Gohan - Review
Sinopsis
Gohan adalah film drama Thailand yang menghadirkan kisah emosional seekor anjing liar ras Bangkaew bernama Gohan, disutradarai oleh kolaborasi tiga sineas papan atas: Chayanop Boonprakob, Atta Hemwadee, dan Baz Poonpiriya. Film yang tayang mulai 14 Mei 2026 ini menceritakan perjalanan hidup Gohan, seekor anak anjing putih dengan hidung merah muda, yang berpindah-pindah selama satu dekade, bertemu dengan tiga pemilik berbeda dari latar belakang dan usia yang beragam.
Kisah dimulai ketika Gohan bertemu Hiro, seorang insinyur otomotif asal Jepang yang hampir pensiun dan hidup dalam kesepian, diikuti pertemuan dengan Namcha, seorang pekerja rumah tangga asal Myanmar, dan kemudian pasangan mahasiswa muda bernama Pele dan Jaidee yang sedang belajar memahami arti cinta. Film ini bukan hanya tentang loyalitas seekor anjing, tetapi tentang bagaimana sebuah hewan mampu menjadi penyembuh luka dan penghangat kehidupan manusia yang sedang rapuh secara emosional, menandaskan pesan mendalam tentang keluarga, pengorbanan, dan arti sejati dari 'rumah'.
Ulasan
Gue bukan pemilik anabul baik anjing maupun kucing, tapi selalu suka dengan film-film yang bercerita tentang anabul. Biasanya film-film bertema anabul selalu memancing emosi dan air mata. Apalagi kalau diproduksi oleh GDH, yang sukses membuat semua orang nangis jelek lewat How to Make Millions Before Grandma Dies (2024). Nggak heran film Gohan ini sukses membuat semua penonton - baik yang punya anabul maupun tidak - nangis jelek berkali-kali sepanjang durasi film 2 jam 21 menit.
Film dari sudut pandang anjing memang sudah pernah ada sebelumnya, tapi Gohan membuat perbedaan dengan sudut pandang dari anjing liar. Durasi panjang film ini pada dasarnya terbagi jadi 3 bagian dan sesuai perkembangan anjing liar kita; Gohan masa kecil, masa remaja, dan masa tua. Bagi Gohan si anjing liar, manusia layaknya kereta yang datang dan pergi. Dirinya tidak punya mindset bahwa manusia bisa merawat anjingnya seumur hidup. Tapi justru ini yang menjadikan Gohan punya resilient yang unik dan tinggi.
Film dari sudut pandang anjing memang sudah pernah ada sebelumnya, tapi Gohan membuat perbedaan dengan sudut pandang dari anjing liar. Durasi panjang film ini pada dasarnya terbagi jadi 3 bagian dan sesuai perkembangan anjing liar kita; Gohan masa kecil, masa remaja, dan masa tua. Bagi Gohan si anjing liar, manusia layaknya kereta yang datang dan pergi. Dirinya tidak punya mindset bahwa manusia bisa merawat anjingnya seumur hidup. Tapi justru ini yang menjadikan Gohan punya resilient yang unik dan tinggi.
Buat gue, yang menarik adalah orang-orang yang pernah menjadi majikan Gohan walaupun hanya sebentar. Orang-orang ini dari latar belakang ras dan negara yang berbeda, tapi punya satu benang merah yang sama; terasingkan dari akar masing-masing dan sedang mencari tujuan hidup. Siapa sangka pertemuan mereka dengan Gohan malah membuat mereka menemukan kembali tujuan hidup mereka dan menancapkan akar ke dalam tanah dengan kuat.
Kesimpulan
Gohan bukan film tentang anjing yang loyal pada satu majikan selamanya, itu sudah terlalu sederhana, terlalu sentimental, terlalu main aman. Gohan adalah film tentang anjing liar yang belajar hidup dalam ketidakpastian, dan dalam prosesnya, dia mengajarin orang-orang yang dia temui bahwa rumah bukan tentang tempat tetap atau kepemilikan, tapi tentang momentum ketika kamu merasa tidak sendirian. Tiga sutradara ini berhasil bikin sesuatu yang bisa bikin kamu nangis jelek tanpa pernah jadi manipulatif, setiap air mata mengalir sendiri, bukan dipaksa.
Yang paling jenius adalah gimana mereka menggambarkan Gohan sebagai saksi terhadap kehidupan orang lain, bukan protagonis yang punya satu perjalanan emosi. Dia hanya ada, dia observasi, dia mencintai dalam caranya sendiri dalam diam, dan ternyata itu cukup untuk membuat orang tersebut berubah. Dalam 2 jam 21 menit, film ini berhasil bilang hal menakjubkan tentang keterasingan, rasa memiliki, dan bagaimana koneksi singkat dengan makhluk lain bisa mengubah cara pandang kita tentang rumah. Ini adalah film yang meninggalkan bekas dalam hati dan kepala penonton, dan ini adalah film yang kamu bakal inget lama setelah kredit penutup bergulir.
Skor Sobekan Tiket Bioskop: 5/5
Cocok untuk: pecinta film anabul
Genre: Drama
Asal: Thailand
Durasi: 2 jam 21 menit
Sutradara: Chayanop Boonprakob, Nattawut Poonpiriya, Atta Hemwadee
Penulis Naskah: Thodsapon Thiptinnakorn, Sopana Chaowiwatkul
Pemain: Kitachima Yasushi, Poe Mamhe Thar, Chartchai Chinsri
- sobekan tiket bioskop tanggal 16 Mei 2026 -
Penulis Naskah: Thodsapon Thiptinnakorn, Sopana Chaowiwatkul
Pemain: Kitachima Yasushi, Poe Mamhe Thar, Chartchai Chinsri
- sobekan tiket bioskop tanggal 16 Mei 2026 -
© Sobekan Tiket Bioskop.
Konten asli dipublikasikan di
pada 16 Mei 2026.
Reproduksi tanpa izin dilarang. Laporan plagiat:
copyright notice.


Komentar
Posting Komentar