Jakarta Hati
"Omnibus tentang Jakarta yang mempertanyakan dimana nurani setiap warganya, dari sudut pandang beberapa warganya dari kelas sosial dan ekonomi yang berbeda, yang sayangnya kurang representatif terhadap latarnya sendiri" Setelah menggambarkan Jakarta yang menuju saat-saat kontemplasinya dalam Jakarta Maghrib (2010), kali ini sutradara dan penulis naskah Salman Aristo melanjutkan ceritanya tentang ibukota dari sudut pandang yang lain dalam Jakarta Hati . Berangkat dari ide cerita mengenai masih adakah hati dan perasaan di tengah kehidupan kota besar yang nyaris menelan makna kehidupan dari para penghuninya sendiri, film ini dibuat dengan konsep yang sama dari pendahulunya. Enam cerita pendek yang berbeda diceritakan dalam total durasi 114 menit ini menyasar para karakter yang berasal dari generasi, kelas ekonomi, dan kelompok masyarakat yang berbeda. Ada segmen Orang Lain , ketika seorang lelaki paruh baya yang sedang membunuh waktu di sebuah kafe dihampiri oleh seorang ...