya. Tapi di usianya yang sekarang dan khusus The Boy and the Heron, Hayao hanya bisa menghasilkan 1 menit dalam satu satu bulan. Jadi luar biasa sekali usaha yang dikeluarkan untuk menghasilkan film panjang berdurasi 124 menit ini. Hasilnya pun nggak main-main. Gambar dan visualnya sangat cantik. Masih juga konsisten dengan animasi ciri khas Hayao Miyazaki, ada banyak "ma" atau ruang kosong di antara adegan yang berguna memberikan kesempatan bagi penonton untuk bernafas atau merenung. Ban...

Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem - Review

Gambar
Spider-Man into the Spider-Verse (2018) memang jadi tonggak sejarah animasi Hollywood yang keluar dari pakem animasi dengan visual sehalus dan semirip mungkin dengan kehidupan nyata. Semenjak film itu, jadi makin banyak film animasi dengan gaya visual yang stylish dan cenderung kontemporer. Sebenarnya visual animasi seperti ini lumrah di ranah kontemporer, tapi baru kali ini masuk ke lini arusutama dan diterima pula oleh penonton populer. Yang terbaru adalah Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem karya sutradara Jeff Rowe dan Kyler Spears. Sebelumnya Jeff Row menyutradarai film animasi Netflix dengan gaya visual yang sama di The Mitchells vs the Machine (2021). Tampaknya Universal dan Nickelodeon sudah insyaf dengan live action kura-kura ninja ya dan kembali ke animasi. Memang sudah layak dan sepantasnya sih, apalagi dengan tren animasi yang ke arah kontemporer ini. Mutant Mayhem jelas jadi hiburan mata dan telinga yang maksimal. Visual animasinya cantik banget dengan gaya coret...

Elemental - Review

Gambar
Akhirnya nonton film Pixar lagi di bioskop! Pandemi memang menyebalkan bagi studio animasi kebanggaan kita semua. Empat film Pixar sebelumnya (Soul, Luca, Turning Red, Lightyear) harus rela hanya ditayangkan di platform Disney+ dan nggak rilis di bioskop Indonesia. Tapi 2023 ini akhirnya Elemental dirilis di bioskop Indonesia. Nonton Elemental pasti bikin kita teringat sama Inside Out (2015), mungkin karena sama-sama bertema personifikasi. Kalau Inside Out mengandaikan setiap emosi berbentuk layaknya manusia dan punya pikiran dan perasaan, maka Elemental mengandaikan setiap elemen di bumi ini hidup layaknya manusia. Lalu lebih dalam lagi, apa yang akan terjadi jika air dan api saling tertarik dan jatuh cinta? Gue sama sekali nggak sangka kalau ini adalah film romansa pertama dari Pixar! Ya jelas karena selama ini Pixar fokus ke kisah anak-anak meski selalu out of the box . Tapi memang kekuatan Pixar adalah di penyampaian cerita, jadi apapun kisahnya termasuk romansa, maka akan selalu k...

Spider-Man: Across the Spider-Verse - Review

Gambar
WOW WOW WOW! Udah pada tahu dong kalau Spider-Man: Into the Spider-Verse di tahun 2018 berhasil jadi tolok ukur baru film animasi? Maaf ya Pixar, kali ini Sony Animation berani eksperimen teknologi animasi baru di ranah mainstream, dan disukai publik! Nggak perlu animasi yang life-like atau menyerupai kehidupan nyata. Tapi sisi kreatif dan estetika yang dikedepankan, yang ternyata sangat pas dengan dunia multi-semesta dari Spider-Man. Lima tahun kemudian, di 2023 ini kita diberi suguhan terbaik - sekali lagi. Across the Spider-Verse lagi-lagi meningkatkan standar itu, oh what a time to be alive! Nonton Spider-Man: Across the Spider-Verse di layar sebesar mungkin dengan tata suara sebagus mungkin jelas wajib. Visualnya gila banget! Setiap frame adegan bisa di screencapture lalu dijadikan wallpaper atau bahkan dicetak, dibingkai, dan dipajang di tembok rumah. Gila gila gila! Franchise Spider-Verse ini juga memang nggak hanya menang di visual saja. Apa itu style over substance ? Ini jelas...

The Super Mario Bros Movie - Review

Gambar
Akhirnya ada juga film Super Mario Bros yang bagus dan jadi tribute yang adil untuk gamenya. Sejak permainannya rilis di tahun 1983, kasihan Nintendo (dan kita juga) selalu dapat film adaptasi yang kureng. Apalagi adaptasi film panjang Super Mario Bros tahun 1993, ya ampun! Butuh 30 tahun pula untuk akhirnya ada film adaptasi yang proper. Malah kali ini, pencipta game sekaligus petinggi Nintendo, Shigeru Miyamoto turun tangan langsung bersama rumah produksi Illumination untuk mengerjakan flim animasi ini. Hasilnya memang nggak mengecewakan. Seperti yang terlihat di trailer, animasinya sangat cantik dan luar biasa. Sepertinya memang makin ke sini, kita sudah harus dibuat biasa saja dengan animasi CGI yang gambarnya sudah makin menyerupai kenyataan. Jalan ceritanya memang dibuat untuk anak-anak dan rasanya tidak ditujukan untuk kaum dewasa. Tapi para orang tua dan dewasa muda yang menonton masih bisa terhibur dengan pilihan soundtrack dan bernostalgia dengan berbagai theme song dari per...

Suzume - Review

Gambar
Setelah Your Name (2016) dan Weathering With You (2019), suhu anime Makoto Shinkai kembali lagi dengan karya terbarunya, Suzume (2023). Kalau Weathering With You gue agak kurang gimana gitu ya, tapi Suzume ini jelas jauh lebih baik - meski gue masih lebih suka Your Name. Jadi jelas ya posisinya, rasanya sulit untuk mengungguli fenomena Your Name yang jadi debut Makoto Shinkai. Yang gue suka dari Suzume ini adalah ide ceritanya bergerak dari kejadian nyata kemudian dibumbui elemen fantasi yang ciamik dan dramatis. Ceritanya memang berlandaskan Jepang yang sering diguncang gempa bumi dan tsunami, yang jelas memakan banyak korban jiwa dan meninggalkan jejak trauma mendalam bagi para penyintas dan keluarga korban. Hal ini dieksplorasi lebih dalam lewat kisah fantasi adanya cacing yang menghuni alam lain dan lepas lewat pintu bencana di seantero Jepang. Lewat Suzume kita belajar betapa traumatisnya kehilangan seseorang yang dicintai lewat terjadinya bencana, yang tidak bisa diprediksi seb...