The Devil Wears Prada 2 - Review
Sinopsis
The Devil Wears Prada 2 adalah film comedy drama yang dirilis pada 2026, disutradarai oleh David Frankel dengan naskah karya Aline Brosh McKenna, menampilkan Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt, dan Stanley Tucci kembali ke peran ikonik mereka. Dua dekade setelah meninggalkan posisinya sebagai asisten di majalah Runway, Andrea "Andy" Sachs telah menjadi wartawan yang dihormati di New York, namun ruang beritnya tiba-tiba dibubarkan dan dia kembali bekerja untuk bosnya yang legendaris, Miranda Priestly.
Film ini mengikuti pergulatan Miranda melawan Emily Charlton, mantan asistennya yang kini menjadi saingan eksekutif, saat mereka bersaing merebut pendapatan iklan di tengah menurunnya media cetak. Menampilkan cast baru termasuk Kenneth Branagh, Justin Theroux, Lucy Liu, dan Simone Ashley, sequel ini berhasil menjadi sekuel yang langka dengan menyimpang dari materi sumber asli dan menemukan optimisme tanpa menghindari sorotan tajam tentang bagaimana industri telah berubah menjadi lebih buruk dua puluh tahun kemudian.
Ulasan
Satu lagi long-awaited-sequel dari Hollywood yang sudah kehabisan ide. Tepat 20 tahun sejak film pertamanya rilis, film yang bercerita tentang etika kerja khususnya di dunia fashion ini kembali lagi. Kalau film pertamanya fokus ke dilema yang selalu ada antara kehidupan personal dan profesional, maka film kedua fokus ke jurnalisme yang bergeser ke dunia digital serta fashion industry yang sudah berubah. Harus gue akui penulisan naskah The Devil Wears Prada 2 cukup baik dan sangat relevan dengan tahun 2026. Kalau film pertamanya seakan mengkritisi Anna Wintour, maka film kedua ini jelas mengkritisi Jeff Bezos dan istrinya.
Film kedua yang berumur 20 tahun lebih tua dari film pertamanya ini memang lebih dewasa karena bercerita tentang politik bisnis di dunia fashion yang ternyata kena imbas oleh tech bubble. Jurnalisme media cetak memang telah mati dan digantikan media digital, di mana "majalah" Runway sudah digambarkan telah bergeser ke dunia digital. Tapi pergeseran selebritis dan konglomerat yang kaya dan sukses di dunia IT ternyata memengaruhi fashion industry yang sudah lebih dulu matang.
Tapi keluhan gue adalah karakter Andy yang entah kenapa masih saja ditulis dengan karakter panikan dan impulsif, persis yang ada di film pertamanya. Ini jelas nggak konsisten dengan karakter Miranda Priestly yang sudah digambarkan jauh lebih luwes dan tidak terlalu galak setelah 20 tahun berlalu. Selain itu lagi-lagi Emily digambarkan sebagai karakter antagonis, seakan tidak ada habisnya Hollywood membuat karakter beraksen British sebagai orang jahat.
Tapi keluhan gue adalah karakter Andy yang entah kenapa masih saja ditulis dengan karakter panikan dan impulsif, persis yang ada di film pertamanya. Ini jelas nggak konsisten dengan karakter Miranda Priestly yang sudah digambarkan jauh lebih luwes dan tidak terlalu galak setelah 20 tahun berlalu. Selain itu lagi-lagi Emily digambarkan sebagai karakter antagonis, seakan tidak ada habisnya Hollywood membuat karakter beraksen British sebagai orang jahat.
Kesimpulan
The Devil Wears Prada 2 adalah film yang berhasil menangkap bagaimana dunia sudah bergeser dalam dua dekade, tech bubble yang menginvasi fashion, jurnalisme yang mati perlahan, industrinya sendiri yang semakin terombang-ambing, tapi sayangnya dia nggak berani apply logic yang sama ke karakter-karakternya. Andy masih panik-panik, Emily masih jahat dengan aksen Inggris, dan ini adalah keputusan yang membuat sequel ini terasa kayak dia pikir kita semua nggak aging, nggak berevolusi, nggak jadi versi yang lebih matang dari diri kita 20 tahun lalu. Itu adalah ironi yang gue rasa nggak disengaja: film ini sangat vocal tentang bagaimana industri harus adapt atau mati, tapi karakternya sendiri stuck dalam amber seperti boneka fashion. Naskahnya punya sesuatu untuk dikatakan, eksekusinya cukup solid, tapi konsistensi karakternya yang berantakan membuat lu ngerasa film ini hanya setengah percaya pada pesan yang dia coba deliver.
Skor Sobekan Tiket Bioskop: 3/5
Cocok untuk: pecinta film pertama; The Devil Wears Prada
Genre: Drama / Comedy
Asal: AS
Durasi: 1 jam 59 menit
Sutradara: David Drankel
Penulis Naskah: Aline Brosh McKenna, Lauren Weisberger
Pemain: Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt, Stanley Tucci
- sobekan tiket bioskop tanggal 1 Mei 2026 -
Pemain: Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt, Stanley Tucci
- sobekan tiket bioskop tanggal 1 Mei 2026 -
© Sobekan Tiket Bioskop.
Konten asli dipublikasikan di
pada 1 Mei 2026.
Reproduksi tanpa izin dilarang. Laporan plagiat:
copyright notice.


:max_bytes(150000):strip_icc():focal(999x0:1001x2)/streep-tucci-hathaway-devil-wears-prada-2-72925-4b950bd6a38449cd988d25a5d54ab95f.jpg)
Komentar
Posting Komentar