The Boys Season 5 - Series Review
Sinopsis
The Boys Season 5 adalah musim final dari serial drama superhero action-comedy yang ditayangkan eksklusif di Prime Video, dimulai pada 8 April 2026 dengan dua episode perdana dan berakhir pada 20 Mei 2026. Musim terakhir ini mengikuti perjalanan mendebarkan Hughie, Mother's Milk, dan Frenchie yang terjebak dalam "Freedom Camp" milik Homelander, sementara Annie berusaha mengorganisir perlawanan terhadap kekuatan Supe yang luar biasa, Kimiko hilang, dan Butcher kembali dengan rencana berbahaya untuk menggunakan virus yang dapat menghapus semua Supe dari peta.
Dipimpin oleh showrunner Eric Kripke, musim ini menampilkan ensemble cast lengkap termasuk Karl Urban (Butcher), Jack Quaid (Hughie), Antony Starr (Homelander), Erin Moriarty (Starlight), Laz Alonso (Mother's Milk), Tomer Capone (Frenchie), Karen Fukuhara (Kimiko), dan sejumlah karakter baru, dengan kejutan khusus kolaborasi Supernatural-style bersama Jared Padalecki di Episode 5.
Ulasan
Gue harus jujur, episode 8 terasa anti-klimaks banget. Ini adalah masalah serius mengingat The Boys sudah berlangsung tujuh tahun membangun Homelander sebagai vilain yang menakutkan dan hampir tak terkalahkan. Setiap musim, mereka menunjukkan bagaimana dia semakin powerful, semakin gila, semakin berbahaya. Tetapi ketika saatnya pertarungan akhir tiba, semuanya selesai dalam hitungan menit. Pertarungan antara Homelander dengan Butcher, Ryan, dan Kimiko berlangsung begitu singkat sehingga gue langsung berkata "hah, gitu doang?" di tengah-tengah menonton. Dengan episode yang berdurasi sedikit lebih dari satu jam, sebenarnya ada ruang untuk membuat climax yang lebih epic, lebih memuaskan secara visual dan emosional. Tapi malah yang terjadi adalah, puff, cepet selesai.
Cara Homelander kalah juga terlalu convenient. Kimiko, yang sebelumnya tidak bisa mengaktifkan kekuatan barunya karena terlalu banyak rage, tiba-tiba bisa melakukannya setelah Frenchie (yang sudah mati) muncul dalam visi dan memberi motivational speech tentang cinta dan kekuatan sejati. Frenchie bilang, "Rage is not what makes you strong," dan boom, Kimiko jadi bisa kontrol kekuatannya. Homelander kemudian langsung powerless, dan Butcher tinggal pukul dengan crowbar selesai. Itu terasa seperti shortcut cerita yang terlalu mudah untuk serial yang seharusnya menghadirkan pertarungan berdarah untuk 60-an menit terakhir episodenya.
Juga, gue harus bilang kalau narrative-nya terasa main aman. Gen V characters hanya muncul sebentar dan langsung disuruh pergi ke Kanada. Tidak ada yang massive atau unexpected terjadi pada mereka. Ending secara keseluruhan juga sesuai dengan tebakan penonton, tidak ada plot twist besar atau moment yang benar-benar mengejutkan. Semuanya berjalan lurus sesuai ekspektasi: Homelander mati, The Boys menang, tersebar ke arah masing-masing, done. Untuk serial yang terkenal dengan shocking moments dan plot twists yang gila-gilaan, finale ini terasa terlalu predictable dan straight-forward.
Kesimpulan
The Boys Season 5 adalah musim yang membuktikan bahwa mengakhiri serial epik dengan memuaskan adalah jauh lebih sulit daripada membangunnya, tujuh tahun Eric Kripke habiskan untuk membuat Homelander menjadi vilain yang truly menakutkan, tapi akhirnya dia dijatuhkan dalam beberapa menit dengan cara yang terasa terlalu mudah, terlalu convenient, dan terlalu jauh dari tone yang membuat serial ini memorable di tempat pertama. Apa yang seharusnya menjadi pertarungan final yang brutal dan cathartic malah jadi moment yang terasa seperti checkbox yang di-tick, Kimiko dapat motivational speech dari hantu Frenchie, boom dia bisa kontrol kekuatannya, Homelander langsung kalah, Butcher pukul pakai crowbar, selesai.
Ini bukan climax, ini adalah shortcut. Yang paling mengecewakan adalah gimana serial yang terkenal dengan plot twist gila-gilaan dan shocking moments tiba-tiba main aman dengan ending yang bisa ditebak dari episode pertama: Homelander mati, The Boys menang, mereka tersebar kemana-mana, that's it. Gen V characters hanya lewat sebentar sebelum disuruh pergi, tidak ada yang massive atau unexpected, semuanya berjalan straight ke garis finish tanpa ada insiden samping yang memorable. Setelah menghabiskan waktu berdasarkan karakter-karakter yang kompleks, relationship yang toxic tapi compelling, dan moment-moment yang benar-benar membuat lu shock, ending ini terasa seperti betrayal terhadap apa yang membuat The Boys begitu addictive sejak awal.
Skor Sobekan Tiket Bioskop: 3/5
Cocok untuk: penonton The Boys
- ditonton di Prime Video -
© Sobekan Tiket Bioskop.
Konten asli dipublikasikan di
pada 23 Mei 2026.
Reproduksi tanpa izin dilarang. Laporan plagiat:
copyright notice.


Komentar
Posting Komentar