The Boroughs - Series Review
Sinopsis
The Boroughs adalah serial sci-fi misteri yang menghadirkan kelompok lansia sebagai protagonis dalam mengungkap rahasia gelap di kompleks perumahan mewah bernama The Boroughs. Dibuat oleh Jeffrey Addiss dan Will Matthews (kreator Dark Crystal: Age of Resistance) dan diproduseri oleh The Duffer Brothers, serial 8 episode ini menggabungkan supernatural horror dengan drama emosional yang cukup unik di tengah industri yang biasanya menafikan lansia dari peran utama. Cerita mengikuti sekelompok pensiunan yang harus bersatu untuk mengungkap misteri tentang kekuatan supernatural yang mencuri "waktu"—satu-satunya hal yang tidak mereka punya lagi.
Ulasan
Hal yang langsung gue perhatikan adalah struktur cerita yang memang paralel dengan Stranger Things, tapi bukan berarti serial ini terasa plagiat. Setiap karakter memiliki lintasan investigasi pribadi mereka masing-masing, ada yang menemukan clue dari satu sudut, ada yang menemukan dari sudut lain. Mereka beroperasi terpisah sampai masing-masing puzzle piece bisa disatukan dalam satu pertemuan besar, lalu kembali berkumpul untuk mengeksekusi rencana bersama. Formula ini yang bikin tension dan pacing tetap tajam, dan gue suka banget gimana struktur naratif ini terasa organik dan bukan sekadar tempel-tempel saja.
Mengenai kenapa harus lansia, ternyata lo punya intuisi yang tepat. Demographic ini bukan gimmick semata, menurut salah satu kreator, "fakta bahwa mereka lebih tua bukan lelucon, melainkan bagian dari alasan mereka menjadi pahlawan kami". Plot memang memerlukan karakterisasi orang yang sudah hidup panjang, punya pengalaman, tapi tubuh mereka sudah tidak semuda dulu. Ada nuansa tragis yang lebih dalam ketika orang tua ini berhadapan dengan ancaman supernatural sambil juga berjuang dengan batasan fisik mereka sendiri. Gue percaya ini intention yang smart dari penulis naskah, bukan sekadar gimmick demografis.
Dari sisi visual, serial ini sungguh memukau. Efek visual dikerjakan oleh tim besar dari ILM, Framestore, Ghost VFX, dan studio-studio lainnya, dengan Tara DeMarco sebagai production visual effects supervisor. Ada satu adegan tertentu yang berkaitan dengan misteri dan monster, tanpa spoiler, yang bisa jadi moment ikonik serial ini. CGI monster terlihat menakutkan namun terasa nyata, bukan semacam animasi digital yang keliatan murahan. Selain itu, komplek perumahan itu sendiri didesain dengan visual yang sangat menarik; meski gue tau ini kombinasi dari berbagai lokasi di New Mexico dan desain set yang dibangun khusus, semuanya terasa kohesif dan memiliki bahasa visual yang kuat.
Hal yang paling mengena untuk gue adalah dinamika antarcast. Ensemble cast yang terdiri dari Alfred Molina, Geena Davis, Alfre Woodard, Denis O'Hare, Clarke Peters, dan Bill Pullman memainkan sekelompok pensiunan yang tidak saling kenal menjadi pahlawan tidak terduga. Interaksi mereka terasa natural dan penuh dengan simpati yang genuine. Ada momen comic relief yang organik, ada moment dimana mereka saling mendukung dengan cara yang sederhana tapi mengena. Chemistry ensemble ini membuat lo peduli dengan setiap karakter, bahkan karakter yang terkesan minor sekalipun. Sayangnya, dan gue harus jujur di sini, ada yang mengganggu secara visual: deretan botox di wajah-wajah cast yang cukup obvious. Ada beberapa shot close-up dimana lo bisa lihat ketegangan khas prosedur kosmetik, dan itu mengganggu immersion tertentu. Lo benar-benar perlu tahan mental untuk focus pada acting daripada keterganggu dengan detail visual ini.
Tabir misteri yang terbuka sepanjang serial sangat logis dan berhasil memancing penasaran. Gue nonton dengan penuh pertanyaan di kepala: "Apa sih yang terjadi? Kenapa orang-orang ini mati? Apa monster-nya?" Dan setiap episode memberi sedikit jawaban sambil menambah lapisan pertanyaan baru. Kisah sci-fi yang ditawarkan masuk kategori yang cukup masuk akal dan tidak terasa illogical atau dipaksakan. Yang gue apresiasi adalah bahwa serial ini tidak buru-buru memberikan semua jawaban, temponya calm dan deliberate, memberi ruang untuk karakter development dan emotional beats sebelum bergerak ke big reveals. Ini membuat ending season 1 terasa memuaskan namun juga meninggalkan cukup ruang untuk lanjutan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, The Boroughs adalah serial yang berhasil dan segar di lanskap Netflix. Serial ini mencapai 95% di Rotten Tomatoes dan melampaui rating kritis dari Stranger Things sendiri, dan menurut gue rating itu deserve. Gue siap untuk season 2 kalau nantinya diproduksi, dan penasaran gimana caranya mereka expand universe ini sambil tetap maintain kualitas yang udah mereka bangun di musim pertama.
Skor Sobekan Tiket Bioskop: 4/5
Cocok untuk: pecinta kisah sci-fi dan misteri, terutama pengikut setia Stranger Things
- ditonton di Netflix -
© Sobekan Tiket Bioskop.
Konten asli dipublikasikan di
pada 27 Mei 2026.
Reproduksi tanpa izin dilarang. Laporan plagiat:
copyright notice.




Komentar
Posting Komentar