Postingan

Menampilkan postingan dengan label fantasy

The Odyssey - Review

Gambar
Sinopsis The Odyssey adalah epic action fantasy karya Christopher Nolan yang berhasil mengadaptasi puisi epik Homer dengan cara yang ternyata ramah penonton, meskipun struktur ceritanya penuh dengan flashback dan kompleksitas. Untuk film Nolan yang biasanya membuat penonton mencatat timeline di selembar kertas, The Odyssey jadi kejutan menyenangkan—durasi nyaris tiga jam pun terasa sekali jalan, dan bahkan orang yang belum pernah membaca puisi epik bisa ikut tanpa merasa kehilangan konteks. Ulasan Nolan pilih terjemahan Emily Wilson sebagai inspirasi menunjukkan si Nolan thoughtful sama material ini. Bukan sekadar ambil Homer mentah-mentah, tapi ulang lewat lensa modern. Dari sisi visualisasi, Nolan ambil pendekatan humanis terhadap dunia mitologi. Athena hadir bukan sebagai sosok dewi yang grandiose, melainkan melalui Zendaya sebagai manusia biasa yang muncul dalam bayangan dan pikiran Odysseus, lebih sebagai personifikasi kebijaksanaan dalam diri, bukan makhluk supernatural semata....

Monster Pabrik Rambut - Ulasan

Gambar
Sinopsis Monster Pabrik Rambut adalah film horor fantasi tahun 2026 yang disutradarai Edwin dengan naskah yang ditulisnya bersama dengan Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga. Film ini adalah pertama kalinya Edwin dan Eka Kurniawan berkolaborasi di departemen naskah, dan hasilnya ternyata benar-benar eksplosif. Kalo gue lihat, kombinasi dari sensibilitas auteur Edwin, yang selalu tertarik pada karakter dan eksperimen sinematik, dengan absurditas dan ketajaman sosiologis Eka Kurniawan menciptakan sesuatu yang jarang banget gue lihat dalam film horor Indonesia: horor yang berani bicara keras tentang kelas sosial, tanpa perlu nongol hantu putih atau ritual mistis yang kuno. Ulasan Film ini telah diputar di sejumlah festival internasional, termasuk Berlinale 2026, Hong Kong International Film Festival 2026, dan Fantasia Film Festival 2026. Tapi yang paling menarik adalah bagaimana Edwin dan Eka Kurniawan memilih untuk menggali isu yang cukup dekat dengan kehidupan nyata banyak orang: budaya k...

One Piece Season 2 - Series Review

Gambar
Sinopsis One Piece: Into the Grand Line (2026) adalah season 2 dari live-action Netflix yang melanjutkan petualangan Luffy (Iñaki Godoy) dan kru Straw Hats menuju Grand Line, jalur laut legendaris yang paling berbahaya dan tidak terduga di seluruh dunia. Kali ini mereka melewati Loguetown, Reverse Mountain, Whiskey Peak, Little Garden, sampai Drum Island yang diselimuti salju abadi dan jadi tempat pertemuan mereka dengan karakter-karakter baru yang lebih kuat dan lebih aneh dari sebelumnya. Seluruh 8 episode dirilis sekaligus pada 10 Maret 2026, dan season ini datang dengan lebih dari 33 wajah baru yang bergabung ke dalam cast, bukti bahwa dunia One Piece di layar nyata terus berkembang makin besar. Season 3 sudah dikonfirmasi dan sedang dalam produksi. Ulasan Sama seperti Fallout, gue masuk ke One Piece Season 2 tanpa bekal apapun dari anime atau manga-nya. Dan lagi-lagi, ternyata bukan halangan sama sekali. Serial ini cukup baik dalam membangun konteks dunianya sendiri tanpa mengharu...

Avatar: Fire and Ash - Review

Gambar
Sinopsis Avatar: Fire and Ash (2025) adalah film aksi-petualangan fiksi ilmiah epik karya James Cameron yang melanjutkan saga keluarga Jake Sully dan Neytiri di dunia Pandora setahun setelah tragedi kehilangan anak mereka, Neteyam. Di tengah dendam, duka, dan konflik batin, Sully dan keluarganya menghadapi ancaman baru dari Ash People, suku Na’vi yang keras dan agresif yang dipimpin oleh Varang.  Ditambah lagi aliansi berbahaya dengan Colonel Quaritch, memicu pertempuran besar demi bertahan hidup dan mempertahankan rumah mereka di alam penuh api dan abu. Film ketiga ini penuh dengan visual CGI spektakuler, konflik emosional kuat, dan aksi skala besar yang memadukan tema keluarga, identitas, dan pertarungan epik. Ulasan Meski syutingnya bersamaan dengan film kedua Avatar: The Way of Water , film ketiga ini rilis tiga tahun setelahnya. Jadi sebenarnya tidak ada lonjakan perkembangan teknologi dari film kedua dan ketiga, selain sama-sama dirilis dalam format IMAX 3D. Gue tonton di ve...

Eternity - Review

Gambar
Sinopsis Eternity (2025) adalah film fantasi-komedi romantis yang berpusat pada Joan Cutler (Elizabeth Olsen), seorang wanita yang setelah meninggal mendapati dirinya berada di zona persimpangan alam baka atau “Junction”  di mana setiap jiwa punya satu minggu untuk menentukan keabadian. Ia dihadapkan pada pilihan mustahil: melanjutkan keabadian bersama Larry Cutler (Miles Teller), suami yang sudah ia jalani seumur hidup, atau kembali ke pelukan cinta pertamanya dulu, Luke (Callum Turner), yang menunggu selama puluhan tahun setelah meninggal di perang.  Dengan latar alam baka yang penuh warna, humor absurd, dan konflik emosional antara cinta, memori, dan identitas, Eternity mengeksplorasi makna cinta sejati dan pilihan hati, menjadikannya tontonan menarik bagi pencinta rom-com fantasi dan cerita tentang kehidupan setelah mati. Ulasan Rasanya baru kali ini ada film Hollywood yang mengangkat tema kehidupan setelah kematian dalam film komedi romansa mereka. Kalau Taiwan ada Till W...

Wicked for Good - Review

Gambar
Sinopsis Wicked: For Good (2025) adalah film musikal fantasi epik yang disutradarai oleh Jon M. Chu dan dibintangi Cynthia Erivo sebagai Elphaba serta Ariana Grande sebagai Glinda, yang bersama-sama berjuang melawan rezim otoriter di Oz. Ketika Elphaba mengasingkan diri demi memperjuangkan hak-hak makhluk terpinggirkan dan Glinda menjadi juru bicara sang Penyihir Agung, keduanya akhirnya harus bersatu kembali untuk mengubah nasib Oz, melalui perjuangan moral, konflik persahabatan, dan lagu duet mengharukan yang jadi titik balik kisah mereka. Dengan visual spektakuler, karakter kuat, dan tema pemberdayaan serta persaudaraan, Wicked: For Good menjadi tontonan wajib bagi pencinta adaptasi Broadway, film musikal besar, dan kisah yang menantang stereotip baik-jahat. Ulasan Wicked For Good adalah sekuel kedua dan terakhir dari Wicked (2024). Diadaptasi dari panggung Broadway, Wicked For Good juga adaptasi dari Act 2 atau bagian kedua setelah intermission . Jadi setelah nonton Wicked bagian...

A Big Bold Beautiful Journey - Review

Gambar
Sinopsis A Big Bold Beautiful Journey (2025) adalah film romantis-fantasi yang disutradarai oleh Kogonada dan ditulis oleh Seth Reiss , dibintangi Margot Robbie sebagai Sarah dan Colin Farrell sebagai David, dua orang asing yang bertemu di sebuah pesta pernikahan dan secara tak terduga terhubung lewat GPS misterius mobil sewaan yang membawa mereka menelusuri “pintu-pintu” ke masa lalu. Dalam perjalanan ajaib ini, mereka menghadapi kenangan sakit dan harapan lama, sehingga berkesempatan memahami diri, memaafkan masa lalu, dan mungkin mengubah masa depan bersama. Film ini menawarkan visual magis, drama emosional, serta tema cinta, kehilangan, dan penebusan. Ulasan Sebenarnya alasan utama gue tertarik menonton film ini hanya karena melihat nama-nama besar seperti Colin Farrell dan Margot Robbie. Kemudian ada nama Joe Hisaishi sebagai composer dan debut dia di film Hollywod. Ditambah lagi ada singer-songwriter Laufey yang mengarang dan menyanyikan beberapa lagu sebagai original soundtr...

How To Train Your Dragon - Review

Gambar
Sinopsis How to Train Your Dragon (2025) adalah adaptasi live-action dari film animasi legendaris DreamWorks yang mengikuti petualangan Hiccup, seorang remaja Viking cerdas namun canggung, yang menjalin persahabatan tak terduga dengan seekor naga langka bernama Toothless. Berlatar di dunia fiksi Berk yang dipenuhi naga, film ini mengangkat tema keberanian, persahabatan, dan perubahan cara pandang terhadap musuh. Disutradarai oleh Dean DeBlois, versi terbaru ini menyajikan kisah klasik dengan visual memukau dan sentuhan emosional yang menyentuh, menjadikannya tontonan wajib bagi keluarga dan penggemar fantasi epik. Ulasan DreamWorks mengikut jejak Disney untuk membuat adaptasi film live-action dari film-film animasi mereka. Proyek pertamanya jelas film animasi kecintaan anak-anak dan dewasa; How To Train Your Dragon. Bisa dibilang, adaptasi live-action ini adalah carbon copy dari film animasinya. Kisahnya sama persis dan tidak ada perubahan yang berarti dari film animasinya. Ini jelas l...

Snow White - Review

Gambar
Melanjutkan misi Disney membuat film live action dari setiap film animasi klasiknya, film *Snow White* adalah adaptasi dari film animasi *Snow White and the Seven Dwarfs* (1937). Putri Salju versi tahun 2025 ini juga sekaligus memberikan update yang sesuai dengan situasi modern, di mana perempuan bisa menjaga dirinya sendiri sekaligus mengalahkan tokoh antagonis. Ulasan: Putri Modern dengan Kontroversi Akting Pemilihan Rachel Zegler sebagai Putri Salju dan Gal Gadot sebagai Ratu Jahat memang menuai kontroversi. Rachel Zegler memang punya suara yang brilian dan menghidupkan setiap adegan musikal yang ada. Tapi menurut gue penampilannya masih kurang 100% sebagai seorang putri yang diperdaya untuk kemudian bisa melawan balik. Sementara Gal Gadot resmi menempatkan film ini sebagai akting terburuk dia. Terutama di setiap adegan musikal ketika dia harus menari dan bernyanyi. Gue cukup suka dengan pilihan akhir cerita yang berbeda jauh dengan versi tahun 1937....

Godzilla x Kong: The New Empire - Review

Gambar
Ini adalah film kelima dari MonsterVerse setelah Godzilla (2014), Kong: Skull Island (2017), Godzilla: King of the Monsters (2019), Godzilla vs Kong (2021). Tentunya Godzilla dan Kong nggak berantem lagi kaya di filmnya tiga tahun lalu, tapi kali ini mereka akan bahu membahu melawan Titan baru yang sama sekali disembunyikan sampai filmnya rilis. Gue yang sama sekali nggak menikmati Godzilla vs Kong nggak punya ekspektasi tinggi untuk film terbaru ini. Gue merasa sejak GvK, franchise ini mengarahkan film-filmnya lebih untuk anak-anak dan keluarga. Benar saja, di GxK ini formula untuk anak-anak masih digunakan dengan banyak komedi dan jalan cerita yang ringan. Tentunya film ini menjawab permintaan banyak fans untuk memperbanyak adegan berantem antara Titan. Film ini menyuguhkan itu dengan menampilkan nggak cuma satu-dua tapi banyak spesies Titan baru. Selain itu, peran para manusia juga dibuat cukup signifikan dalam pertarungan antar Titan ini. Meski ada beberapa keputusan yang gue ngga...

Ghostbusters: Frozen Empire - Review

Gambar
Rilisnya Ghostbusters: Frozen Empire ini nggak begitu bikin gue excited sih meski gue suka banget dengan dwilogi Ghostbuster (1984) dan Ghostbusters II (1989). Tapi sejak gender switch Ghostbusters (2016) yang flop dan Ghostbusters: Afterlife (2021 yang biasa aja, gue jadi menurunkan ekspektasi gue terhadap kelanjutan franchise ini. Yang menarik adalah sebelum nonton Frozen Empire, gue nonton ulang Afterlife di Prime Video lewat TV dan gue menikmati banget. Gue jadi mikir, apa iya franchise Ghostbusters ini lebih nikmat ditonton di TV ya? Apalagi film original tahun 80-an pun gue juga tonton di TV. Benar saja, Frozen Empire ini juga menurut gue cukup membosankan. Sedikit lebih baik ketimbang Afterlife, tapi ini pun menurut gue karena semua pemeran lama dapat porsi 90% dalam film ini. Menyenangkan melihat kembali Bill Murray, Dan Akroyd, Ernie Hudson dapat porsi yang jauh lebih banyak dan cukup signifikan. Ditambah lagi semua pemeran remaja seperti Mckenna Grace, Logan Kim, dan Finn W...

Wonka - Review

Gambar
Entah apa yang ada di balik benak para eksekutif Warner Brothers untuk memberikan lampu hijau pada kisah prekuel Charlie Wonka ini. Apalagi kali ini tidak ada Johnny Depp, dan digantikan oleh Timothee Chalamet sebagai pemeran Wonka di masa muda. Tapi ya untungnya Wonka menjadi film musical fantasy yang cocok sekali ditonton di hawa-hawa liburan akhir tahun seperti ini. Dari sutradara Paul King dan penulis naskah Simon Farnaby, dua orang dibalik kesuksesan Paddington 2 (2017), nggak heran Wonka jadi sajian film panjang untuk keluarga dan sangat ramah anak. Meski begitu, ceritanya juga tidak serta-merta kekanak-kanakan dan masih bisa gue nikmati. Kisahnya sih bagus ya, tentang bagaimana Willy Wonka muda yang baru datang dan mau berjualan coklat tapi dipersulit oleh para pengusaha yang berkomplot dengan polisi. Deretan lagu yang ada juga cukup ear-catching meski kemudian mudah dilupakan. Kecuali lagu fenomenal Pure Imagination yang dinyanyikan kembali oleh Timothee Chalamet dan melodi in...

Barbie - Review

Gambar
Setelah kehebohan Barbenheimer di beberapa minggu terakhir, akhirnya tiba juga dua film bertolak belakang ini rilis. Gue memilih nonton Barbie duluan karena simply semua studio IMAX Oppenheimer penuh. Tapi gue nggak menyesal dengan keputusan ini karena ternyata BARBIE BAGUS BANGET GILAK. Jelas film ini sudah mengamankan posisi di Top 10 film terbaik versi gue di tahun 2023 ini. Awalnya mungkin kita semua akan memandang sebelah mata ya begitu lihat poster dan trailer Barbie. Apalagi film adaptasi mainan kebanyakan punya track record buruk, kecuali Lego Movie, ini pun akhir-akhir ini kualitasnya menurun. Ditambah lagi image Barbie yang di era woke ini kurang bagus ya; masih membawa kesan objektifikasi perempuan dan lain sebagainya. Sebuah isu yang sulit dibantah, tapi ternyata bisa di twist sedemikian rupa lewat naskah brilian karya Greta Gerwig dan Noah Baumbach. Setidaknya dua nama ini yang bikin gue percaya bahwa film Barbie ini nggak akan jadi film receh ecek-ecek ala My Little Pony ...

The Little Mermaid - Review

Gambar
Akhirnya tiba juga adaptasi live action The Little Mermaid (1989) yang beberapa bulan menjelang rilis menuai banyak kontroversi. Ternyata banyak juga yang nggak suka versi Ariel 2023 hanya karena Halle Bailey berkulit hitam. Banyak pula yang makin marah-marah melihat anak-anak Raja Triton diperankan berbagai karakter dari berbagai ras. Tapi menurut gue ini malah masuk akal karena mereka adalah penguasa 7 lautan dan memang 7 samudra ini terletak di berbagai dunia dari berbagai ras. Anyway mari kembali ke substansinya, film dan konten. Nggak seperti adaptasi live action Disney yang lain, menurut gue The Little Mermaid (2023) adalah yang paling baik. Tujuan adaptasi setiap animasi klasik Disney kan memang memperbarui konten mereka ke generasi baru. Kalau memang generasi sekarang penuh dengan representasi dari berbagai ras, maka ini adalah gambaran yang pas dan tepat. Lagipula, update segmen Under the Sea di versi 2023 ini juga mewah banget! Gue ngeliat anak kecil perempuan di sebelah k...

Dungeons & Dragons: Honour Among Thieves - Review

Gambar
Sebagai bukan pemain permainan papan roleplaying Dungeons & Dragons , ternyata gue cukup bisa menikmati dan terhibur dengan adaptasi filmnya. Kocak dan gue ketawa di beberapa adegan! Elemen fantasi dan petualangannya juga dapet banget dengan world building yang meyakinkan. Setiap karakternya dapat porsi perkembangan karakter yang cukup, meski kadang gue suka lupa nama setiap karakter karena nama-namanya susah diingat hahaha. Ini film dua jam 15 menit yang seru dan menyenangkan sih. Cocok banget jadi film escaping dari keseharian dan bisa cepat masuk serta mendalami petualangan yang ada. Jalan ceritanya juga tipikal band of misfits yang bersatu karena kesamaan visi dan misi. Tipikal karakter nggak sempurna mulai dari pencuri, pemarah, nggak percaya diri dan lain sebagainya. Mungkin ini yang membuat kita sebagai penonton bisa cepat relate dan menemukan satu-dua kesamaan dengan karakter yang ada di layar. Gue nggak kebayang sih bagaimana reaksi para pemain D&D nonton film adapta...

Everything Everywhere All at Once - Review

Gambar
Wow wow wow, the real multiverse of madness ! Sejak awal tahun, versi bajakan film ini udah beredar luas di internet sih. Tapi setelah gue tonton di bioskop, udah gila apa ya orang-orang berani-beraninya nonton ini di smartphone atau laptop atau tv??? Visualnya luar biasa banget dan jauuuuuh lebih bagus dan meyakinkan ketimbang film-film superhero Marvel dan DC. Apalagi setelah lo tahu kalau tim VFX-nya cuma 5 orang dan ngerjainnya di rumah selama pandemi. Karena fokus utama film ini emang bukan ke keajaiban CGI atau efek visual, tapi lebih ke kisah antara orang tua dengan anak yang sangat relate dengan kita semua. Pertama-tama harus gue akui, butuh hati dan pikiran yang agak terbuka untuk nonton film ini. Cara berceritanya sangat unorthodox , mulai dari ide ceritanya sendiri sampai ke eksekusi dan visualisasinya. Visual dan eksekusi adegannya penuh dengan imajinasi yang liar, yang bikin gue mikir ini duo Daniel Scheinert dan Daniel Kwan mabok jamur apaaaaaan coba. Kok ya bisa-bisanya ...

Fantastic Beasts The Secrets of Dumbledore - Review

Gambar
Oke kalibrasi dulu ya, gue bukan Potterhead, nggak baca semua bukunya, nonton Fantastic Beasts 1 dan 2 tapi agak lupa dengan ceritanya dan menurut gue biasa aja meski yang kedua kedodoran banget sih para hewan magisnya cuma jadi tempelan aja. Nah menurut gue yang ketiga dan penutup ini nggak sejelek itu sih. Buat gue yang samar-samar sama jalan cerita sebelumnya masih bisa ngikutin dengan baik dan nggak segitu roamingnya. Fantastic beasts yang ada nggak jadi tempelan dan malah berperan penting di jalan cerita. Adanya Jacob Kowalski sebagai perwakilan manusia biasa juga ternyata ada peran penting. Trus memang ini ciri khas Wizarding World kali ya, bahwa Albus Dumbledore itu seorang mastermind yang luar biasa. Bisa bikin rencana berlapis dengan memprediksi tindakan yang akan diambil oleh setiap karakternya. Oya, Grindelwald-nya Mads Mikkelsen >>>> Johnny Depp. - sobekan tiket bioskop tanggal 18 April 2022 - ------------------------------------------------------...

Till We Meet Again - Review

Gambar
Film terbaru dari sutradara dan penulis naskah berbakat Giddens Ko, yang melejit namanya sejak You Are the Apple of My Eye (2011). Till We Meet Again in meraih 11 nominasi Golden Horse , penghargaan film di Taiwan termasuk kategori Best Pictures dan Best Adapted Screenplay . Kalau udah kaya gini, fix jadi jaminan mutu gak sih. Ternyata filmnya penuh dengan aroma bawang yang kental. Di atas kertas, film ini mirip perpaduan antara dwilogi Along with the Gods dengan Akhirat: A Love Story . Hidup setelah kematian memang jadi tema utama dari film ini, sekaligus gue pribadi jadi belajar banyak soal kepercayaan yang dianut oleh agama Buddha. Mulai dari karma baik, karma jahat, sampai dengan reinkarnasi. Nah ketika ditambah elemen romansa barulah mengundang aroma bawang yang sangat kuat itu. Meski kesannya berat banget bawa-bawa kehidupan setelah kematian, tapi ternyata filmnya sangat ringan dan menghibur - bahkan kelewat kocak! Unsur komedinya kuat banget sih dan sukses bikin gue ngakak s...

Ghostbusters: Afterlife - Review

Gambar
Ghostbusters: Afterlife ini adalah sekuel langsung dari Ghostbusters (1984) dan Ghostbusters II (1989). Jadi lupakan Ghostbusters versi gender-swapped tahun 2016 karena itu termasuk proyek gagal dan nggak dilanjutin lagi. Nah menurut gue, Afterlife ini cukup sukses untuk membangkitkan kembali franchise Ghostbusters yang udah terpendam lama di library-nya Sony. Benar-benar belajar dari kesalahan versi 2016, bahwa franchise ini tujuannya untuk fans service dan bukan reboot ulang. Jadi bisa dibilang Ghostbusters: Afterlife adalah film yang maksimal di fans service seakan-akan seluruh durasi 124 menit ini hanya untuk fans aja gitu. Tapi nggak juga sih, buat yang nggak nonton dwilogi Ghostbusters tahun 80-an menurut gue akan bisa menikmati film ini dengan baik tanpa roaming. Sepanjang film penonton memang diperlakukan sebagai orang-orang yang nggak tahu sebelumnya siapa itu tim Ghostbusters, sampai harus diperkenalkan lewat iklan jadul "who's you're gonna call" utnuk t...