Postingan

Menampilkan postingan dengan label superheroes

Spider-Man: Brand New Day - Review

Gambar
Sinopsis Spider-Man: Brand New Day berani mengubah arah dari trilogi pertamanya secara drastis. Destin Daniel Cretton, sineas baru di kursi sutradara, tidak tertarik dengan pendekatan lama: memasukkan Spider-Man ke semesta Marvel dengan segala kemewahan aksi yang menyertainya. Film keempat ini memilih jalan berbeda. Setelah peristiwa No Way Home, Peter Parker telah hidup sendirian selama empat tahun di dunia yang melupakan keberadaannya. Dia menjaga kota dalam kesendirian, menyaksikan orang-orang terdekatnya bergerak maju tanpa tahu dia pernah ada. Ulasan Trilogi pertama memang memosisikan Spider-Man sebagai bagian dari ekosistem Marvel yang lebih besar, dengan semua keriuhan visual yang datang bersamanya. Brand New Day berbalik arah sepenuhnya. Dari 145 menit durasi, nyaris separuhnya diisi oleh dialog dan adegan drama antara Peter dengan orang-orang di sekitarnya. Pertarungan dan aksi ada, tapi jadi latar. Titik beratnya ada pada kondisi psikologis seorang pahlawan yang sedang bergum...

The Boys Season 5 - Series Review

Gambar
Sinopsis The Boys Season 5 adalah musim final dari serial drama superhero action-comedy yang ditayangkan eksklusif di Prime Video, dimulai pada 8 April 2026 dengan dua episode perdana dan berakhir pada 20 Mei 2026. Musim terakhir ini mengikuti perjalanan mendebarkan Hughie, Mother's Milk, dan Frenchie yang terjebak dalam "Freedom Camp" milik Homelander, sementara Annie berusaha mengorganisir perlawanan terhadap kekuatan Supe yang luar biasa, Kimiko hilang, dan Butcher kembali dengan rencana berbahaya untuk menggunakan virus yang dapat menghapus semua Supe dari peta.  Dipimpin oleh showrunner Eric Kripke, musim ini menampilkan ensemble cast lengkap termasuk Karl Urban (Butcher), Jack Quaid (Hughie), Antony Starr (Homelander), Erin Moriarty (Starlight), Laz Alonso (Mother's Milk), Tomer Capone (Frenchie), Karen Fukuhara (Kimiko), dan sejumlah karakter baru, dengan kejutan khusus kolaborasi Supernatural-style bersama Jared Padalecki di Episode 5. Ulasan Gue harus jujur, ...

The Fantastic Four: First Steps - Review

Gambar
Sinopsis The Fantastic Four: First Steps (2025) adalah film superhero spektakuler pembuka Phase 6 Marvel Cinematic Universe yang menampilkan versi retro‑futuristik tahun 1960‑an dari Marvel’s First Family — Reed Richards (Pedro Pascal), Sue Storm (Vanessa Kirby), Johnny Storm (Joseph Quinn), dan Ben Grimm (Ebon Moss‑Bachrach). Sebagai pahlawan yang telah dikenal publik, mereka berjuang melindungi Bumi dari ancaman kosmik Galactus (Ralph Ineson) dan utusannya, Silver Surfer (Julia Garner), di tengah konflik personal ketika Sue hamil dan nasib anak mereka dipertaruhkan. Disutradarai oleh Matt Shakman, The Fantastic Four: First Steps menawarkan visual estetika retro yang unik, ketegangan emosional keluarga, serta aksi epik, menjadikannya tontonan wajib bagi penggemar Marvel dan pencinta film petualang kosmik. Ulasan Ini adalah film adaptasi live action keempat dari jenama The Fantastic Four, meski baru kali ini pahlawan super keluarga ini bergabung ke dalam Marvel Cinematic Universe. Haru...

Superman - Review

Gambar
Sinopsis Superman (2025) adalah reboot terbaru dari DC Universe yang memperkenalkan kembali sosok Clark Kent sebagai pahlawan super legendaris dalam versi yang lebih segar dan manusiawi. Disutradarai oleh James Gunn, film ini mengikuti perjalanan awal Superman dalam menyeimbangkan identitasnya sebagai jurnalis di Metropolis dan pelindung Bumi yang penuh harapan. Dengan pendekatan emosional, aksi spektakuler, dan cerita penuh nilai moral, Superman (2025) menjadi fondasi baru bagi DC Universe sekaligus tontonan wajib bagi penggemar superhero dan pencinta kisah epik tentang kebaikan, kekuatan, dan harapan yang tak pernah padam. Ulasan Superman versi David Corenswet ini adalah film pertama dari semesta DC yang di-reset dengan nakhoda baru; James Gunn. Dari pengalamannya menulis naskah dan menyutradarai trilogi Guardians of the Galaxy, sudah bisa ditebak ya ke mana arah semesta baru DC ini. Lewat film Superman, kita sudah bisa melihat betapa "ringan dan terang" film ini serta bany...

Thunderbolts* - Review

Gambar
Sinopsis Film ke-36 dan film terakhir dari fase ke-5 dalam Marvel Cinematic Universe. Gue sama sekali nggak menyangka *Thunderbolts* akan sebagus dan punya kisah sedalam ini! Rasanya nggak berlebihan kalau gue bilang *Thunderbolts* adalah titik balik MCU dari era *superhero-fatigue*. Baru kali ini ada film pahlawan super yang membahas tema depresi, kesepian, dan kesehatan mental. Apalagi tema-tema ini bukan tempelan semata, melainkan jadi nyawa dari film ini yang konsisten muncul dari awal hingga akhir. Bahkan tokoh antagonis utama pun jadi analogi paling mematikan dari tema tersebut. Ulasan: Kedalaman Mental di Tengah Aksi Super *Thunderbolts* memang bukan film pertama yang menyatukan karakter-karakter penjahat ke dalam satu tim untuk kemudian berbuat baik. Sebelumnya sudah ada *Guardians of the Galaxy* meski fokus mereka ada di pertempuran antar planet dan galaksi. Nah *Thunderbolts* bisa dibilang *band of misfits* yang fokus menjaga planet bumi dari ...

Captain America: Brave New World - Review

Gambar
Sinopsis Kisah *Brave New World* sendiri masih dalam koridor ciri khas film-film Captain America yang berhubungan dengan kejahatan internasional. Kali ini, Thaddeus Ross diperankan oleh Harrison Ford yang menggantikan William Hurt yang meninggal di tahun 2022. Thaddeus Ross berhasil menjadi Presiden Amerika Serikat, dan sekali lagi Captain America versi Sam Wilson harus mengalami dilematis apakah mengikuti keinginan pemerintah AS atau bergerak secara independen. Ini dia film pertama Sam Wilson sebagai Captain America, melanjutkan tongkat estafet dari Steve Rogers. Kisahnya kali ini juga tidak banyak bersinggungan dengan film atau serial MCU lain kecuali Eternals (2021). Mungkin ini adalah salah satu usaha MCU untuk sedikit menaikkan pamor Eternals yang *flop*, sekaligus mengurangi kewajiban penonton untuk menonton semua film dan serial yang ada dalam MCU. Ulasan: Sam Wilson Mengukir Identitas Baru Untuk kisah investigasi kejahatan internasionalnya sendiri...

Venom: The Last Dance - Review

Gambar
Akhirnya kisah trilogi Venom dan Eddie Brock berada di film ketiga atau di penghujung jalan. Setelah Venom (2018) dan Venom: Let There Be Carnage (2021), film terakhir ini berjudul Venom: The Last Dance yang bercerita tentang serangan makhluk alien yang ingin membunuh para simbiot. Kalau di film keduanya, fans dihibur oleh kemunculan Carnage, maka film ketiganya ini akan muncul berbagai variasi Venom termasuk She-Venom. Tampaknya memang trilogi Venom ini tidak menitikberatkan pada kualitas naskah dan hanya fokus pada sisi hiburan saja. Film ketiga ini tampak seperti film yang dibuat tahun 90-an. Bagaimana Venom yang punya keinginan pergi ke New York dan mau melihat patung Liberty, rasanya plot ini sudah terlalu basi di tahun 2024 ini. Meski sebenarnya wajar saja jika ada turis yang baru pertama kali ke AS dan ingin melihat patung Liberty. Tapi sebuah film pahlawan anti-hero super ingin melihat patung Liberty? Hmmm. Selain itu, penonton memang dihibur oleh kemunculan berbagai bentuk Ve...

Deadpool & Wolverine - Review

Gambar
Meski ini adalah sekuel ketiga, tapi ini adalah film pertama Deadpool di dalam Marvel Cinematic Universe. Jadi ada banyak antisipasi terhadap film ini dan bagaimana reaksi mulut sampahnya Wade Wilson terhadap MCU. Gue kira film ini akan menjadi salam pembuka dari Deadpool terhadap para pahlawan super yang sudah lebih dulu ada di dalam MCU. Tapi ternyata ini adalah surat cinta yang berisi apresiasi dan perpisahan terhadap para pahlawan super yang 20 tahun terakhir berada di bawah bendera 20th Century Fox. Ulasan ini bebas spoiler jadi aman untuk dibaca sampai habis. Hadirnya jalan cerita multiverse dari Dr. Strange dan TVA dari serial Loki membuka banyak kesempatan bagi Deadpool untuk melanjutkan jalan ceritanya dan bertemu berbagai pahlawan super favorit kita.Termasuk Wolverine yang sudah mengucapkan selamat tinggal dengan elegan lewat film Logan (2017). Tapi ya sudah lah, yang namanya bisnis hiburan tidak dapat diprediksi. Yang penting fans senang apalagi akhirnya melihat Wolverine me...

Blue Beetle - Review

Gambar
Blue Beetle hadir sebagai film pertama DCU di era James Gunn. Tapi tidak seperti MCU, film Blue Beetle ini tidak bermaksud membuka semesta ke film-film lain dan hanya fokus pada karakter ini saja. Sisi positif lainnya adalah, Blue Beetle menambah deretan pahlawan super dari kaum minoritas. Apalagi di semesta DC, sepertinya baru ini ada pahlawan super berdarah Latin. Kisahnya memang masih dengan formula origin story, terutama di area merasa tidak layak menjadi pahlawan super. Tapi yang menjadikan Blue Beetle spesial adalah unsur keluarga yang sangat kental. Jadi usaha untuk mengalahkan kejahatan nggak datang dari satu orang saja, tapi benar-benar dari setiap anggota keluarga yang punya andil untuk itu. Gue juga suka bagaimana Blue Beetle memperlakukan karakter penjahat utamanya; setiap penjahat pasti datang dari masa lalu yang traumatis dan punya kesempatan untuk berubah. Film ini juga nggak DC banget yang gelap dan serius. Rasanya ini memang sudah diaplikasikan oleh beberapa film DCU k...

The Flash - Review

Gambar
Berhubung gue nontonnya di minggu kedua setelah rilis, gue udah kenyang dengan baca dan nonton berbagai review positif yang bertebaran di linimasa. Hasilnya malah ekspektasi gue sudah terlanjut terkerek terlalu tinggi. Akibatnya pas nonton gue malah jadi biasa aja. Nggak ada niatan tepuk tangan atau berdecak kagum. Meski filmnya sendiri tetap bagus kok. Menurut gue, The Flash ini adalah film terbaik di DCEU. Sebuah langkah yang tepat memilih Andy Muschietti untuk duduk di kursi sutradara. Beliau sudah sangat piawai memainkan kisah yang berhubungan dengan ibu - layaknya film-film DCEU sebelumnya ya, halo Martha di Batman dan Superman. Taruhan dalam film The Flash ini tentang ibu, hal yang sangat relatable dengan setiap penonton. Jelas ini jadi film superhero yang paling personal dan paling relate dengan banyak penonton. The Flash juga sukses jadi film penutup DC Extended Universe dan jembatan untuk film pembuka DC Universe. Sebuah semesta DC baru (reset) yang kedepannya dipimpin oleh Ja...

Guardians of the Galaxy Volume 3 - Review

Gambar
Guardians of the Galaxy Volume 3 adalah kado perpisahan yang manis dan nyaris sempurna dari sutradara dan penulis naskah James Gunn, sebelum menyebrang ke semesta DC. Volume 3 ini berhasil menutup trilogi GotG dengan sangat baik dan penuh dengan hati. James Gunn juga konsisten fokus mendalami setiap karakter yang ada dalam film ini, tanpa perlu memberi celah crossover dengan film MCU lainnya. Malah menurut gue, GotG ini adalah salah satu trilogi terbaik dalam MCU dengan perkembangan karakter yang sangat dalam dan signifikan. Durasi dua setengah jam nggak berasa sama sekali dengan tempo bercerita yang terbilang cepat. Lamanya durasi ini juga dimanfaatkan dengan sangat baik untuk mendalami setiap karakter yang ada. Praktis setiap karakter punya porsi berlebih dan kita bisa melihat perkembangan karakter yang signifikan, baik dari awal hingga akhir film ini maupun dari GotG pertama.  Pilihan soundtracknya juga nggak kalah kece. Memang pilihan lagu dari era 80an dan 90an ini yang jadi s...

Shazam Fury of the Gods - Review

Gambar
Harus gue akui, Shazam kedua ini jauh lebih baik daripada film pertamanya. Ceritanya lebih gemuk dan bisa ngasih porsi ke semua pemeran pendukungnya. Porsi cerita bahkan sempat ngasih perkembangan karakter ke tokoh antagonis! Tentunya ada perkembangan karakter yang signifikan pada Billy Batson. Tapi semua ini punya konsekuensi pada durasi film yang membengkak ke 2 jam 10 menit. Kalau belum nonton atau bahkan lupa sama film pertamanya apakah bisa menikmati Shazam! Fury of the Gods ini? Jujur gue sendiri pun lupa dengan film pertamanya, yang gue inget hanya Billy Batson dapat kekuatan dewa dari penyihir, dan bisa jadi pahlawan super dengan ngucapin mantra. Tapi gue masih bisa menikmati film keduanya dengan baik. Rasanya ini udah jadi standar baru Hollywood dalam membuat film sekuel ya, dengan nggak mengasingkan penonton yang nggak ngikutin franchise-nya. Tapi jadinya kesinambungan cerita itu dimasukkan sebagai easter eggs. Apakah Shazam! Fury of the Gods merupakan film pahlawan super ya...

Virgo and the Sparklings - Review

Gambar
Film ketiga dari Bumilangit Cinematic Universe ini kok hype-nya berasa paling rendah di antara Gundala dan Sri Asih ya. Apalagi kayaknya perolehan tiket penontonnya jadi yang paling rendah. Semoga dengan hasil yang paling rendah ini nggak menghentikan proyek semesta Bumilangit ya. Meski gue sendiri juga nggak terlalu menikmati Virgo & The Sparklings ini karena rasanya memang bukan gue target marketnya. Di Sri Asih gue komplen tentang filmnya yang terlalu serius sehingga mengalienasi potensi penonton remaja perempuan. Ternyata memang ada Virgo & The Sparklings yang untuk menjaring penonton remaja perempuan, dan rasanya pun berhasil. Tapi jadinya nggak bisa ditonton oleh semua umur dan kalangan. Nonton ini tuh gue sama sekali nggak relate, dan jadi kaya nonton film-film remaja SMA Indonesia kebanyakan - meski kali ini ada unsur pahlawan super. Banyak banget dialog di film ini yang gue nggak bisa denger mereka ngomong apa, karena banyak teriak-teriak dan artikulasinya jadi beranta...

Sri Asih - Review

Gambar
Setelah ngeliatin promonya dan proses Pevita Pearce nge-gym dan latihan bela diri, akhirnya ditonton juga nih. Secara linimasa, peristiwa Sri Asih terjadi sebelum Gundala (2019). Jadi kita sekali lagi dipertontonkan origin story dari pahlawan adiwira Indonesia perempuan. Tapi sayang, rasanya filmnya terlalu dewasa dan jadi hilang kesempatan untuk menarik dan menginspirasi anak-anak perempuan. Di titik ini udah jelas bahwa visi bang Joko dalam membangun Jagat Sinema Bumilangit lebih ke arah DC Cinematic Universe yang gelap, dewasa, dan penuh politik. Meski unsur politiknya nggak seberat Gundala, Sri Asih fokus membangun jagat sinemanya dengan menceritakan musuh besar dan para panglimanya. Nggak ada adegan yang ringan atau mengandung komedi, pokoknya semuanya berat. Hal yang gue nggak suka adalah scoringnya. Maaf ya Aghi Narottama, Bemby Gusti dan Tony Merle. Menurut gue, scoringnya terlalu berisik dan monoton. Saking kencengnya sampai menutupi dialog. Lalu pilihan nadanya monoton juga ...

Black Panther: Wakanda Forever - Review

Gambar
Wah Wakanda Forever sih bagus bener loh! Ekspektasi gue itu udah turun naik gara-gara nggak sabar bacain beragam review yang ada. Tapi emang yang paling bener ya nonton dan buktiin sendiri. Dengan dua jam empat puluh menit sih gue puas banget.  Menurut gue ini bukan film pahlawan super sih, tapi film drama keluarga yang menghadapi kedukaan atau grief. Kalau semua kekuatan super, pahlawan super, teknologi tinggi dihilangkan, Black Panther: Wakanda Forever akan tetap jadi film yang kuat, solid, dan punya pesan moral yang berharga buat kita semua. Ngegas pula buat ngasih tribute ke alm. Chadwick Boseman.  Buat yang berharap akan dihibur dengan aksi hingar-bingar layaknya tipikal film Marvel Cinematic Universe lainnya, siap-siap kecewa deh. Adegan action dan berantem dan kejar-kejaran emang masih ada, tapi porsinya sedikit. Sekuel dari Black Panther ini memang fokus ke proses grieving yang dialami oleh keluarganya T'Challa. Yang gue suka, sutradara dan penulis naskah Ryan Coogler ...

Black Adam - Review

Gambar
Yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. DC Universe sukses ngegandeng The Rock untuk jadi karakter anti-hero yang langsung dapet film solo; Black Adam. Ya bisa dibilang kalau dunia DC kayaknya lebih sukses karakter anti-hero ya ketimbang heronya sendiri, mulai dari Suicide Squad, Joker, sampai Black Adam ini. Anyway, karakter Black Adam ini punya kekuatan yang sama dengan Shazam. Sama-sama harus bilang "shazam!" untuk dapetin dan ngelepasin kekuatannya. Kesan pertama gue nonton Black Adam: berisik! Buset berisik banget dah. Entah volume di bioskopnya yang kegedan, atau sound mixing di film ini yang main timpa semua suara yang ada. Scoring dan efek suaranya berlomba buat jadi yang paling keras. Hasilnya nggak enak di telinga. Sayang banget padahal pilihan lagunya udah oke. Ceritanya sendiri termasuk biasa saja. Masih dalam formula origin story dan pesan repetitif "pahlawan atau bukan ditentukan dari tindakan, bukan label". Beneran deh repetitif banget karena dialog ...

Thor: Love and Thunder - Review

Gambar
Film ke-29 di Marvel Cinematic Universe ini seakan mengambil rehat dari plot multiverse dengan fokus pada kisah Thor. Meski masuk dalam Phase 4, tapi dari film ini - termasuk post-credit scenes - sama sekali tidak memberikan kontribusi dalam perkembangan Phase 4. Menonton film solo keempat Thor ini buat gue terasa melelahkan. Gue seakan sudah bosan dengan kisah Thor yang perkembangan karakternya terlihat sudah selesai di film ketiga dan Avengers: Endgame . Praktis film keempat ini yang menghibur hanya akting Christian Bale yang luar biasa menakutkan. Natalie Portman sebagai The Mighty Thor buat gue hanya keren-kerenan aja seakan lagi cosplay. Setiap film Thor arahan Taika Waititi memang selalu kocak dan menghibur. Setiap adegan aksi selalu diselingi dengan humor receh yang mengundang tawa. Bahkan elemen humornya terasa lebih banyak di Love and Thunder . Tapi kok ya gue nggak terlalu terhibur dengan komedi yang ada. Beberapa soundtrack dari lagu-lagu populer macam Guns 'n Roses me...

Satria Dewa Gatotkaca - Review

Gambar
Setelah drama yang terjadi di balik PH Satria Dewa Studio, akhirnya rilis juga film pertama dalam jagat sinema satria dewa; Gatotkaca. Pemain-pemainnya memang nggak sepopuler jagat sinema sebelah, Bumilangit. Tapi sepertinya jagat sinema Satria Dewa memosisikan diri layaknya Marvel yang ringan dan bisa diakses semua umur, sementara Bumilangit layaknya DC yang gelap, kelam, dan lebih dewasa. Dari sensor Semua Umur di Satria Dewa Gatotkaca, hal ini juga konsisten dengan gaya penceritaan film ini yang ringan dan menyenangkan. Banyak adegan yang memancing tawa penonton, dengan jalan cerita yang sederhana dan nggak berbelit. Well ada dua-tiga penjelasan mitologi yang terlalu banyak, tapi pada akhirnya gue pun memilih menyerah pada keadaan dan menikmati jalan cerita. Di segi visual, keliatan banget sutradara Hanung Bramantyo memilih style, yang sayangnya jadi style over substance . Nyaris semua shot dibuat banyak warna-warni neon, tapi ada beberapa adegan yang malah jadi terlalu gelap. Sakin...

Doctor Strange in the Multiverse of Madness - No Spoiler Review

Gambar
Memang nggak salah lagi deh Sam Raimi yang megang Doctor Strange in the Multiverse of Madness sebagai sutradara. Semua elemen horornya keluar maksimal, nggak tipis-tipis kaya di trilogi Spider-Man versi Tobey Maguire. Bahkan MCU boleh berbangga bahwa akhirnya punya film superhero bergenre horor. Yang mau ajak anaknya nonton, dipikir-pikir dulu ya. Film ke-28 di MCU ini tadinya malah mau dirilis duluan ketimbang Spider-Man: No Way Home , tapi karena pandemi jadinya tukeran jadwal rilis. Tapi keputusan ini malah bikin hype-nya agak turun menurut gue. Setelah No Way Home dengan cameo yang spektakuler itu, kita semua pasti berharap adanya cameo yang kalau nggak menyamai ya lebih pecah lagi di Multiverse of Madness.  Mungkin juga karena sudah banyak bocoran di media sosial, setiap kemunculan cameo di sini menurut gue malah jadi biasa aja. Nggak bikin gue kaget dan tepuk tangan gitu kaya di No Way Home. Malah Sam Raimi tergolong sadis ya, karena berani membunuh nggak cuma satu-dua karakt...

The Batman - Review

Gambar
Pertama-tama, mari menerima kenyataan dulu bahwa film Batman tidak akan berhenti diproduksi oleh Warner Bros - meski ganti aktor ratusan kali pun. Kenapa? Ya duit lah. Bukan cuma hasil dari penjualan tiket dan subscription di HBO GO/MAX aja, tapi penerimaan paling besar datangnya dari merchandise.  Iya, jualan merchandise Batman itu sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari teman-teman Avengers di toko sebelah. Jadi ya nggak heran kalau banyak yang klaim bahwa Batman adalah pahlawan super yang paling terkenal. Masuk nonton The Batman dengan durasi tiga jam kurang lima menit, gue datang tanpa ekspektasi apapun. Hasilnya gue sangat terpuaskan dan terkagum-kagum. Menurut gue The Batman versi Matt Reeves ini bukan film superhero, tapi film psychological-thriller noir . Jauh banget dari hingar binar kaya semesta sinema toko sebelah.  The Batman fokus ke kisah detektif dan  investigasi pembunuhan berantai yang dilakukan The Riddler, di tengah kota Gotham yang gelap, penuh korupsi...