Spider-Man: Brand New Day - Review
Sinopsis
Ulasan
Trilogi pertama memang memosisikan Spider-Man sebagai bagian dari ekosistem Marvel yang lebih besar, dengan semua keriuhan visual yang datang bersamanya. Brand New Day berbalik arah sepenuhnya. Dari 145 menit durasi, nyaris separuhnya diisi oleh dialog dan adegan drama antara Peter dengan orang-orang di sekitarnya. Pertarungan dan aksi ada, tapi jadi latar. Titik beratnya ada pada kondisi psikologis seorang pahlawan yang sedang bergumul dengan isolasi dan depresi. Ini keputusan yang gue apresiasi, terutama di saat film-film pahlawan super semakin seragam dan melulu soal pertarungan besar. Kisah yang berbasis karakter dan reflektif seperti ini sudah jarang. Film ini membuktikan ada ruang untuk cerita pahlawan super yang lebih dalam dan berani.
Performa Tom Holland di sini jauh lebih matang dibanding tiga film sebelumnya, lebih tajam secara emosional. Zendaya dan Jacob Batalon hadir dengan natural, sementara Jon Bernthal membawa ketegangan tersendiri yang menyegarkan. Brett Pawlak mengabadikan New York bukan sebagai medan laga penuh efek komputer, melainkan sebagai kota yang bernapas dan terasa nyata. Tata musik Michael Giacchino memperkuat setiap momen emosional tanpa berlebihan. Efek visual untuk menggambarkan perubahan fisik Peter juga sangat tepat, terutama ketika musuh utama yang memiliki kemampuan telepati berpindah dari satu tubuh ke tubuh lain.
Bicara soal musuh utama, gue menghindari spoiler, tapi karakter ini adalah cerminan Peter Parker yang sangat kuat. Keduanya menanggung luka yang sama, namun pilihan moral dan cara mereka merespons kepedihan itu berbeda jauh. Pola ini konsisten dengan musuh-musuh di trilogi pertama: bukan penjahat murni, melainkan orang-orang yang pada dasarnya baik, tapi luka batin mendorong mereka mengambil keputusan yang salah. Pemerannya tampil sangat berkesan, bahkan di beberapa adegan terasa lebih kuat dari Holland sendiri. Tapi bukan itu masalahnya, justru itulah yang membuat benturan antara dua karakter ini terasa begitu berat. Setiap adegan Peter bersama teman-temannya membawa beban emosional yang nyata, terutama momen-momen ketika dia hanya bisa menyaksikan dari jauh.
Ada masalah tempo yang perlu diakui. Porsi drama yang begitu besar akan mengecewakan penonton yang datang dengan ekspektasi film Marvel pada umumnya, yang penuh adegan pertarungan bertubi-tubi. Tapi buat gue yang sudah lelah dengan film pahlawan super yang hanya menjual kehebohan visual, Brand New Day terasa seperti nafas segar. Adegan puncak yang mempertemukan Peter dan musuh utamanya ditutup dengan sangat indah, cara film ini mengolah keragu-raguan moral dan rasa bersalah di antara keduanya layak diapresiasi.
Kesimpulan
Brand New Day memperlihatkan bahwa Destin Daniel Cretton adalah sineas yang piawai membawa emosi dan kerumitan karakter ke dalam film besar. Tidak sempurna, ada beberapa bagian yang terasa terlalu lambat dan subplot yang kurang berkembang. Tapi justru itu yang membuatnya terasa manusiawi. Ini adalah film Spider-Man terbaik sejak Spider-Man 2 karya Sam Raimi, dan bisa jadi yang terbaik yang pernah dibuat untuk karakter ini. Sangat layak tonton bagi siapa pun yang sudah bosan dengan pakem Marvel, atau yang percaya bahwa kisah pahlawan super bisa lebih dari sekadar pesta visual.
Genre: Action / Superheroes
Penulis Naskah: Chris McKenna, Erik Sommers
Pemain: Tom Holland, Zendaya, Sadie Sink
- sobekan tiket bioskop tanggal 1 Agustus 2026 -


Komentar
Posting Komentar