Operasi Pesta Copet - Ulasan


Sinopsis

Niat Ijal (Iqbaal Ramadhan) dan komplotannya sederhana namun nekat: memanfaatkan celah kerumunan puluhan ribu pengunjung festival musik Pestapora demi meraup untung kilat lewat pencopetan massal. Dibantu oleh Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba), operasi ini dirancang begitu cermat dengan memanfaatkan ritme acara serta riuhnya multi-stage. Namun, di balik riuhnya lantai dansa dan dentuman musik yang tidak pernah berhenti, impian cepat kaya itu justru menyeret mereka ke dalam pusaran konflik sosial dan bahaya yang tak terduga.

Ulasan

Sutradara Edy Khemod dan rumah produksi Imajinari kembali membuktikan bahwa kesuksesan waralaba Agak Laen memberi mereka kemewahan untuk bebas bereksplorasi; Operasi Pesta Copet (2026) hadir sebagai komedi kriminal unik yang meleburkan dinamika pergerakan massa konser dengan manuver pencurian kelas bawah. Karena sejak awal bekerja sama dengan event organizer Boss Creator selaku pemilik kekayaan intelektual Pestapora, penonton wajib maklum dengan intensnya sebutan dan hadirnya "brand" Pestapora sebagai latar utama cerita. Penggunaan ratusan ekstra di studio hingga keberanian merekam gambar langsung pada hari H festival, mulai dari beberapa hari sebelum acara hingga saat konser berlangsung, adalah usaha produksi berskala mahal di skena film Indonesia yang patut diacungi jempol tinggi-tinggi.  


Kekuatan utama penggerak narasi terletak pada chemistry empat pemeran utamanya yang tampil begitu leluasa, membumi, dan padat celetukan humor natural. Penampilan setiap aktor terasa sangat alami, mengalir tanpa beban seolah tanpa skrip kaku hingga ke dialog-dialog komedinya. Interaksi di antara mereka pun terbangun sangat natural; bahkan di satu adegan yang agak mellow, kedekatan mereka lumayan ampuh memancing air mata. Hasilnya adalah sebuah film komedi kriminal yang mengadopsi struktur heist namun tetap terasa sangat personal dan dekat dengan penonton.

Bedanya, kalau film heist biasanya dijadikan basis tema konflik kelas sosial yang memposisikan korban dari kelas atas agar penonton menaruh simpati pada sang pelaku pencurian, Operasi Pesta Copet hanya ingin memotret kondisi sosial-ekonomi Indonesia tahun 2020-an yang sedang ramai-ramainya festival konser dengan multi-stage. Film ini justru menempatkan penonton sendiri sebagai korban. Penonton kelas menengah, yang seringkali harus menabung demi membeli selembar tiket konser, harus rela kecopetan ponsel dan dompet di tengah keriuhan festival. Menempatkan kelas menengah sebagai korban dari operasi kelas bawah jelas terasa tidak mengenakkan, tapi ini adalah fakta yang benar-benar terjadi di lapangan.





Kesimpulan

Pilihan subversif tersebut menjadikan Operasi Pesta Copet sebuah potret sosial-ekonomi yang paling jujur dan nyata di layar lebar. Luapan kegembiraan di depan panggung konser bertolak belakang dengan kenyataan pahit di arena festival, yang bisa jadi merupakan akibat tidak langsung dari kemiskinan struktural yang sudah mendarah daging di negara berkembang. Imajinari berhasil mengemas isu sensitif tersebut menjadi sajian komedi kriminal yang segar, berani, dan sangat relevan dengan realita masa kini.

Skor Sobekan Tiket Bioskop: 4/5
Cocok untuk: pecinta film pencurian




Genre: Komedi / Kriminal
Asal: Indonesia
Durasi: 1 jam 53 menit
Sutradara: Edy Khemod
Penulis Naskah: Edy Khemod, Rino Sarjono
Pemain: Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba

- sobekan tiket bioskop tanggal 28 Agustus 2026 -

© Sobekan Tiket Bioskop. Konten asli dipublikasikan pada 28 Agustus 2026 . Reproduksi tanpa izin dilarang. Laporan plagiat: copyright notice.

Komentar